Mutrani Wayang Petruk Gagrag Yogyakarta: Practice-Based Research
DOI:
https://doi.org/10.63822/ccpy3g20Keywords:
Mutrani, Practice-Based Research, Estetika Sanggit, Petruk Gagrak Yogyakarta, Kriya Wayang KulitAbstract
Urgensi pelestarian kriya wayang kulit tradisional saat ini diperhadapkan pada tantangan degradasi nilai estetik dan simplifikasi material produksi modern. Penelitian ini bertujuan untuk menguji, mengonstruksi, dan mendokumentasikan kembali pengetahuan artistik tradisional yang terangkum dalam praktik kriya replikasi rupa tokoh Punakawan. Pendekatan pengkajian seni yang digunakan adalah penelitian artistik (artistic research) yang disinergikan dengan metode Practice-Based Research. Melalui metode tersebut, penelitian menempatkan praktik berkarya sebagai instrumen utama produksi pengetahuan baru melalui keterlibatan langsung peneliti pada setiap tahapan pembuatan fisik wayang Petruk gagrak Yogyakarta. Proses penciptaan dieksekusi secara linier dan terstruktur, meliputi tahap persiapan bahan kulit perkamen kerbau, nyorek (pemindahan pola), mbedah (pemotongan siluet kontur), natah keseluruhan isen-isen (pemahatan ragam hias), serta finishing (penghalusan sudut dan pemasangan gegel kulit). Temuan penelitian berbasis praktik ini menunjukkan bahwa seluruh tahapan kerja kriya tradisional terikat kuat oleh kodifikasi leksikon tatahan dan Teori Estetika Sanggit yang mengejawantahkan kepekaan rasa, kecerdasan visual, serta kepatuhan terhadap pakem tradisi. Kontribusi penelitian ini berupa pemetaan empiris mengenai mekanisme kerja teknik mutrani sekaligus produksi pengetahuan baru yang mengendap pada tubuh perajin demi pelestarian rupa wayang kulit Nusantara secara berkelanjutan.
References
Candy, L., & Edmonds, E. (2018). Practice-Based Research in the Creative Arts: Foundations and Futures from the Front Line. Leonardo, 51(1), 63–69. https://doi.org/10.1162/LEON_a_01471
Covington, A. D. (2009). Tanning Chemistry: The Science of Leather. RSC Publishing.
Dharsono. (2021). Estetika Sanggit: Perjumpaan Tradisi Modern dalam Paradigma Kekaryaan Seni. Prosiding Pelita Bangsa, 1(2), 66–69. http://www.sttpb.ac.id/e-journal/index.php/prosiding
Guntur. (2016). Metode Penelitian Artistik. ISI Press.
Kennedy, C. J., & Wess, T. J. (2003). The Structure of Collagen within Parchment: A Review. Restaurator, 24(2), 61–80. https://doi.org/10.1515/REST.2003.61
Kumalasari, A. I., & Ustazah, E. N. (2019). Exploration of Wayang Kulit (Indonesian Leather Puppet) Leather Leftover Material for Jewelry. Proceedings of the 1st International Conference on Interdisciplinary Arts and Humanities (ICONARTIES), 167–171. https://doi.org/10.5220/0008556701670171
Kusumawati, I. R. (2024). Religion and Culture Based Arts Sustainability Model in the “Among” System: Empirical Study in Butuh, The Wayang Hamlet. ARTISTIC : International Journal of Creation and Innovation, 5(2), 160–176. https://doi.org/10.33153/artistic.v5i2.6437
Prambudi, S. B. F. (2021). Sifat Fisik Kulit Perkamen Kerbau dan Kulit Perkamen Sapi sebagai Media Pembuatan Wayang Kulit. http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/108757
Raditya, M. H. B. (2014). Wayang Hip-Hop Hibriditas sebagai Media Konstruksi Masyarakat Urban. Jantra, 9(2), 121–130. https://jantra.kemdikbud.go.id/index.php/jantra/article/view/100
Reed, R. (1972). Ancient Skins, Parchments and Leathers. Seminar Press.
Sagio, & Samsugi, I. (2015). Wayang Kulit Gagrag Yogyakarta: Morfologi, Tatahan, Sunggingan dan Teknik Pembuatannya. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY.
Saptodewo, F. (2017). Kajian Karakter Wayang Jabang Tetuka melalui Metode Penelitian Artistik. Jurnal Desain, 4(03), 184–197. https://doi.org/10.30998/jurnaldesain.v4i03.1133
Soetarno. (2011). Gaya Pedalangan Wayang Kulit Purwa Jawa Serta Perubahannya. Mudra Jurnal Seni Budaya, 26(1). https://doi.org/10.31091/mudra.v26i1.1583
Sudarmono, & Sukijo. (1979). Pengetahuan Teknologi Kerajinan Kayu. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Sunarto. (1989). Tokoh Punakawan dalam Wayang Kulit Purwa Gaya Yogyakarta. Duta Wacana University Press.
Suratno, S., & Rianto, J. (2019). Wayang beber lakon “Joko Kembang Kuning” garap kontemporer sebagai upaya pelestarian dan pengembangan seni tradisi. Lakon: Jurnal Pengkajian & Penciptaan Wayang, 16(2), 146–162. https://doi.org/10.33153/lakon.v16i2.3813
UNESCO. (2008). Wayang Puppet Theatre. Diakses pada 10 Mei 2026, dari https://ich.unesco.org/en/RL/wayang-puppet-theatre-00063
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Abimanyu Putra Pratama (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



