Bahasa sebagai Bukti Hukum: Tantangan dan Strategi Penguatan Analisis Linguistik Forensik dalam Mengungkap Makna serta Konteks Tuturan
DOI:
https://doi.org/10.63822/gvpmka70Keywords:
linguistik forensik, bahasa sebagai bukti hukum, makna tuturan, konteks pragmatik, analisis bahasa hukumAbstract
Bahasa memiliki kedudukan penting dalam proses hukum karena tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari alat bukti dalam suatu perkara. Perkembangan teknologi komunikasi semakin memperluas bentuk bahasa yang dapat dianalisis dalam ranah hukum, seperti percakapan digital, unggahan media sosial, dokumen tertulis, dan komunikasi berbasis audio visual. Namun, penggunaan bahasa sebagai bukti hukum menghadirkan berbagai tantangan karena makna tuturan tidak selalu bersifat tunggal dan eksplisit, melainkan dipengaruhi oleh konteks, tujuan penutur, relasi sosial, serta latar budaya pengguna bahasa. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tantangan linguistik forensik dalam mengungkap makna dan konteks tuturan, mengidentifikasi persoalan metodologis dan etis dalam analisis bahasa sebagai bukti hukum, serta merumuskan strategi penguatan praktik linguistik forensik. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif dan analisis konseptual terhadap berbagai literatur mengenai linguistik forensik, pragmatik, semantik, sosiolinguistik, dan bahasa dalam konteks hukum. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama linguistik forensik meliputi ambiguitas makna, perbedaan makna literal dan tersirat, kompleksitas konteks tuturan, variasi bahasa, karakteristik komunikasi digital, serta kebutuhan terhadap metode analisis yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Penguatan linguistik forensik perlu dilakukan melalui penerapan metode berbasis data, pemanfaatan korpus linguistik, kolaborasi interdisipliner, penguatan etika profesional, dan pengembangan kompetensi calon ahli linguistik forensik.
References
Anisa, Z. N., & Suswandi, I. (2025). Analisis Linguistik Forensik terhadap Profiling Teddy Minahasa dalam Kasus Narkotika. INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. 6(3), 240–252. https://doi.org/10.59562/indonesia.v6i3.77585
Azis, M. A., dkk. (2022). Peningkatan Kemampuan Linguistik Forensik Bagi Penyidik Polri Melalui Metode Riset Aksi. Jurnal Litbang Polri. 25(2), 71–83. https://doi.org/10.46976/.v25i2.186
Butar-butar, C., Dewi, R. S., & Syamsuyurnita. (2025). Tindak tutur penghinaan: Kajian linguistik forensik dan heuristik. Jurnal Serunai Ilmu Pendidikan, 11(1).
Fitria, T. N. (2024). Forensic linguistics: Contribution of linguistics in legal context. Prasasti: Journal of Linguistics, 9(1), 118-134.
Fontamillas, K. I., & Rañosa-Madrunio, M. (2026). Forensic linguists as expert witnesses—Examining their credibility in the Philippine courtroom. International Journal of Language & Law, 15, 1–28. https://doi.org/10.14762/jll.2026.001
Ginoga, F., Djou, D. N., & Masie, S. R. (2024). Hasutan dan ancaman di media sosial (Kajian linguistik forensik). Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP), 7(4), 19074-19082.
Halid, R. (2022). Tindak Tutur Pelaku Pencemaran Nama Baik di Media Sosial: Kajian Linguistik Forensik. KREDO: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra. 5(2), 441–458. https://doi.org/10.24176/kredo.v5i2.6342
Hamidi, A. (2024). Actus Reus dan Mens Rea dalam Perspektif Pragmatik: Kajian Linguistik Forensik terhadap Kejahatan Berbahasa. Puitika. 20(2), 53–73. https://doi.org/10.25077/puitika.v20i2.613
Harahap, A. N., Rosmaya, M., & Hertantyo, G. B. (2026). Peran linguistik forensik dalam pengungkapan cyber crime pada sektor keimigrasian. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar.
Joharsah, J., Kartika, R., & Kusyani, D. (2025). Analisis Linguistik Forensik sebagai Alat Bukti dalam Kasus Cyberbullying oleh Generasi Z: Perspektif Literasi Hukum. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 916-931.
