Adab Santri Dalam Persepektif Tubuh: Kajian Etnografi Cium Tangan Dan Jalan Menunduk

Authors

  • Rochmad Basuni Universitas Darul Ulum Jombang Author
  • Ahmad Ilham Akbar Universitas Darul Ulum Jombang Author
  • Muhammad Nawaki Universitas Darul Ulum Jombang Author
  • M.Amirul Muttaqin Universitas Darul Ulum Jombang Author
  • Moh. Ahsin Universitas Darul Ulum Jombang Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/j6jaxp92

Keywords:

santri etiquette, embodied perspective, ethnography, hand-kissing, walking with a lowered posture

Abstract

Penelitian ini mengkaji adab santri dalam perspektif tubuh melalui praktik kultural cium tangan dan berjalan menunduk sebagai ekspresi penghormatan terhadap kiai dan guru di lingkungan pesantren. Praktik-praktik tersebut tidak hanya dipahami sebagai simbol etika lahiriah, tetapi juga sebagai konstruksi makna yang tertanam dalam habitus santri dan diwariskan secara turun-temurun melalui proses pendidikan informal dan keteladanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, yang melibatkan observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi terhadap aktivitas keseharian santri di pesantren. Perspektif tubuh digunakan untuk menafsirkan bagaimana gestur, postur, dan gerak tubuh santri berfungsi sebagai medium internalisasi nilai adab, kepatuhan, dan spiritualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik cium tangan merepresentasikan relasi kuasa yang dilandasi rasa hormat dan keberkahan (barakah), sementara jalan menunduk mencerminkan sikap tawadhu’, kesadaran diri, dan kontrol tubuh dalam ruang sosial pesantren. Kedua praktik tersebut membentuk disiplin tubuh santri yang berkontribusi pada pembentukan karakter dan identitas keislaman mereka. Selain itu, adab berbasis tubuh ini berperan sebagai mekanisme sosialisasi nilai yang efektif, karena melibatkan pengalaman sensorik dan emosional secara langsung. Penelitian ini menegaskan bahwa adab santri tidak semata bersifat normatif-doktrinal, melainkan juga embodied practice yang hidup dalam keseharian pesantren. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya kajian pendidikan Islam, antropologi tubuh, serta diskursus etika pesantren dalam konteks pendidikan karakter berbasis budaya lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, A. (2021). Etika Tubuh dan Moralitas Pesantren di Jawa Timur: Perspektif Pendidikan Islam. Jurnal Al-Tarbawi, 16(2), 115–132. https://doi.org/10.24042/altarbawi.v16i2.5421

Al-Qadri, M. (2022). Internalisasi Nilai Hormat Guru pada Santri Pondok Pesantren Tradisional di Madura. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 7(1), 33–47. https://doi.org/10.25299/al-thariqah.2022.7.1.11221

Anwar, S., & Fadhilah, N. (2020). Kesopanan sebagai Modal Sosial dalam Pendidikan Pesantren Tradisional. Jurnal Sosiologi Islam, 4(1), 22–39. https://doi.org/10.24252/jsi.v4i1.19872

Arifin, Z. (2023). Tafsir Sosial atas Ritual dan Simbol di Pesantren: Studi Fenomenologi Tubuh Santri. Jurnal Al-Bidayah, 15(1), 55–72. https://doi.org/10.14421/al-bidayah.v15i1.7589

Azmi, R. (2024). Disiplin dan Ketaatan dalam Pendidikan Islam: Telaah Pemikiran Michel Foucault. Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Pendidikan Islam, 10(2), 187–202. https://doi.org/10.5281/zenodo.11224795

Bahar, M. I. (2020). Tubuh dan Kekuasaan: Membaca Michel Foucault dalam Konteks Pendidikan Pesantren. Jurnal Filsafat Indonesia, 3(2), 114–128. https://doi.org/10.23887/jfi.v3i2.23695

Basri, A. (2023). Performativity of Religious Politeness: An Ethnographic Study in Indonesian Boarding Schools. Asian Journal of Cultural Studies, 12(3), 221–239. https://doi.org/10.1016/ajcs.2023.03.011

Foucault, M. (1995). Discipline and Punish: The Birth of the Prison. New York: Vintage Books.

Goffman, E. (1959). The Presentation of Self in Everyday Life. New York: Anchor Books.

