Problematika Relasi Mertua dan Ipar sebagai Faktor Konflik Rumah Tangga di Kota Gianyar
DOI:
https://doi.org/10.63822/mqdxj676Keywords:
penolakan mertua, konflik keluarga, rumah tanggaAbstract
Pernikahan bertujuan untuk menciptakan keluarga yang harmonis, namun konflik sering muncul, terutama yang melibatkan keluarga besar. Penolakan dari mertua dan ipar terhadap istri merupakan faktor eksternal yang sering memicu konflik rumah tangga. Artikel ini didasarkan pada data yang dikumpulkan selama magang di Kantor Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) UPTD di Gianyar, menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Studi ini meneliti bentuk-bentuk penolakan, faktor-faktor penyebab, dampak psikologis dan sosial pada istri, dan upaya penyelesaian konflik. Temuan menunjukkan bahwa tekanan dari keluarga besar memengaruhi kesejahteraan mental istri, hubungan suami-istri, dan keharmonisan keluarga secara keseluruhan. Komunikasi terbuka, batasan hubungan yang jelas, dan peran suami sebagai mediator sangat penting dalam menyelesaikan konflik keluarga.
Downloads
References
Arista, R., & Munandar, A. (2019). Dinamika emosional perempuan dalam konflik rumah tangga. Jurnal Psikologi Indonesia, 16(3), 175–188.
Fitriani, A. (2020). Komunikasi suami istri dan pengaruhnya terhadap keharmonisan rumah tangga. Jurnal Komunikasi Interpersonal, 4(1), 55–68.
Handayani, L., & Putri, R. (2021). Kekerasan emosional dalam rumah tangga dan pengaruhnya terhadap kesejahteraan psikologis istri. Jurnal Psikologi Klinis, 3(2), 89–99.
Hasibuan, H. S. (2023). Problematika antara mertua dan menantu terhadap keharmonisan rumah tangga (Skripsi). Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. https://etd.uinsyahada.ac.id
Hastuti, D., & Widodo, S. (2019). Hubungan mertua dan menantu dalam keluarga Indonesia modern. Jurnal Psikologi, xx(x), xx–xx.
(Catatan: volume, nomor, dan halaman perlu dilengkapi bila tersedia)
Hidayati, S. (2023). Persepsi mertua terhadap menantu perempuan dan dampaknya pada hubungan keluarga. Jurnal Gender & Keluarga, 2(1), 66–80.
Kinasih, T. (2022). Komunikasi keluarga dan dampaknya terhadap ketahanan rumah tangga. Jurnal Ilmu Komunikasi Nusantara, 4(1), 1–14.
Lubis, F. (2018). Konflik peran suami sebagai anak dan pasangan: Analisis keluarga Indonesia. Jurnal Penelitian Humaniora, 21(2), 122–135.
Maharani, S. (2020). Dampak psikologis kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan. Jurnal Kesehatan Mental, 6(1), 23–35.
Nasution, A. (2020). Faktor budaya dalam relasi mertua dan menantu di masyarakat Indonesia. Jurnal Antropologi Nusantara, 10(2), 145–160.
Nurhayati, L. (2022). Mediasi keluarga dalam menangani konflik rumah tangga. Jurnal Konseling Keluarga, 7(1), 12–25.
Pratiwi, D. (2020). Relasi keluarga besar dalam membentuk harmoni rumah tangga. Jurnal Sosiologi Keluarga, 5(2), 87–98.
Putra, Y., & Safitri, A. (2021). Keluarga besar dan KDRT: Studi kasus di lembaga perlindungan perempuan. Jurnal Kriminologi Indonesia, 7(1), 54–70.
Rahmawati, N. (2022). Pengaruh keluarga besar terhadap stabilitas rumah tangga pasangan dewasa awal. Jurnal Sosiologi Nusantara, 8(2), 50–63.
Rosyidah, F. (2021). Dinamika konflik mertua dan menantu dalam perspektif komunikasi keluarga. Jurnal Komunikasi Keluarga, 5(1), 45–57.
Sari, D. P. (2020). Konflik dalam rumah tangga dan penyebabnya di lingkungan keluarga besar. Jurnal Konseling dan Psikoterapi, 4(3), 201–210.
Sukmawati, E. (2019). Kecemasan dan tekanan mental pada perempuan korban konflik rumah tangga. Jurnal Psikologi Trauma, 2(2), 88–101.
UN Women. (2017). Domestic violence and mental health outcomes in women. UN Women.
Wulandari, A. (2021). Faktor-faktor penyebab konflik rumah tangga dalam perspektif psikologi keluarga. Jurnal Ilmiah Keluarga dan Konseling, 12(1), 1–12.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Benedita Ayu Indah, Godensia Alfrida Lagur, Vinsensiana Riani, Ni Luh Sri Diana Pramesti, I Made Mahaardhika (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




