Resepsi Khalayak terhadap Isu Dilema Etis dalam Serial Drama Netflix The Trauma Code

Authors

  • Muhamad Arifin Ilham Universitas Padjadjaran Author
  • Weny Widyowati Universitas Padjadjaran Author
  • Andika Vinianto Adiputra Universitas Padjadjaran Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/tamckg54

Keywords:

Resepsi Khalayak; Encoding-Decoding; Khalayak Aktif; Dilema Etis Medis

Abstract

Serial drama Netflix The Trauma Code mengonstruksi wacana dilema etis medis melalui penciptaan ruang absurd situasi darurat medis, pengkarakteran dokter absolut, dan tindakan penyelamatan nyawa sebagai moral tertinggi. Konstruksi tersebut memicu urgensi akademik akibat perbenturan narasi fiktif dengan realitas medis yang berhubungan dengan tingginya dugaan kasus malapraktik di Indonesia. Penelitian ini berangkat dari keterbatasan kajian resepsi drama yang selama ini lebih banyak berfokus pada isu kesehatan mental, sementara pemaknaan khalayak terhadap representasi dilema etis medis masih relatif jarang dieksplorasi. Tujuan penelitian adalah menganalisis pemaknaan mahasiswa rumpun kesehatan serta memetakan posisi resepsi mereka terhadap representasi dilema etis medis dalam serial tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Encoding-Decoding Stuart Hall, data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara sembilan informan, lalu dianalisis dengan NVivo 12 serta divalidasi melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan dominasi posisi negosiasi (negotiated reading), di mana informan menerima sebagian pesan yang ditawarkan serial, tetapi secara kritis menegosiasikannya berdasarkan pengetahuan akademis dan pengalaman klinis masing-masing. Temuan ini menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan kesehatan berperan sebagai filter interpretatif yang membentuk proses pemaknaan terhadap representasi idu dilema etis medis dalam media massa suatu drama.

References

Adrian, G. A. (2025). Malapraktik Berulang di Indonesia Bukan Sekadar Angka. UMS Newsletter. https://www.ums.ac.id/berita/teropong-jagat/malapraktik-berulang-di-indonesia-bukan-sekadar-angka

Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. CV Jejak.

Ardani, F., Gono, N. S., & Sulistyani, H. D. (2024). Pemaknaan Khalayak terhadap Kemarahan Perempuan dalam Drama Korea The Glory. E-Journal Undip, 12(2).

Arsy, F. S., & Saifuddin, W. (2025). Analisis Resepsi Penonton Mengenai Isu Kesehatan Mental pada Film “Sleep Call”. Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi), 9(2), 655-663.

Cahyono, A. D. (2020). Studi Kepustakaan Mengenai Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit. Jurnal Ilmiah Pamenang - JIP, 2(2), 1-6.

Cambra-Badii, I., Moyano, E., Ortega, I., Banos, J. E., & Senti, M. (2021). TV Medical Dramas: Health Sciences Students Viewing Habits And Potential For Teaching Issues Related To Bioethics And Professionalism. BMC Medical Education, 21.

DeFleur, M. L., & Ball-Rokeach, S. J. (1989). Theories of Mass Communication (5th ed.). Longman.

Haezer, E. (2025, Mei). The Trauma Code Antar Ju Ji-Hoon Jadi Best Actor di Baeksang Arts Awards 2025. TribunMataraman.com. https://mataraman.tribunnews.com/2025/05/06/the-trauma-code-antar-ju-ji-hoon-jadi-best-actor-di-baeksang-arts-awards-2025

Hidayat, I. M., Khoyin, M., & Prajitno, S. B. (2024). Pengaruh Motif Pengguna Media Terhadap Kepuasan Mengakses Konten Youtube Narasi Newsroom. ANNABA : Jurnal Ilmu Jurnalistik, 9(2), 227-248.

Inriyanti, E., Fitriana, A., & Nayiroh, L. (2022). Analisis Resepsi Khalayak Terhadap Isi Pesan Pada Iklan Somethinc X Lifnie Sanders. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 9(2), 822-827.

Jasmine, A. (2025, Februari). The Trauma Code: Heroes on Call Raih No. 1 di Netflix, Geser Peringkat Squid Game 2. TEMPO. https://www.tempo.co/teroka/the-trauma-code-heroes-on-call-raih-no-1-di-netflix-geser-peringkat-squid-game-2-1203688

Khairunnisa, Y. (2023). Analisis Resepsi Khalayak atas Gaya Hidup Zero Waste pada Film Pulau Plastik. Unpad Repository.

Maharani, D., Simanjuntak, H. S., Cahyani, N., Hazizah, R., & Sari, Y. (2025). Makna dalam Era Digital: Kajian Semantik terhadap Bahasa di Media Sosial Indonesia. Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 3(3), 79-109.

Puwadianto, A., Soetedjo, Gunawan, S., Budiningsih, Y., Prawiroharjo, P., & Firmansyah, A. (2012). Kode Etik Kedokteran Indonesia. Ikatan Dokter Indonesia.

Rubyandra, B. (2019). Resepsi Khalayak Mengenai Isu Mental Ilness dalam Serial Drama 13 Reason Why. Unpad Repository.

Tan, N. N., Soeselo, D. A., Puspadewi, N., Juliawati, V. D., & Anastasia, G. (2025). From Screen To Stethoscope: How Medical Dramas Impact The Motivation Of Aspiring Medical Students. The Asia Pacific Scholar, 10(3).

Trankle, S. A. (2024). Decisions That Hasten Death: Double Effect and The Experiences of Physicians in Australia. BMC Medical Ethics, 15(26).

Trianasari, N., Sari, P. K., & Prasetio, A. (2025). Peningkatan Kualitas Penelitian di Bidang Kesehatan Melalui Pelatihan Penentuan Teknik Sampling dan Besar Sampel di STFI Bandung. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan, 5(1).

Williams, J. R. (2005). Medical Ethics Manual (1st ed.). Ethics Unit of the World Medical Association.

Published

2026-06-21

Issue

Section

Articles

How to Cite

Ilham, M. A., Widyowati, W. ., & Adiputra, A. V. (2026). Resepsi Khalayak terhadap Isu Dilema Etis dalam Serial Drama Netflix The Trauma Code. Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(4), 6371-6382. https://doi.org/10.63822/tamckg54