Sinkronisasi Peraturan Daerah Bernuansa Syariah Dengan Konstitusi Dan Undang Undang Nasional
DOI:
https://doi.org/10.63822/9rxmyy23Keywords:
Sharia Regional Regulations, Constitution, National Law, Maqāṣid al-Syarī‘ahAbstract
Synchronizing Sharia-based regional regulations with the constitution and national laws in the context of the Indonesian rule of law. The emergence of Sharia-based regional regulations after regional autonomy reflects the moral and religious aspirations of the Muslim community, but also poses challenges to the principles of pluralism, human rights, and constitutional supremacy. Through a juridical-normative approach and conceptual analysis, this study examines how the values of Maqasid al-Syariah can be integrated into the formation of regional regulations to maintain justice and inclusiveness. The results show that the application of Sharia values in public policy is acceptable only as long as it does not conflict with Pancasila, the 1945 Constitution, and the principle of equality of citizens. The integration of Maqasid al-Syariah serves as a normative bridge between Islamic law and national law, making Sharia-based regional regulations not merely religious symbols, but instruments for realizing public welfare, social justice, and order.
References
Abdullah, M. “Integrasi Maqāṣid al-Syarī‘ah dalam Kebijakan Hukum Publik.” Jurnal Al-Ahkam, Vol. 31, No. 1, 2021.
Abdillah, M. (2015). Islam & dinamika sosial politik di Indonesia. Gramedia Pustaka Utama.
Al-Syāṭibī, Abū Isḥāq. al-Muwāfaqāt fī Uṣūl al-Syarī‘ah. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1996.
Asmuni dan Agus Firman, “Analisis Politik Hukum Islam Berbasis Maqoshid Syari’ah (Studi terhadap Konsep Anak Sah dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan),” Jurnal Hukum & Pembangunan 52, no. 3 (2022): h. 745, https://doi.org/10.21143/jhp.vol52.no3.3372
Auda, Jasser. Maqāṣid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. London: IIIT, 2008.
Aziz, A., & Mutakin, A. (2025). Perda bernuansa Syariah sebagai Instrumen Rekayasa Sosial Keluarga Islami. Alashriyyah, 11(1), 69-86.
Chandra, M. J. A. (2018). Peraturan Daerah (PERDA) Syari’ah Dan Perda Bernuansa Syari’ah Dalam Konteks Ketatanegaraan Di Indonesia. AL Imarah: Jurnal Pemerintahan Dan Politik Islam, 3(1), 60-80.
Denni Khas Juliana Br Nainggolan dan Pitri Sartika Sihotang, “Formalisme Agama: Tinjauan Teologi Religionum tentang Formalisme Agama dan Relevansinya dalam Kerukunan Umat Beragama,” Prosiding Seminar Nasional STT Sumatera Utara 1, no. 1 (2021): h. 255.
Dunggio, K. H., & Jasin, J. (2019). Validitas Peraturan Daerah Yang Bernuansa Syariah Dalam Bingkai Otonomi Daerah (Antara Harapan dan Kenyataan) Sebagai Contoh Provinsi Gorontalo dan Provinsi Aceh. Law, Development and Justice Review, 2(2), 168-182.
Efendi, S. (2024). Prinsip syura dalam pembentukan kebijakan publik menurut hukum Islam. CONSTITUO: Journal of State and Political Law Research, 3(1), 69-78.
Eman Sulaiman, “Hukum dan Kepentingan Masyarakat (Memosisikan Hukum sebagai Penyeimbang Kepentingan Masyarakat),” Jurnal Hukum Diktum 11, no. 1 (2013): h. 105.
Fajrian Noor Anugrah, “Analisis Yuridis Penyelesaian Konflik Vertikal Peraturan Daerah Secara Cepat, Efektif dan Efisien (Juridical Analysis of Regional Regulation Vertical Conflict Resolution Quickly, Effectively and Efficiently),” Jurnal Wasaka Hukum 9, no. 1 (2021): h. 95.