Kurniawan, H., Suswandi, I., & Zahra, T. Y. Z. (2026). Analisis Linguistik Forensik pada Dokumen Persidangan Kasus Pencemaran Nama Baik Kasus Dana Arisan Perguruan. MIMESIS. 7(2), 83–97. https://doi.org/10.12928/mms.v7i2.16555
Kusumawardhani, P. (2024). Language and forensic linguistics. International Journal of English and Applied Linguistics (IJEAL), 4(1), 48-53.
Lewerissa, Y. A. (2023). Urgensi ahli linguistik forensik dan psikologi forensik dalam sistem peradilan pidana terpadu. Lutur Law Journal, 4(2), 63–68. https://doi.org/10.30598/lutur.v4i2.10183
Ode, M. I., & Huda, N. (2022). Peran linguistik forensik terhadap penegakan hukum Indonesia: Studi analisis ujaran kebencian suku Lampung. Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan, 1(1).
Puspita, S. A. (2025). Kedudukan Linguis Forensik dalam Penyidikan Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(6), 3790-3798.
Puspitasari, D. A. (2023). Mendeteksi penulis dalam sengketa kepengarangan: Studi analisis kepengarangan untuk barang bukti teks digital. Dalam Hukum dalam teroka linguistik (hlm. 151–161). Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Puspitasari, D. A., Sutrisno, A., & Fakhrurroja, H. (2024). Authorship analysis in electronic texts using similarity comparison method. Linguistik Indonesia, 42(1), 91–112.
Putri, U. P., Houtman, & Surismiati. (2022). Kajian Linguistik Forensik dalam Komentar Postingan Kasus N.S. Gambus pada Media Sosial Facebook. Jurnal Bindo Sastra. 6(1), 36–46. https://doi.org/10.32502/jbs.v6i1.4072
Rusdiansyah. (2020). Hukum dan linguistik forensik. Al-Amwal: Journal of Islamic Economic Law, 5(1).
Sandi, R. J., Sawirman, S., & Aslinda, A. (2024). Otopsi Linguistik Forensik pada Tuturan Perundungan Siber di Media Sosial Tiktok: Studi Kasus Pemilihan Umum Tahun 2024. Jurnal Sosial Ekonomi dan Humaniora, 10(3), 377-385.
Sanubarianto, S. T. (2021). Analisis Media Sosial sebagai Alternatif Pemberian Pendapat Saksi Ahli Bahasa: Kajian Linguistik Forensik. Sawerigading. 27(2), 291–300.
Sawidiah, & Ulfa, M. (2025). Tindak Insult pada Kasus Bullying Verbal di Media Sosial Online (Kajian Linguistik Forensik). Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra. 18(2), 347–362. https://doi.org/10.30651/st.v18i2.25712
Sihombing, S. W., dkk. (2025). Analisis Linguistik Forensik dalam Mengungkap Fakta Hukum: Kasus Mira Hayati. JCRD: Journal of Citizen Research and Development. 2(1), 679–689. https://doi.org/10.57235/jcrd.v2i1.4856
Sihombing, S. W., Nurhasanah, T., Simanjuntak, Y., Primita, I., Sibarani, N., Ginting, N., & Siregar, M. W. (2025). Analisis Linguistik Forensik Dalam Mengungkap Fakta Hukum: Kasus Mira Hayati. JCRD: JOURNAL OF CITIZEN RESEARCH AND DEVELOPMENT Учредители: Rayyan Jurnal, 2(1), 679-689.
Subyantoro. (2019). Linguistik forensik: Linguistik Forensik : Sumbangsih Kajian Bahasa dalam Penegakan HUKUM. ADIL Indonesia Journal. 1(1), 36–50. https://doi.org/10.35473/aij.v1i1.141
Wright, D., & Picornell, I. (2024). Semiotic perspectives on forensic and legal linguistics: Unifying approaches in the language of the legal process and language in evidence. International Journal for the Semiotics of Law-Revue internationale de Sémiotique juridique, 37(2), 293-304.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mutiara Aprilia, Nayla Apriani Lubis, Nazwa Salsabila Pasaribu, Soraya Firanti Nur, Wisman Hadi (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



