Dari Legal-Formal ke Etika Transformatif: Reposisi Keadilan melalui Tazkiyatun Nafs Berbasis Tauhid Emansipatoris

Authors

  • Zakia Wanda Syifayanti Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Author
  • Elsi Fitra Rivanda Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Author
  • Anisa Esty Aprilianti Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Author
  • Ali Hasan Siswanto Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/k8s5cs60

Keywords:

Keadilan, transformatif, tazkiyatun nafs, tauhid emansipatoris

Abstract

Krisis keadilan dalam masyarakat kontemporer menunjukkan ketegangan antara konstruksi normatif keadilan dalam Islam dan realitas sosial yang sarat ketimpangan struktural. Dominasi paradigma legal-formal telah mereduksi keadilan menjadi prosedur hukum, sehingga mengabaikan dimensi etis dan spiritual sebagai fondasi transformasi sosial. Kesenjangan penelitian terletak pada belum adanya model konseptual yang mengintegrasikan tazkiyatun nafs dengan teori keadilan sosial secara sistematis, karena studi sebelumnya cenderung memisahkan tasawuf sebagai praktik individual dari agenda perubahan sosial. Artikel ini menggunakan pendekatan teoritis integratif yang menggabungkan tasawuf, teologi tauhid, dan filsafat sosial kritis untuk mereposisi keadilan sebagai etika transformatif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif konseptual berbasis studi kepustakaan dengan analisis hermeneutik dan kritis terhadap sumber klasik dan literatur kontemporer bereputasi. Argumen utama artikel ini menegaskan bahwa keadilan substantif hanya dapat diwujudkan melalui transformasi kesadaran manusia yang berakar pada purifikasi diri (tazkiyatun nafs) dan internalisasi tauhid sebagai prinsip emansipatoris. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada pengembangan paradigma integratif yang menghubungkan dimensi spiritual dan struktural dalam satu kerangka konseptual yang koheren. Kebaruan penelitian ini adalah reinterpretasi tazkiyatun nafs sebagai metode transformatif yang tidak hanya membentuk individu saleh, tetapi juga mendorong perubahan sosial yang berkeadilan.

References

Al-Khatib, M. A. (2023). The Concept of Justice in Islam: A Socio-pragmatic Analysis. Journal of Ethnic and Cultural Studies, 10(5 Special Issue), 45–66.

https://doi.org/10.29333/ejecs/1749

Amin Abdullah, M. (2020). Islam sebagai Ilmu: Epistemologi, Metodologi, dan Etika. Pustaka Pelajar.

Azkya, P. S., Rif, S., Pane, S., Sholihin, R., & Shodiqin, R. (2025). Hermeneutical Approaches to the Qur ’an in Indonesia : A Normative and Socio-Cultural Analysis of Tafsir Methodologies. ASEAN Journal of Islamic Studies and Civilization (AJISC), 02(2), 134–153. https://doi.org/10.62976/ajisc.v1i1.1419

Fadly, A., Remiswal, & Hayati, N. (2025). Epistemologi Penelitian Kualitatif Dalam Pendidikan Agama Islam Kontemporer. Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam, 01(02), 262.

Fatarib, H., Ali, Z. Z., Arifin, N. A., Najib, A., & Fathoni, M. N. (2025). Progressive Legal Reasoning in Contemporary Islamic Legal Reform: Negotiating the Maqāṣid and Hermeneutic Approaches. JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah), 24(2), 277–294. https://doi.org/10.31958/juris.v24i2.16123

Haqiqi, M. R., Mubinullah, M., & Arsy, M. R. (2024). Hermeneutika dalam Diskursus Tafsir: Konsep, Sejarah Perkembangan, dan Penggunaannya dalam Tafsir Ibnu Katsir. Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu Al-Quran Dan Tafsir, 4(1), 2024. http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jsq

Iffan, A., & Mustafid. (2025). JUSTICE IN HUMAN RIGHTS COURTS: INTEGRATING THE CONCEPT OF ISLAMIC JUDICIARY AND THE PRINCIPLES OF INTERNATIONAL LAW. Muadalah Jurnal Hukum, 5(2), 306–312.

Marwa, N., & Nisa, M. (2024). The Role of Islamic Ethics in Shaping Resilient Social and Economic Systems. Sinergi International Journal of Islamic Studies, 2(4), 24–37.

Mustaqim, A. (2021). Metode Penelitian Al-Qur’an dan Tafsir. Idea press.

Pahutar, A. A., Siregar, N. H., Sa, S., Asmaret, D., Kamal, T., Tinggi, S., Islam, A., Muhammadiyah, U., & Barat, S. (2025). Transformation of Contemporary Islamic Justice: Integration of Juridical Norms and Socio-Cultural Traditions in Indonesia. 11(1), 92–118. https://doi.org/10.24952/almaqasid.v

Rahman Hakim, B., & L Beck, H. (2025). Sufistication of Social Welfare Policies in Contemporary Indonesia: Recalibrating Policy Ethics through Tasawuf-based Values. Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI), 6(2), 16–27.

https://doi.org/10.15408/jisi.v6i2.50028

Uswatun Chasanah, Sirojul Baehaqi, Isnaeni Agustina, Muhamad Zulfa, Uswatun Khasanah, & Aunillah Ahmad. (2025). Justice in islamic education perspective: Conceptual analysis and implementation in community life. At Turots: Jurnal Pendidikan Islam, 7(2), 729–735. https://doi.org/10.51468/jpi.v7i2.1015

Wahed Jalal Nori, A., Pei May, L., & Tahir, Z. (2025). An Islamic Paradigm for Justice, Peace, and Ethical Diplomacy. MAQOLAT: Journal of Islamic Studies, 3(1), 68–82. https://maqolat.com/Journalwebsite:https://maqolat.com/

Winarsunu, T. (2024). Psikologi Perubahan Organisasi. UMM Press.

Published

2026-05-02

How to Cite

Syifayanti, Z. W., Rivanda, E. F., Aprilianti, A. E., & Siswanto, A. H. (2026). Dari Legal-Formal ke Etika Transformatif: Reposisi Keadilan melalui Tazkiyatun Nafs Berbasis Tauhid Emansipatoris. Jurnal Teologi Islam, 2(1), 260-269. https://doi.org/10.63822/k8s5cs60