Dekonstruksi Maskulinitas Hegemonik dan Reinterpretasi Patriarki dalam Budaya Pernikahan Adat Bugis-Makassar: Analisis Wacana Kritis pada Film “Jodoh 3 Bujang”

Authors

  • Dzakwan Irawan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Author
  • Vanessa Habuzaifah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Author
  • Ika Arinia Indriyany Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/q7a8dw59

Keywords:

Analisis Wacana Kritis, Budaya Bugis-Makassar, Maskulinitas Hegemonik, Patriarki, Uang Panai

Abstract

Relasi antara gender, tradisi budaya, dan media populer semakin menjadi topik fundamental dalam kajian sosial dan politik kontemporer. Dalam masyarakat Bugis-Makassar, tradisi uang panai dalam pernikahan adat sering dipahami tidak hanya sebagai praktik budaya, tetapi juga sebagai mekanisme simbolik yang melegitimasi maskulinitas hegemonik melalui kemampuan ekonomi laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana film “Jodoh 3 Bujang” menegosiasikan maskulinitas hegemonik serta mereinterpretasi narasi patriarki yang tertanam dalam tradisi pernikahan Bugis-Makassar melalui representasi uang panai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis serta Analisis Wacana Kritis (Critical Discourse Analysis) model Norman Fairclough. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi adegan film, transkripsi dialog yang berkaitan dengan relasi gender dan tradisi uang panai, serta studi literatur mengenai budaya Bugis-Makassar, patriarki, dan maskulinitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film tersebut merepresentasikan uang panai sebagai bentuk kapital simbolik maskulinitas yang memperkuat tanggung jawab ekonomi laki-laki serta status sosial dalam struktur patriarki. Namun demikian, alur naratif film juga menampilkan proses negosiasi yang mempertanyakan standar maskulinitas hegemonik yang normatif. Film ini mereinterpretasi makna uang panai melalui transformasi simbolik dengan menampilkan agensi perempuan serta kemungkinan negosiasi nilai patriarki tanpa harus merombak struktur budaya secara radikal. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam kajian gender dan politik dengan menunjukkan bahwa film lokal dapat menjadi ruang diskursif dalam menegosiasikan relasi kuasa gender dalam tradisi budaya dan realitas sosial kontemporer. Oleh karena itu, transformasi nilai patriarki dapat terjadi melalui reinterpretasi simbolik dan diskursif tanpa harus melalui dekonstruksi struktural yang revolusioner.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad Rifai, A. A. (2022). Laki-Laki Madura dalam Kumpulan Esai Madura Niskala Karya Royyan Julian Studi: Maskulinitas. Jurnal Ilmiah Mendala Education, 8(3), 1894-1910.

Ahmad, L. A. (2025). Peran Uang Panai dalam Membentuk Ketimpangan Sosial di Masyarakat Bugis: (Teori Talcott Parsons). SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 4(11), 3668-3676.

Almaida, H. (2023). Tingginya Uang Panai Bugis Sidrap: Mengangkat Derajat Perempuan atau Membebani Laki-Laki untuk Menikah. AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 5(2), 1155-1168.

Angelique, J. (2024). Pernikahan Merariq Sebagai Bentuk Hubungan Sosial dalam Mempertahankan Nilai-Nilai Maskulinitas Suku Sasak. Jurnal Lectura, 1(1), 11-18.

Anggie, C. C. (2024). Reinterpretasi Perempuan Dalam Karya Sastra. Wacana Teologika: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teologi Duta Wacana, 2(1), 35-48.

Anisa Yusfa Salsabilah, S. S. (2025). Korelasi antara Besarnya Uang Panai dengan Frekuensi Terjadinya Silariang dalam Masyarakat Bugis Makassar. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(5), 7807-7813.

Aprilia Rizki Arifah, N. E. (2023). Maskulinitas Tokoh Utama pada Cerita Rakyat Kamandaka. Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 19(2), 239-252.

Ardiansa, J. (2022). PERNIKAHAN DI SUMBAWA: ADAT & MAKNA SIMBOL. Indramayu: Penerbit Adab.

Asmarani, R. (2022). Keselarasan Femininitas dan Maskulinitas dalam Cerpen "The Other Two" Karya Edith Wharton. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 5(2), 341-358.

Asrie Dwi Chaesty, D. M. (2022). Studi Literatur: Uang Panai dalam Adat Pernikahan Suku Bugis Makassar. Jurnal Sinestesia, 12(2), 701-707.

Astafi, R. (2026). Konsep Maskulinitas dan Femininitas: Kajian Pustaka Tentang Peran Identitas Gender dalam Masyarakat. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 6(1), 974-988.

Darwis, H. (2022). Tradisi Uang Panai dalam Adat Pernikahan Suku Bugis (Studi Kasus di Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan). PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 1(3), 222-227.