Gandhung Fajar Panjalu, “Kedudukan Hukum Islam dalam Konsep Pluralisme Hukum di Indonesia,” Mizān: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum 2, no. 1 (2024): h. 15, https://doi.org/10.30651/mms.v2i1.21499
Gebby Chyntia Detta Kaunang dan Safarni Husain, “Fleksibilitas Hukum Islam dalam Menjawab Tantangan Hukum Keluarga, HAM dan Ekonomi Modern: Tinjauan Maqashid Syariah,” Tasyri’: Journal of Islamic Law 4, no. 2 (2025): h. 1054.
Hidayati, F. (2020). Peraturan Daerah Berbasis Syari’ah Dalam Perspektif Negara Hukum Pada Era Otonomi Daerah (Analisis Parameter Batu Uji Peraturan Daerah Berbasis Syari’ah dan Pengawasanya.
ICJR. Laporan Tahunan Kebijakan Hukum Daerah di Indonesia. Jakarta, 2018.
Isroji, I., & Najib, A. M. (2022). Peraturan Daerah Bernuansa Syari’ah Di Indramayu Dan Tasikmalaya: Agama, Politik Lokal Dan Ancaman Disintegrasi. Ulumuddin: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 12(2), 247-272.
Lintang Prabowo dan M. Tenku Rafli, “Pengaruh Otonomi Daerah terhadap Kesejahteraan Rakyat Indonesia,” Jurnal Rechten: Riset Hukum dan Hak Asasi Manusia 1, no. 1 (2025): h. 20.
Maghfira Aulia Zahra, Arif Maulana, dan Karina Novian Muriani R., “Negara, Agama, dan Legislasi Daerah: Dinamika Perda di Kota Tasikmalaya,” Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Hukum 22, no. 2 (2024): h. 170, http://dx.doi.org/10.32694/qst.v22i2.4759
Maimun, M., & Haq, A. (2018). Prinsip-Prinsip Hukum Islam dalam Peraturan Daerah: Melacak Motivasi dan Efektifitas Perda Bernuansa Syariah di Pamekasan. AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial, 13(1), 121-144.
Ma’mun Murod Al-Barbasy, “Islam dan Negara: Perdebatan dalam Pembuatan Perda Syariat di Kota Tasikmalaya,” Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies 12, no. 2 (2016): h. 230, https://doi.org/10.18196/AIIJIS.2016.0063.223-252
Nur Kholis. “Reaktualisasi Maqāṣid al-Syarī‘ah dalam Legislasi Daerah di Indonesia.” Jurnal Asy-Syir‘ah, Vol. 53, No. 2, 2019.
Nur Sa’adah Harahap dan Uswatun Hasanah, “Sifat dan Karakteristik Hukum Islam,” Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora 2, no. 1 (2025): h. 344, https://doi.org/10.62383/aliansi.v2i1.781
Ofis Rikardo, Silvi Aulia Purwadini, dan Sekar Fuad Maharany, “Peranan Peraturan Daerah dalam Hierarki Peraturan Perundang-undangan di Indonesia,” Jurnal Hukum Sasana 10, no. 1 (2024): h. 170, https://doi.org/10.31599/sasana.v10i1.2110
Patittingi, F., Irwansyah, I., Hasrul, M., Arisaputra, M. I., & Yunus, A. (2021). Relasi Negara Dan Agama Dalam Peraturan Daerah Bernuansa Syariah: Perspektif Pancasila. Pancasila: Jurnal Keindonesiaan, 1(1), 17-33.
Renaldy Afriyanto, Ainur Gufron, Ahmad Syauqi Bawashir, dan Rahmad Ready Kurniawan, “Eksistensi Asas Kepastian Hukum, Kemanfaatan Hukum dan Keadilan Hukum sebagai Tujuan Hukum di Indonesia dalam Perspektif Para Filsuf,” Unizar Law Review 7, no. 2 (2024): h. 210, http://dx.doi.org/10.36679/ulr.v7i2.80
Ulfatul Ilmiyah dan Subhan, “Formulasi Agama dan Negara dalam Wacana Politik: Telaah Kritis Gagasan Ibnu Khaldun dan Hans Kelsen,” Qanun: Jurnal Hukum Islam dan Tata Negara 1, no. 2 (2025): h. 145
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ade Maulana, Amalia Maryam Nur Rohmah, Amellia Azzahra, Elyza Dwi Kartika, Deden Najmudin (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



