Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Membentuk Etika Berkomunikasi Siswa Pada Media Sosial di SMA Negeri 3 Palangkaraya
DOI:
https://doi.org/10.63822/5089kq22Keywords:
etika berkomunikasi; guru PAK; literasi digital; media sosial; pendidikan karakterAbstract
Perkembangan media sosial yang pesat memberikan pengaruh signifikan terhadap pola komunikasi siswa sekolah menengah, termasuk munculnya kekhawatiran serius terkait etika berkomunikasi di ruang digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam membentuk etika berkomunikasi siswa pada media sosial di SMA Negeri 3 Palangkaraya. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen. Subjek penelitian terdiri dari dua guru PAK dan sepuluh siswa kelas X dan XI yang dipilih melalui purposive sampling. Temuan menunjukkan tiga peran utama guru PAK: sebagai pengajar yang mengintegrasikan etika komunikasi digital dalam konten pembelajaran berbasis nilai Alkitab; sebagai teladan yang mendemonstrasikan perilaku digital etis secara konsisten; dan sebagai fasilitator yang membimbing siswa berpikir kritis terhadap konten dan interaksi di media sosial. Penelitian ini juga mengidentifikasi strategi yang digunakan yaitu pendekatan pembelajaran kontekstual, integrasi pembinaan karakter, dan program kolaboratif bersama orang tua dan konselor sekolah. Tantangan utama mencakup keterbatasan jam pelajaran, dominasi pengaruh teman sebaya, dan inkonsistensi penguatan nilai di lingkungan keluarga. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pedagogi PAK di era digital sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi sekolah dalam merancang program pendidikan karakter yang responsif.
References
Apjii. (2023). Laporan survei pengguna internet Indonesia 2023. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.
Bertens, K. (2013). Etika (Edisi Revisi). Kanisius.
Boehlke, R. R. (2006). Sejarah perkembangan pikiran dan praktek pendidikan agama Kristen. BPK Gunung Mulia.
Boys, M. C. (1989). Educating in faith: Maps and visions. Harper & Row.
Creswell, J. W. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Ginting, R., & Tarigan, P. (2023). Kolaborasi guru PAK, orang tua, dan konselor dalam pendidikan karakter digital remaja. Jurnal Pendidikan Agama Kristen Nusantara, 7(1), 45–62.
Groome, T. H. (1991). Sharing faith: A comprehensive approach to religious education and pastoral ministry. HarperSanFrancisco.
Hasibuan, E. (2021). Peran guru PAK dalam pembinaan karakter siswa SMA: Studi kasus di Medan. Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 5(2), 112–130.
Homrighausen, E. G., & Enklaar, I. H. (2012). Pendidikan Agama Kristen. BPK Gunung Mulia.
Kominfo RI. (2021). Literasi digital: Etika bermedia digital. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
Kristiani, D., & Haryanto, B. (2022). Pengaruh keteladanan digital guru PAK terhadap karakter digital siswa SMA. Jurnal Pendidikan Kristen Indonesia, 4(1), 23–40.
Kristianto, P. L. (2006). Prinsip dan praktik pendidikan agama Kristen. Andi Offset.
Lestari, M. (2023). Program mentoring digital berbasis PAK dan pengaruhnya terhadap cyberbullying siswa SMA Kristen Bandung. Jurnal Pendidikan Karakter Kristiani, 2(1), 78–95.
Magnis-Suseno, F. (2011). Etika dasar: Masalah-masalah pokok filsafat moral. Kanisius.
Manca, S., & Ranieri, M. (2016). Is Facebook still a suitable technology-enhanced learning environment? An updated critical review of the literature from 2012 to 2015. Journal of Computer Assisted Learning, 32(6), 503–528. https://doi.org/10.1111/jcal.12154
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Namora, S., & Simbolon, R. (2022). Tantangan guru PAK di era post-truth: Membangun literasi digital berbasis iman. Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia, 3(2), 88–107.
Nasrullah, R. (2015). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.
Nuhamara, D. (2007). Pembimbing PAK. Jurnal Info Media.
Osmer, R. R. (2008). Practical theology: An introduction. Eerdmans.
Purwanto, A. (2021). Peran guru agama dalam literasi digital santri pesantren: Integrasi nilai keagamaan dan teknologi. Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 145–163.
Santrock, J. W. (2019). Adolescence (17th ed.). McGraw-Hill Education.
Seymour, J. L. (1997). Mapping Christian education. Abingdon Press.
Sirait, B., & Manurung, K. (2023). Efektivitas pendekatan kontekstual dalam PAK terhadap pembentukan karakter digital siswa SMA. Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Kristen, 8(1), 31–50.
Twenge, J. M. (2017). iGen: Why today's super-connected kids are growing up less rebellious, more tolerant, less happy—and completely unprepared for adulthood. Atria Books.
Wahyuni, S., & Prasetyo, H. (2022). Pembelajaran berbasis nilai agama dan peningkatan etika bermedia sosial siswa SMA. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(1), 67–84.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Cintya Fioni, Siren Nugroho (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



