Digital Divide dan Reproduksi Ketimpangan: Analisis Teori Konflik terhadap Akses Pendidikan Dasar Masyarakat Marginal di Kawasan Semarang Tengah
DOI:
https://doi.org/10.63822/ddkb7h15Keywords:
Digital Divide; Teori Konflik; Masyarakat MarginalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena digital divide dan reproduksi ketimpangan pada akses pendidikan dasar masyarakat marginal di kawasan Semarang Tengah melalui lensa teori konflik. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus kritis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi di wilayah Kelurahan Gabahan dan Miroto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan digital di wilayah urban ini bukan sekadar persoalan teknis ketersediaan perangkat, melainkan manifestasi ketimpangan struktural yang mendalam. Temuan lapangan mengungkap rendahnya dukungan orang tua dalam proses belajar digital (20%) serta terbatasnya kepemilikan perangkat pribadi (25%). Dalam perspektif teori konflik, digitalisasi pendidikan justru menjadi instrumen reproduksi ketimpangan sosial melalui mekanisme alienasi digital dan kekerasan simbolik terhadap kelompok marginal. Tanpa intervensi kebijakan afirmatif yang menyentuh aspek literasi serta dukungan finansial langsung, transformasi digital pendidikan berisiko memperlebar jurang mobilitas vertikal dan melanggengkan dominasi kelas atas. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kapasitas sosial dan akses perangkat secara merata guna menciptakan ekosistem pendidikan digital yang lebih inklusif.
References
Andriani, R., Kusuma, A., & Prabowo, D. (2024). Digital inequality and educational access among urban poor students in Indonesia. Jurnal Pendidikan Sosial, 12(1), 45–58.
Ardiansyah, M., & Karim, F. (2025). Kebijakan transformasi digital pendidikan dan tantangan keadilan sosial di Indonesia. Jurnal Kebijakan Pendidikan Indonesia, 9(2), 120–134.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2022). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Sage Publications.
Dewi, N., Raharjo, T., & Lestari, P. (2025). Community-based digital literacy reinforcement for marginalized societies. Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Teknologi, 14(1), 88–101.
Fauzi, A., Nugraha, M., & Hidayati, S. (2023). Digital divide and social inequality in Indonesian urban education. Jurnal Sosiologi Pendidikan, 11(3), 201–214.
Firmansyah, R., Hakim, L., & Putri, A. (2025). Urban digital inequality and structural barriers in education. Jurnal Pendidikan Humaniora, 13(2), 156–169.
Habibi, M., Siregar, Y., & Ramadhani, D. (2023). Learning environment and digital learning effectiveness among elementary students. Jurnal Teknologi Pendidikan, 15(4), 233–247.
Hidayat, & Azizah. (2024). Secondary Digital Poverty: Kualitas Perangkat dan Situasi Belajar Siswa Marginal.
Kurniawati, E., & Mulyono, B. (2024). Device ownership disparities among low-income students in urban schools. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 10(2), 98–111.
Maulana, F., & Fitriani, R. (2025). Housing density and learning challenges in urban marginal communities. Jurnal Pendidikan Perkotaan, 6(1), 44–57.
Nasution, H., Prasetyo, A., & Wulandari, S. (2023). Digital transformation and educational stratification in Indonesia. Jurnal Kajian Sosial Pendidikan, 7(3), 145–160.
Nugroho, D., Sari, M., & Khotimah, L. (2024). Parental digital literacy and children’s online learning assistance. Jurnal Pendidikan Keluarga, 5(2), 75–89.
Pratama, R., & Syarifuddin, M. (2022). Digital literacy disparities among students in Central Java. Jurnal Pendidikan Indonesia, 13(1), 32–46.
Putra, I., & Amelia, V. (2024). Social welfare integration in digital education policy. Jurnal Administrasi Dan Kebijakan Publik, 9(3), 211–225.
Rahmawati. (2024a). Dekonstruksi Narasi Netralitas Teknologi dalam Pendidikan.
Rahmawati, D. (2024b). Educational digitalization and social justice in marginalized communities. Jurnal Sosiologi Kontemporer, 18(2), 134–149.
Ramadhan, P., & Putri, S. (2024). Access inequality to premium digital learning resources among students. Jurnal Media Pembelajaran Digital, 7(4), 188–200.
Saputra, Y., & Hermiati, L. (2024). Economic class disparities in independent digital learning skills. Jurnal Teknologi Dan Pendidikan, 12(2), 90–104.
Sari, N., & Purnomo, H. (2025). Digital fatigue among low-income students in urban communities. Jurnal Psikologi Pendidikan, 16(1), 54–68.
Semarang, B. P. S. K. (2024). Indeks Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dan Profil Kemiskinan Kota Semarang.
Setyawan. (2025a). Hambatan Struktural dan Kekerasan Simbolik dalam Pendidikan Digital.
Setyawan, A. (2025b). Conflict theory perspective on digital educational inequality. Jurnal Sosiologi Modern, 10(1), 22–38.
Wibowo, E., & Lestari, D. (2023). Structural barriers in digital-based education systems. Jurnal Pendidikan Dan Ketimpangan Sosial, 4(3), 170–184.
Yusuf, M., & Hamdani, R. (2025). Digital cultural capital and academic standards in urban education. Jurnal Kajian Budaya Dan Pendidikan, 11(2), 118–132.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Iqbal Yulianto, Lulu' Arifatun Munasiroh, Dr. Eka Titi Andaryani, S.Pd., M.Pd., Prof. Dr. Joko Sutarto, M.Pd., Dr. Indriana Eko Amaidi, S.Pd., M.Pd. (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



