Pandangan Audiens terhadap Ekspresi Gender dalam Konten Edukasi di TikTok @kakakitwil (Oki Ardian)

Authors

  • Rieta Triana Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Author
  • Noni Nabilatun Nufus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Author
  • Ika Arinia Indriyany Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/5ysbcr66

Keywords:

Ekspresi Gender, Konten Edukatif, Respons Audiens, TikTok

Abstract

Platform media sosial, khususnya TikTok, membuka peluang bagi individu untuk mengekspresikan diri, termasuk ekspresi gender, sekaligus memicu berbagai respons dari para audiens. Salah satu kreator yang aktif dalam berinteraksi dengan pengikutnya ialah Oki Ardian atau disebut sebagai Ka Itwil. Ia sering merespons pertanyaan dari audiensnya dan membahas pengalaman kegiatan sehari-hari melalui konten edukatif yang dibagikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang melibatkan analisis berbagai sumber terkait gender, media sosial, serta respons audiens dalam ruang digital. Analisis dilakukan dengan mengacu teori performativitas gender dari Judith Butler, yang melihat gender sebagai identitas yang terbentuk melalui tindakan, cara memperlihatkan tubuh, dan praktik sosial dilakukan berulang kali. Hasil kajian menunjukkan bahwa konten edukasi yang disampaikan tidak hanya menjadi ruang berbagi pengalaman dan nasihat bagi pengikutnya, tetapi memunculkan variasi respons audiens yang dipengaruhi oleh norma sosial mengenai gender. Beberapa audiens menunjukkan dukungannya dan merasa terhubung karena penyampaian yang bisa berkomunikasi dengan baik, sedangkan kelompok lain memberikan kritik karena merasa ekspresi itu tidak sesuai dengan norma gender yang berlaku. Temuan ini menunjukkan media sosial menjadi ruang transaksi dan interaksi sosial, dimana ekspresi gender, nilai-nilai budaya, dan interpretasi audiens saling berinteraksi dalam membentuk makna di ruang digital.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, C. (2023). Influencer Culture and Gendered Self-Presentation. Social Media + Society, 9(2), 1–12.

Abidin, C. (2016). Visibility labour: Engaging with Influencers’ fashion brands and# OOTD advertorial campaigns on Instagram. Media International Australia, 161(1), 86-100.

Alamsyah, F. (2020). Representasi, Ideologi dan Rekontruksi Media. Al-I'lam. Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 92-99.

Angelina, B. (2024). Resepsi audiens pada personal branding Rian Fahardhi sebagai Presiden Gen-Z di akun TikTok @rianfahardhi. Kaghas: Jurnal Ilmu Komunikasi, 6(2), 70–82. https://doi.org/10.47753/kaghas.v6i2.83.

Angelita, N. R., & Khusyairi, J. (2024). Female viewers’ interpretation of beauty influencers on TikTok. Medium: Jurnal Ilmiah Fakultas Ilmu Komunikasi. Medium: Jurnal Ilmiah Fakultas Ilmu Komunikasi, 23–34. doi:https://doi.org/10.25299/medium.v12i1.16137.

Ardianto, L. (2024). Reaksi audiens terhadap native advertising dalam konten TikTok @putridistaki. Communicatio: Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(2), 115–126.

Azkiyai, A. A., & Novalia. (2023). Analisis resepsi audiens pada konten My Make Up Routine dalam akun TikTok @podcastkeselaje. Journal of Research and Publication Innovation, 1(2), 60–70.

Azkia, N. I., & Indriastuti, Y. (2023). Analisis resepsi audiens tentang akun TikTok @codebluuuu (review kuliner pada restoran bintang lima). JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(3), 1021–1030. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i3.3653.

Bordo, S. (2003). Unbearable weight: Feminism, Western culture, and the body. University of California Press.

Budiman, K. (2000). Feminis laki-laki dan wacana gender. Indonesiatera.

Butler , J. (1990). Gender Trouble: Feminism and the Subversion of Identity. New York: Routledge.

Butler, J. (1993). Bodies That Matter: On the Discursive Limits of Sex. New York: Routledge.

Butler, J. (2004). Undoing Gender. New York: Routledge.

Connell, R. W. (2005). Masculinities. University of California Press.

Creswell, J. W. (2009). Research Design : qualitatif, quantitatif, and mixed methods approaches (3rd Edition). London: Sage Publications, Inc.

Creswell, J. W. (2013). Penelitian Kualitatif & Desain Riset. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Fauzan, A., Rindiyani, D., & Tabran, A. (2024). Maskulinitas rapuh di TikTok: Representasi emosi lelaki dalam budaya siber Gen Z. Ghancaran. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 90–102.

Goffman, E. (1979). Gender advertisements. Harvard University Press.

Hakim, L. (2025). Dakwah interaktif di media sosial: Analisis pola komunikasi dan respon audiens di platform TikTok dan Instagram Reels. Al-Jamahiria: Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam, 3(2), 224–236. https://doi.org/10.30983/al-jamahiria.v3i2.10102.

Inayah, Z. R., & Fauzi, A. M. (2024). Pembebasan seksualitas dan gender dalam film The Danish Girl: Studi analisis teori performativitas Judith Butler. Paradigma, 13(1), 131-140.

Indratna, A., Arindawati, W., & Ramdhani, M. (2024). Respon pengikut terhadap konstruksi gender di TikTok: Studi kasus pada akun @brachiokoo. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Sosial (JKOMDIS), 45–55. doi:https://doi.org/10.47233/jkomdis.v5i2.2853

Jacobus, G., & Candraningrum, D. (2025). Analisis resepsi konten berbagi uang di akun TikTok @Williesalim. Prologia, 199–206.

