Analisis Perlakuan Akuntansi Aset Biologis dan Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan SAK EMKM pada Usaha Budidaya Ikan Nila Hananfishfarm di Kabupaten Subang
DOI:
https://doi.org/10.63822/5de3gs08Keywords:
Biological Assets, SAK EMKM, Agricultural Accounting, Financial Statements, Aquaculture MSMEAbstract
Biological assets in the form of tilapia during the growth phase have dynamically changing values, thus requiring agricultural accounting treatment. However, most agricultural enterprises are farmers who operate as micro, small, and medium enterprises (MSMEs), and therefore need to understand accounting treatment based on SAK EMKM (Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities). This study aims to analyze the accounting treatment of biological assets and to prepare financial statements based on SAK EMKM at Hananfishfarm, a tilapia farming business in Subang Regency. The method used is descriptive qualitative with a case study approach, through observation, interviews, and documentation covering one production cycle from February 23 to May 12, 2025. The results show that Hananfishfarm has not yet carried out the recognition, measurement, presentation, or disclosure of biological assets in accordance with SAK EMKM; all costs of seed and feed were recorded as ordinary cash expenditures without capitalization, and no formal financial statements had been prepared. Based on the reconstruction carried out, the business's total assets should amount to Rp16,663,669, consisting of cash of Rp11,600,000 and biological assets of Rp5,063,669 that had never previously been presented, with net income for the period of Rp1,719,669. This study recommends the implementation of cost-capitalization-based recording for biological assets as well as accounting assistance for aquaculture MSME actors.
References
DAFTAR PUSTAKA
A. D. Rahmani, G. K. A. Ulupui, D. Handarini, and H. Nasution, "Perbandingan perlakuan akuntansi aset biologis berdasarkan PSAK 16 dan PSAK 69 pada perusahaan agrikultur," vol. 4, no. 1, pp. 99–115, 2021.
A. Wildaniyati, F. Rohman, and S. Suharni, "The importance of implementing financial reporting based on SAK EMKM in improving MSMEs performance," Jurnal Aksi: Akuntansi dan Sistem Informasi, vol. 9, no. 2, pp. 94–99, 2024.
Badan Pusat Statistik (BPS), Statistik Budidaya Ikan Nila 2025. Jakarta: BPS, 2025.
Bibiana et al., "Memotret akuntansi aset biologis pada kelompok tani (studi pada Kelompok Tani Terbit Baru dan PS4 Abdi Laboratus-NTT)," vol. 10, no. 2, pp. 157–172, 2022.
Bimantoro et al., "Pengakuan, pengukuran, dan penyajian aset biologis pada PT. XYZ (peternakan sapi)," Jurnal Ilmiah ESAI, vol. 14, no. 2, pp. 118–124, 2020, doi: 10.25181/esai.v14i2.2390.
Budiardi et al., "Kinerja produksi dan kinerja usaha pada budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) di Desa Pulau Terap, Kabupaten Kampar, Riau," Intek Akuakultur, vol. 6, no. 2, pp. 158–178, 2022.
D. I. Anggraini, "Penerapan PSAK 69 terhadap perlakuan akuntansi dan deplesi aset biologis," Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan, vol. 4, no. 7, 2022.
E. P. Febrianti and F. Rahma, "Penerapan sistem pencatatan keuangan aset biologis berdasarkan SAK EMKM pada UD Anna Pullet," vol. 5, no. 1, pp. 306–317, 2024.
I. Sujana et al., "Penerapan sistem pencatatan keuangan aset biologis berdasarkan SAK-EMKM pada usaha ayam petelur (Ayodhya Farm, Bali)," Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika, vol. 12, no. 2, pp. 470–480, 2022.
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), PSAK 69: Agrikultur. Jakarta: IAI, 2015.
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Jakarta: IAI, 2018.
K. Khoiroh and D. Pravitasari, "Perlakuan aset biologis berdasarkan PSAK 69 pada peternakan itik petelur," Jurnal Dinamika Ekonomi & Bisnis, vol. 20, no. 2, pp. 133–144, 2023, doi: 10.34001/jdeb.v20i2.4520.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Produksi Perikanan Budi Daya Pembesaran Ikan Nila 2024. Jakarta: KKP, 2024.
Korompis and Tumilaar, "Penyusunan laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM (studi kasus usaha peternakan ayam petelur di Desa Watumea Kecamatan Eris)," Jurnal Riset Akuntansi Politala, vol. 4, no. 2, pp. 75–82, 2021, doi: 10.34128/jra.v4i2.95.
M. R. N. Nadziroh, "Peran sektor pertanian dalam pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Magetan," vol. 2, pp. 52–60, 2020.
Maulida et al., "Analisis perlakuan akuntansi aset biologis menurut PSAK 69 dengan pendekatan nilai wajar," JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi), vol. 10, no. 5, pp. 3071–3077, 2024, doi: 10.35870/jemsi.v10i5.3154.
N. C. Maradesa, T. E. Butarbutar, and Y. W. Wuisan, "Evaluasi penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil Menengah (SAK-EMKM) pada UMKM produsen cakalang di Bitung," vol. 6, no. 3, pp. 1113–1124, 2025.
N. K. A. Trisnadewi and L. P. Purnami, "Penerapan laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM sebagai sistem pengembangan kinerja keuangan di tengah pandemi Covid-19 (studi kasus pada UMKM Sari Mina Ayu)," Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis, vol. 7, no. 1, pp. 106–114, 2022, doi: 10.38043/jiab.v7i1.3404.
P. J. Pesak, M. A. Kuron, and M. M. Attaufiq, "Sosialisasi penggunaan aplikasi akuntansi Lamikro pada usaha budidaya ikan air tawar," vol. 7, no. 1, pp. 108–115, 2026.
S. F. N. Saadah, Y. Nilasari, and I. S. Permana, "Implementasi akuntansi dan kesesuaiannya dengan standar akuntansi keuangan (SAK-EMKM) pada usaha budidaya ikan lele," Jendela ASWAJA, vol. 5, no. 1, pp. 1–11, 2024, doi: 10.52188/ja.v5i1.534.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Anisa Maulida, Dwi Isti’adah, Syahril Riza Gilbran, Viena Dwi Aryani (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



