Analisis Beban Kerja dan Stres Kerja pada Pegawai Puskesmas Langkahan Aceh Utara
DOI:
https://doi.org/10.63822/qfd74508Keywords:
beban kerja, stress, pegawai, puskesmas, Aceh UtaraAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dan stres kerja pada tenaga kesehatan di Puskesmas Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Beban kerja yang berlebihan sering kali menjadi salah satu faktor utama penyebab meningkatnya tingkat stres kerja di kalangan tenaga kesehatan. Stres kerja yang tinggi dapat berdampak negatif terhadap kinerja, kesehatan mental, serta efektivitas pelayanan kepada masyarakat. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional, menggunakan metode cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 40 tenaga kesehatan, yang sekaligus menjadi sampel penelitian dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tertutup yang mengukur tingkat beban kerja dan stres kerja berdasarkan skala Likert. Analisis data menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui distribusi frekuensi, dan uji korelasi Spearman Rank untuk menguji hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami beban kerja dalam kategori sedang hingga tinggi, serta tingkat stres kerja yang cenderung meningkat seiring dengan peningkatan beban kerja. Hasil uji statistik diperoleh nilai p <0,05, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara beban kerja dan stres kerja pada tenaga kesehatan di Puskesmas Langkahan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi beban kerja yang diterima tenaga kesehatan, semakin tinggi pula tingkat stres kerja yang mereka alami. Diharapkan pihak instansi dapat melakukan pengaturan beban kerja yang lebih proporsional, memberikan dukungan psikologis, serta menciptakan lingkungan kerja yang kondusif untuk menurunkan risiko stres kerja.
Downloads
References
Asih, W., Widhiastuti, S., & Dewi, A. (2021). Hubungan antara beban kerja dan stres kerja pada tenaga kesehatan di masa pandemi COVID-19. Jurnal Psikologi dan Kesehatan, 12(2), 45–54.
Fitriani, R., & Yuliana, D. (2020). Pengaruh beban kerja terhadap stres kerja pada pegawai puskesmas Kecamatan Lubuk Begalung. Jurnal Administrasi dan Manajemen Kesehatan, 8(1), 22–31.
Hidayati, S., & Putra, A. (2021). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi stres kerja tenaga medis di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 11(3), 115–124.
Lestari, P., & Susanto, R. (2022). Hubungan antara beban kerja dan stres kerja terhadap kinerja perawat di rumah sakit umum daerah. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Kesehatan, 5(1), 33–42.
Nurfadilah, D., & Prasetyo, E. (2022). Beban kerja, lingkungan kerja, dan stres kerja pada pegawai pelayanan publik. Jurnal Ilmu Manajemen dan Organisasi, 9(2), 77–85.
Pratama, R., & Sari, I. (2023). Dampak beban kerja terhadap stres kerja dan kinerja pegawai di sektor kesehatan daerah. Jurnal Administrasi Publik dan Kebijakan, 6(1), 12–20.
Suryani, A. (2022). Hubungan beban kerja dengan tingkat stres kerja perawat di fasilitas pelayanan kesehatan dasar. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Indonesia, 15(2), 101–109.
Utami, R., & Wahyudi, M. (2021). Manajemen stres kerja dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan di puskesmas. Jurnal Psikologi Terapan dan Kesehatan Mental, 3(1), 40–49.
Wulandari, D., & Prasetyo, H. (2021). Pengaruh tekanan kerja terhadap stres kerja pada tenaga medis di masa pandemi. Jurnal Kesehatan dan Lingkungan, 12(4), 88–96.
Yusuf, M., & Laili, N. (2024). Strategi pengelolaan beban kerja untuk mengurangi stres kerja pegawai puskesmas. Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia Kesehatan, 4(1), 25–34.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ahlun Nazar, Reza Kurnia (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