Dasa Oktaviani BR Ginting, E. S. (2023). Dominasi Maskulinitas Suku Batak: Analisis Konstruksi Budaya Patriarki dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap. Widyaparwa, 51(1), 161-173.

Dede Irpan Nawawi, F. H. (2023). Konstruksi Maskulinitas Tokoh Ayah pada Novel Sabtu Bersama Bapak Karya Adhitya Mulya. Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra, dan Pendidikan, 8(2), 345-355.

Dika Dona Syahputra, M. B. (2023). Budaya Patriarki dan Ketidaksadaran Gender dalam Pendidikan di Desa Bontoraja, Kabupaten Bulukumba. Jurnal Sustainable, 6(2), 608-616.

Febriani Dillawati, M. B. (2022). Representasi Maskulinitas pada Karakter Perempuan dalam Film "Kartini" Karya Hanung Bramantyo. Interaksi Online, 11(1), 180-203.

Fitriyani. (2022). Multicomplex Uang Panai' Terhadap Perempuan dalam Perkawinan Keluarga Muslim Suku Bugis. Tasyri': Journal of Islamic Law, 1(2), 195-214.

Hamam Nasirudin, U. M. (2025). Dinamika Gender dalam Pernikahan: Reduksi Maskulinitas dan Keseimbangan Relasi Suami Istri. Jurnal Al-Wasith: Jurnal Studi Hukum Islam, 10(1), 27-38.

Hasyim, N. (2021). GOOD BOYS DOING FEMINISM: MASKULINITAS DAN MASA DEPAN LAKI-LAKI BARU. Yogyakarta: Buku Mojok Group.

I Subandrio, D. A. (2025). Dominasi Lelaki dan Wacana Tubuh: Membaca Maskulinitas dalam Novel the Story of Jan Dara Karya Utsana Phaleungtham. JENTERA: Jurnal Kajian Sastra, 14(1), 146-156.

Indarwati, N. A. (2025). Representasi Kelas Sosial dalam Film Uang Panai (2016) Menggunakan Teori Hegemoni: Antonio Gramsci Representasi Kelas Sosial dalam Film Uang Panai (2016). JINDAR: Journal of Interdisciplinary Language Studies and Dialect Research, 1(1), 28-38.

Iqbal Abdul Rizal, T. P. (2024). Maskulinitas dan Relasi yang Termediasi dalam Perfect Strangers. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 8(1), 134-145.

Irwandi Adi, A. A. (2025). Manajemen Keuangan Keluarga dalam Tradisi Uang Panai' Bugis: Analisis Ekonomi Islam. Moneta: Jurnal Manajemen & Keuangan Syariah, 4(1), 14-23.

Janitra Hapsari, T. K. (2023). Maskulinitas dan Perilaku Mencari Bantuan Kesehatan Mental pada Laki-Laki di Negara Berkembang: Literature Review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(3), 373-383.

Julian, F. (2023). Representasi Nilai-Nilai Budaya Suku Bugis Terkait Konsep Maskulinitas di Film "Tarung Sarung" (2020). Universitas Islam Indoneisa.

Kusnandar, J. H. (2023). Stigma Maskulinitas di Tengah Budaya Patriarki Analisis Teori Solidaritas Sosial Emile Durkheim. LENTERA: Journal of Gender and Children Studies, 3(1), 26-51.

Maulida Dyah Nur Utari, A. I. (2024). Representasi Maskulinitas Pria dalam Iklan Kahf Edisi Life is a Journey #JalanYangKupilih (Analisa Semiotika Roland Barthes). Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi, 8(1), 112-124.

Michelle Baby Natalie, F. W. (2022). Studi Tokoh Utama Film Mulan: Analisis Resepsi Terhadap Hegemoni Maskulinitas. Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(1), 68-75.

Moch Hasan Hafani, M. N. (2025). Patriarki dan Kekuasaan : Bagaimana Laki-Laki Mengendalikan Kehidupan dalam Keluarga. Jurnal Kajian Hukum Keluarga Islam, 7(1), 1-12.

Muhammad Aris, R. S. (2024). Tradisi Uang Panai dalam Pernikahan Suku Diaspora Suku Bugis (Studi Etnografi pada Masyarakat Kampung Bugis di Desa Serang Banten). Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 14(1), 90-96.

Muhammad Faried Sefthiyan, M. A. (2024). Ketidakadilan Gender dalam Budaya Patriarki. Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak, 3(1), 45-52.

Muhammad Rizki Fauzan Dewanto, A. S. (2025). Resepsi Penonton terhadap Representasi Maskulinitas Hegemoni dalam Tokoh Utama Film Argylle. Jurnal Indonesia: Manajemen Informatika dan Komunikasi, 6(3), 1575-1587.