Kakoliris, G. (2021). Judith Butler on Gender Performativity. Philosophy Today, 65(3), 645–660.

Kamisya, A. N., & Setiawan, R. (2024). Konstruksi identitas gender pada remaja pengguna media sosial Twitter. Edu Sociata (Jurnal Pendidikan Sosiologi), 7(1), 162-173.

Khasanah, S., Sutinah, S., & Budirahayu, T. (2024). Representation of women’s bodies on TikTok social media. Journal of Urban Sociology, 1–12.

Kondakciu, K., Souto, M., & Zayer, L. T. (2022). Self-presentation and gender on social media: an exploration of the expression of “authentic selves”. Qualitative Market Research: An International Journal, 25(1), 80-99.

Lloyd, M. (2007). Judith Butler: From Norms to Politics. Cambridge: Polity Press.

López, M. (2020). Gender Performativity in Digital Media Contexts. Journal of Gender Studies, 29(7), 812–825.

Lorber, J. (1994). Paradoxes of gender. Yale University Press.

Mukti, I., & Asriadi, M. (2023). Representasi perempuan pada tayangan video dalam media sosial TikTok. CORE: Journal of Communication Research, 55–64.

Nazlizasandi, A., Imawan, K., & Rahmayanti. (2024). TikTok content analysis on perceptions of masculinity: A case study of @ZAAFERINDONESIA. Athena: Journal of Social, Culture and Society, 15–26.

Nugraeni, A. (2024). Peran Media Sosial dalam Pembentukan Identitas Sosial Anak Muda. LANCAH: Jurnal Inovasi dan Tren, 142-147.

Octaviani, S. (2021). Performativitas dan komodifikasi androgini di media sosial. Jurnal Kawistara, 168–180.

Padilah, N., & Kurniawati, J. (2025). Representasi dan penerimaan audiens terhadap konten @pitahrld di TikTok. MADIA: Jurnal Humas dan Media Kontemporer, 45–56.

Parkins, M., & Parkins, J. (2021). Gender representations in social media and formations of masculinity. Journal of student research, 10(1), 1-11.

Putra, P., Puspitasari, D., & Farisi, R. (2025). Performatif gender dan algoritma: Netnografi beauty influencer pria Indonesia di Instagram. Konvergensi: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 77–92.

Rachma, A. M., & Adiyanto, W. (2024). Resepsi audiens pada konten makeover model produk Rucas di TikTok. Transceiver: Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura, 4(2), 245–261. https://doi.org/10.30598/JIKPvol4iss2pp245-261

Rahmawati, D., & Wibowo, A. (2024). Representasi standar kecantikan perempuan Indonesia dalam konten endorsement produk kecantikan TikTok. Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi, 13(2), 1–14.

Sajidah, H., & Rasyid, A. (2023). Resistensi dan negosiasi identitas gender non-biner di TikTok: Studi kritis tentang representasi dan konstruksi identitas di Indonesia. JRTI: Jurnal Riset Tindakan Indonesia, 8(1), 52–61.

Salih, S. (2002). Judith Butler. London: Routledge.

Salsabila, T. (2024). Unveiling gender performativity through Make Over advertisement: A critical discourse analysis. Language Horizon: Journal of Language Studies, 23–35.

Seo, M., & Leo, H. (2025). Pengaruh Media Sosial Terhadap Pembentukan Identitas Remaja Awal. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikolog, 107-114.

Sihanani, D., & Widhiasti, M. R. (2023). Perfomativitas Gender dan Respons Penonton terhadap Video Dokter Transpuan Pertama di Indonesia. Ekspresi dan Persepsi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 6(2), 286-303.

Sumardiono, N. (2022). Representasi identitas gender influencer laki-laki dengan ekspresi gender feminin di Instagram. Bricolage: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi, 8(1), 109-123.

Tahir, N. A., & Nur, H. (2025). Representasi Identitas Pribadi di Media Sosial. Pinisi Journal of ART, Humanity & Social Studies, 107-126.

Tanvaltin, V., & Yuliana, N. (2024). Preferensi pengguna media sosial TikTok dalam menonton konten TikTok Abe. Jurnal Komunikasi, 15(1), 8–17. https://doi.org/10.31294/jkom.v15i1.12022.

Tobing, L. F. L., & Lekahena, M. (2025). PERUBAHAN STEREOTIP GENDER DALAM MASYARAKAT AKIBAT TIKTOK SEBAGAI MEDIA SOSIAL. Muqoddima: Jurnal Pemikiran dan Riset Sosiologi, 6(1), 27-32.

Wang, Y. (2024). The “female-to-male” phenomenon in short videos: A feminist media analysis. Communications in Humanities Research, 55–67.

West, C., & Zimmerman, D. (1987). Doing gender. Gender & Society, 1(2), 125–151.

Zhu, C., Xu, X., Zhang, W., Chen, J., & Evans, R. (2020). How health communication via Tik Tok makes a difference: a content analysis of Tik Tok accounts run by Chinese provincial health committees. International journal of environmental research and public health, 17(1), 192.

Published

2026-03-15

How to Cite

Triana, R., Nufus, N., & Indriyany, I. A. (2026). Pandangan Audiens terhadap Ekspresi Gender dalam Konten Edukasi di TikTok @kakakitwil (Oki Ardian). Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(1), 908-921. https://doi.org/10.63822/5ysbcr66