Karya Tari Lintas Jiwa dari Spiritualitas Perjuangan dalam Arak Sorban

Authors

  • Humairoo Hasna Zulhanifah Institut Seni Indonesia Padang Panjang Author
  • Yan Stevenson Institut Seni Indonesia Padang Panjang Author
  • Oktavianus Oktavianus Institut Seni Indonesia Padang Panjang Author
  • Wahida Wahyuni Institut Seni Indonesia Padang Panjang Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/yek2bc24

Keywords:

LINTAS JIWA, spirituality of struggle, contemporary dance work, empirical experience.

Abstract

The dance work LINTAS JIWA is a contemporary abstract dance that explores a social theme and is rooted in the creator’s empirical experiences during the process of higher education. These experiences are shaped by various academic, social, and personal pressures, which are then integrated with the spiritual values of Imam Husein’s struggle as reflected in the Arak Sorban procession of Bengkulu. The values of perseverance, sacrifice, and sincerity serve as the main foundation of this work and are expressed as a reflection of the creator’s inner journey in responding to the dynamics of life. This work is presented as a group dance performed by seven female dancers, symbolizing interconnected and mutually supportive human spiritual journeys. The ideas are not conveyed through a narrative structure, but through symbolic body movements explored intuitively and expressively. The creative process applies Alma M. Hawkins’ method, which consists of exploration, improvisation, composition, and evaluation, resulting in a cohesive and meaningful structure. In addition to movement elements, the work is supported by music and video mapping as visual graphics that enhance the atmosphere and reinforce the meaning of the performance. Through LINTAS JIWA, the creator aims to present a reflective aesthetic experience and to open a space for contemplation on the meaning of struggle in human life.

References

Achmad, Syiafril. 2024. Wawancara Pribadi Mengenai Tradisi Tabut dan Arak Sorban di Bengkulu. Bengkulu: Kerukunan Keluarga Tabut (KKT).

Achmad, Syiafril. 2024. Tradisi Tabut Bengkulu sebagai Warisan Budaya dan Nilai Spiritualitas Masyarakat Bengkulu. Bengkulu: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Bengkulu.

Asti, W. 2003. Pesan, Makna, dan Tanda. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2016. Tradisi Tabut Bengkulu. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Birren, Faber. 1961. Color Psychology and Color Therapy. New York: McGraw- Hill Book Company.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Bengkulu. 2018. Tabut: Tradisi, Sejarah, dan Nilai Budaya. Bengkulu: Disbudpar Provinsi Bengkulu.

Farida Yusuf Tayibnapis. 2008. Evaluasi Program dan Instrumen Evaluasi untuk Program Pendidikan dan Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Hadi, Y. Sumandiyo. 2003. Mencipta Lewat Tari: Terjemahan dari Alma M. Hawkins "Creating Through Dance". Yogyakarta: Cipta Media.

Hadi, Y. Sumandiyo. 2003. Koreografi: Bentuk, Teknik, dan Isi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hadi, Y. Sumandiyo. 2020. Kajian Tari: Teks dan Konteks. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hawkins, Alma M. 2003. Mencipta Lewat Tari. Diterjemahkan oleh Y. Sumandiyo Hadi. Yogyakarta: Manthili.

Hayes, Elizabeth R. 1964. Dance Composition and Production. New York: The Ronald Press Company.

Heller, Eva. 2009. Psychology of Color: How Colors Affect Feelings and Reason. New York: Springer.

Itten, Johannes. 1970. The Elements of Color. New York: Van Nostrand Reinhold Company.

Itten, Johannes. 1973. Design and Form: The Basic Course at the Bauhaus. New York: Van Nostrand Reinhold Company.

Kusumastuti, Eny. 2006. Tata Rias dan Busana Tari. Yogyakarta: Cipta Media.

Pasiak, Taufik. 2012. Tuhan dalam Otak Manusia: Telaah Neuroteologi. Bandung: Mizan.

Padmodarmaya, Pramana. 1988. Tata dan Teknik Pentas. Jakarta: Balai Pustaka.

Piliang, Yasraf Amir. 2007. Spiritualitas dan Realitas Kebudayaan Kontemporer. Bandung: Jalasutra.

Setiawati, Edi. 1981. Pengantar Pengetahuan Tari. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Soedarsono. 1999. Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Suharto, Ben. 1985. Pengantar Pengetahuan Tari. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sumandiyo Hadi, Y. 2003. Seni dalam Pendekatan Konseptual. Yogyakarta: Cipta Media.

Suyanto, Bagong. 2012. Tradisi dan Ritual Masyarakat Pesisir. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Tayibnapis, Farida Yusuf. 2008. Evaluasi Program dan Instrumen Evaluasi. Jakarta: Rineka Cipta.

Wahyuni, Endang. (2014). Laporan Penciptaan Karya tari Grafik. Padang Panjang: Institut Seni Indonesia Padang Panjang.

Wusman, Asti. 2003. Pesan, Makna, dan Tanda. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tim Penyusun. 2016. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Published

2026-01-24

Issue

Section

Articles

How to Cite

Zulhanifah, H. H., Stevenson, Y., Oktavianus, O., & Wahyuni, . . W. (2026). Karya Tari Lintas Jiwa dari Spiritualitas Perjuangan dalam Arak Sorban. Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(1), 2266-2275. https://doi.org/10.63822/yek2bc24