Studi Kasus Tari Mulo Pado pada Masyarakat Nagari Padang Magek Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar: Kajian Teks dan Konteks

Authors

  • Rani Rahayu Institut Seni Indonesia Padangpanjang Author
  • Yesriva Nursyam Institut Seni Indonesia Padangpanjang Author
  • Muhammad Fikri Institut Seni Indonesia Padangpanjang Author
  • Auliana Mukhti Institut Seni Indonesia Padangpanjang Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/b1976862

Keywords:

Tari Mulo Pado, kajian teks dan konteks, semiotika, tari tradisional

Abstract

Tari Mulo Pado merupakan tari tradisional Minangkabau yang berkembang di Nagari Padang Magek, Kabupaten Tanah Datar, dan berfungsi sebagai media hiburan sekaligus komunikasi budaya yang memuat nilai sosial, sejarah, dan identitas masyarakat. Seiring modernisasi, fungsi dan intensitas penyajiannya dalam konteks adat mengalami pergeseran. Penelitian ini bertujuan mengkaji Tari Mulo Pado melalui aspek teks dan kontekstual. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis yang mana melalui teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan teks dan konteks dari  Y. Sumandiyo Hadi dan dukung dengan pendekatan semiotika dari Ferdinand De Sausuree. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Mulo Pado memiliki struktur gerak yang khas dan sarat makna simbolik yang merepresentasikan perjalanan nenek moyang Minangkabau serta nilai penghormatan, kebersamaan, usaha, dan dinamika sosial. Tari ini berfungsi sebagai bagian dari upacara adat dan simbol identitas masyarakat Nagari Padang Magek, serta memiliki potensi besar untuk terus dilestarikan sebagai warisan budaya Minangkabau.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arzul Jamaan. (1980). Skripsi Sarjana Muda "Tari Mulo Pado”. Padang Panjang: Institut Seni Indonesia Padang Panjang.

David Kaplan & Robert A. Manners. (2002). “Teori Budaya”. Padang Panjang: Institut Seni Indonesia Padang Panjang.

Daryusti. (1989). ” Tari Mulo Pado: Suatu Tinjauan Koreografis Terhadap Elemen Geraknya”. [Skripsi]. Yogyakarta: Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Edi Sedyawati. (2008). “Keindonesian Dalam Budaya Dialog Budaya : Nasional Dan Etnik Peranan Indusrti Budaya Dan media Massa Warisan Budaya Dan Pelestarian Dinamis. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Erawati, Y., Syefriani, & Kurniati, F. (2023). Upaya pelestarian Tari Zapin di Desa Bagan Punak Bagan Siapi-Api Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau. Jurnal Pendidikan Seni, Drama, Tari dan Musik (Sendratasik), 10(1). Universitas Islam Riau

Hadi, Y. Sumandiyo. (2012). Koreografi Bentuk, Teknik, Isi. Padang Panjang: Institut Seni Indosenia Padang Panjang.

Herlidawati. (2005). “Analisis Koreografi Tari Mulo Di Daerah Padang Magek Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar”. [Skripsi]. Padang Panjang : Institut Seni Indosenia Padang Panjang..

Noor Alyka Rizqi Khansya. (2023). Tari Persembahan Pada Masyarakat Kota Bengkulu: Kajian Teks Dan Konteks. [Skripsi]. Padang Panjang : Institut Seni Indonesia Padang Panjang.

Piliang, Y. A. 2003. : Tafsir Cultural Studies Atas Matinya Makna. Yogyakarta: Jalasutra

Syamsiar Saleh. (1986). “Tari Mulo Pado Di Padang Magek Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar ( Suatu Penelaahan Dari Segi Busana)”.

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Soedarsono. (2010). “Seni Pertujukkan Di Era Globalisasi”. Padang Panjang: Institut Seni Indonesia Padang Panjang.

Wahida Wahyuni & Yusfil Suharti. (2018). “Karakteristik Gaya Tari Minangkabau Tari Mulo Pado dan Tari Benten”. Jurnal Panggung, 28 (2). Institut Seni Budaya Indonesia Bandung.

Published

2026-01-23

How to Cite

Rahayu, R., Nursyam, Y., Fikri, M., & Mukhti, A. (2026). Studi Kasus Tari Mulo Pado pada Masyarakat Nagari Padang Magek Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar: Kajian Teks dan Konteks. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(1), 472-485. https://doi.org/10.63822/b1976862