Muhammad Robbi Sofyan, S. V. (2025). Menantang Patriarki dari Ruang Keluarga: Involved Father dalam Focal Point Gerakan Ayah ASI Indonesia. Rineka: Jurnal Antropologi, 1(1), 13-26.

N Zahrum, A. M. (2023). Tinjauan Hukum Islam terhadap Uang Panai' dalam Tradisi Pernikahan Suku Bugis-Makassar: The Views of Islamic Law Regarding the Uang Panai' in Bugis Wedding Tradition. FUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam, 4(2), 266-282.

Nuri, M. (2024). Tradisi Pemberian Uang Panai dalam Pernikahan pada Masyarakat Sulawesi Selatan Perspektif Maqasid Asy-Syari'ah. Wasatiyah: Jurnal Hukum, 5(2), 29-39.

Prasetiyo, A. B. (2022). Gambaran Maskulinitas dalam Iklan Kopi Caffino di Instagram. Jurnal Communio: Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi, 11(1), 50-62.

Prayogi, R. (2023). MEDIA, WACANA, DAN ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH. Yogyakarta: Selat Media Partners.

Rinaldi, F. A. (2023). Problematika Uang Panai dalam Pernikahan Masyarakat Suku Bugis Bone. PADARINGAN: Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi, 5(1), 1-11.

Robert W Connell, J. W. (2005). Hegemonic Masculinity: Rethinking the Concept. Gender & Society, 19(6), 829-859.

Ruslan, D. A. (2024). Uang Panai' sebagai Salah Satu Syarat Perkawinan pada Suku Bugis Makassar. BAMETI: Customary Law Review, 1(1), 6-9.

Ruth Novelia, N. Z. (2024). Analisis Feminisme Postmodern dalam Film Barbie Live Action: Perlawanan terhadap Patriarki dalam Budaya Modern. Socio-Political Communication and Policy Review, 1(4), 223-238.

Salma Sunaiyah, N. I. (2025). Disrupsi terhadap Patriarki: Representasi Intertekstual Perempuan dalam Film Adaptasi dan Novel Indonesia. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(1), 327-344.

Sri Mulyati, L. T. (2022). Citra Maskulinitas Tokoh Laki Laki dalam Novel Ayat-Ayat Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy dan Implikasinya dalam Pembelajaran Sastra Indonesia di SMA. Jurnal Wahana Pendidikan, 9(1), 43-52.

Sugiarti, E. F. (2022). Representasi Maskulinitas Laki-Laki dalam Cerita Rakyat Nusantara. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajaran, 8(1), 181-196.

Tania Zahirah Salwa, S. I. (2023). Penguasa Tubuh Perempuan oleh Budaya Patriarki dalam Film Yuni. Lenvari: Journal of Social Science, 1(1), 40-54.

Tiara Kiatama, F. I. (2025). Visualisasi Dampak Toksik Maskulinitas pada Pria Dewasa Usia 18-25 Tahun sebagai Kritik terhadap Sistem Patriarki melalui Perancangan Diorama dengan Majas Metafora. Jurnal Strategi Desain dan Inovasi Sosial, 6(2), 101-109.

Utaminingsih, A. (2024). KAJIAN GENDER: BERPERSPEKTIF BUDAYA PATRIARKI. Malang: Universitas Brawijaya Press.

Winardi Aldrian, S. A. (2022). Representasi Maskulinitas pada Sosok Ayah dalam Film (Studi Semiotika Roland Barthes pada Film Fatherhood). Koneksi, 6(1), 176-183.

Wiwin, S. (2025). Kedudukan Hukum Uang Panai' dalam Perkawinan Masyarakat Bugis-Makassar. Jurnal Litigasi Amsir, 12(2), 182-187.

Yostiani Noor Asmi Harini, A. M. (2024). Examining Masculinity in Short Stories "Buaian Rahim Patriarki" by Ni Wayan Wijayanti. Aksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(1), 1-15.

Zahwa Fibrilia Sambayang, A. A. (2024). Gender dan Kebudayaan: Analisis Antropologi. Jurnal Interdisipliner Sosiologi Agama, 4(2), 153-160.

Zalfa Regina Aryavega, S. Y. (2025). Maskulintas Patriarki dalam Novel Mawar, Bukan Nama Sebenarnya Karya Dian Purnomo (Kajian Relasi Kuasa Michel Foucault). Jurnal Sapala, 12(3), 73-82.

Published

2026-03-18

How to Cite

Irawan, D., Habuzaifah, V., & Indriyany, I. A. (2026). Dekonstruksi Maskulinitas Hegemonik dan Reinterpretasi Patriarki dalam Budaya Pernikahan Adat Bugis-Makassar: Analisis Wacana Kritis pada Film “Jodoh 3 Bujang”. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(1), 1021-1044. https://doi.org/10.63822/q7a8dw59