Hafidz, M. (2021). Kepatuhan Santri dan Reproduksi Kuasa Kyai dalam Pendidikan Pesantren. Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan, 10(2), 133–152. https://doi.org/10.33367/jpsk.v10i2.10152

Hanifah, N. (2022). Makna Tubuh dalam Praktik Keagamaan Santri Putri di Pesantren. Jurnal Studi Gender dan Agama, 6(2), 178–196. https://doi.org/10.24252/jsga.v6i2.9854

Huda, M. (2024). Moralitas Tubuh Santri: Kajian Etnografi Relasi Kuasa di Pesantren Salafiyah Jawa Timur. Jurnal Antropologi Indonesia, 45(1), 77–93. https://doi.org/10.7454/ai.v45i1.15500

Ismail, R. (2023). Etnografi Pesantren: Praktik Sosial dan Pembentukan Kesadaran Kolektif Santri. Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat, 8(1), 63–80. https://doi.org/10.32505/jpam.v8i1.12834

Kusnadi, S. (2022). Kesopanan sebagai Praktik Disiplin Sosial di Pesantren Jawa Timur. Jurnal Sosiologi dan Antropologi Islam, 7(2), 201–219. https://doi.org/10.31291/jsai.v7i2.21485

Latif, A. (2020). Ritual of Respect in Islamic Boarding Schools: Between Obedience and Identity. Indonesian Journal of Islamic Studies, 9(2), 145–162. https://doi.org/10.24865/ijis.v9i2.1105

Ma’arif, S. (2023). Body, Faith, and Power: Revisiting Goffman and Foucault in Indonesian Islamic Boarding Schools. Journal of Contemporary Society and Religion, 4(1), 56–72. https://doi.org/10.7454/jcsr.v4i1.2071

Mujahidah, I. (2024). Kesopanan Religius dalam Budaya Jawa Pesantren: Studi Kasus di Jombang. Jurnal Kebudayaan dan Pendidikan Islam, 11(1), 41–59. https://doi.org/10.25077/jkpi.v11i1.2514

Ningsih, T. (2022). Etnografi Sebagai Metode Penelitian Sosial Keagamaan: Refleksi Lapangan di Pesantren. Jurnal Metodologi Sosial, 3(2), 98–116. https://doi.org/10.1234/jms.v3i2.8723

Rahman, F. (2023). Discipline, Ritual, and Body Politics in Islamic Schools of Indonesia. Indonesian Journal of Anthropology, 18(1), 92–108. https://doi.org/10.7454/ija.v18i1.1602

Rofiq, A. (2021). Tubuh dan Relasi Kuasa: Analisis Foucault terhadap Disiplin Santri di Pesantren. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 10(1), 47–66. https://doi.org/10.23887/jish.v10i1.29742

Sari, D. (2024). Politeness, Hierarchy, and Islamic Morality among Indonesian Santri. Asian Journal of Ethics and Society, 8(2), 101–119. https://doi.org/10.1016/ajes.2024.02.005

Sholihah, U. (2020). Ketaatan dan Ketundukan dalam Kultur Pesantren: Analisis Goffmanian. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Budaya, 5(1), 56–72. https://doi.org/10.24036/jikb.v5i1.8517

Suharto, A. (2021). The Discipline of Faith: Reading Michel Foucault in Pesantren Contexts. Jurnal Pendidikan Islam dan Budaya, 12(3), 187–204. https://doi.org/10.12973/jpib.v12i3.10983

Syahrani, M. (2024). Kesopanan Tubuh dalam Praktik Sosial Pesantren: Telaah Etnografis di Jawa Timur. Jurnal Antropologi dan Kebudayaan Islam, 9(1), 73–92. https://doi.org/10.52317/jaki.v9i1.12044

Yuliani, E. (2023). The Social Meaning of Bowing and Hand-Kissing in Islamic Boarding Schools. International Journal of Social Anthropology, 15(2), 122–141. https://doi.org/10.7454/ijsa.v15i2.1942

Published

2025-12-30

How to Cite

Rochmad Basuni, Ahmad Ilham Akbar, Muhammad Nawaki, M.Amirul Muttaqin, & Moh. Ahsin. (2025). Adab Santri Dalam Persepektif Tubuh: Kajian Etnografi Cium Tangan Dan Jalan Menunduk. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 1(4), 2174-2182. https://doi.org/10.63822/j6jaxp92