Pendidikan Alternatif bagi Anak Pekerja Migran Ireguler Indonesia oleh Organisasi Permai Pulau Penang, Malaysia

Authors

  • Noviembriyanti Margaretha Hutasoit Universitas Riau Author
  • Ahmad Jamaan Universitas Riau Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/cmsw8g76

Keywords:

Pendidikan Alternatif, Anak Pekerja Migran, Ireguler, Organisasi Permai, Malaysia

Abstract

Pendidikan merupakan hak dasar bagi setiap anak, namun berbeda dengan anak pekerja migran Indonesia (PMI) ireguler di Malaysia. Pada fenomena ini, anak-anak PMI ireguler mengalami keterbatasan mengakses pendidikan formal yang diselenggarakan oleh pemerintah Malaysia karena tidak memiliki dokumen identitas yang mana kondisi ini diturunkan oleh orang tua yang tidak memiliki dokumen identitas juga sehingga mengalami kondisi hambatan administratif keimigrasian untuk mengakses fasilitas-fasilitas umum. Opsi terakhir adalah memasuki sekolah non-formal untuk tetap mendapatkan pendidikan yaitu pendidikan alternatif. Keadaan ini mendorong terbentuknya organisasi Permai dengan programnya yaitu Sanggar Bimbingan Permai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, dokumentasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi Permai berperan sebagai aktor akar rumput (grass-roots) dan aktor agency yang memberikan satu social space sebagai wadah aktivitas migran bukan hanya kegiatan sesekali tapi berkelanjutan dan memperhatikan keterkaitannya dengan negara asal.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Albert, S. (2003). Education: Empowering minds, transforming futures. International Research Journal of Arts and Social Science, 11(4)

Ali, A. M. D., & Yusof, H. (2011). Quality and qualitative studies: the case of validity, reliability and generalizability. Issues in Social and Environmental Accounting, 5(1/2), 25-26.

Anggraeni, H. S., dkk. (2025). Akses pendidikan anak migran Indonesia berdasarkan Convention on the Rights of the Child dan hukum Malaysia. Jurnal Hukum Internasional, 12(2).

Bennett, L. A. (1997). International organizations: Principles and issues. Prentice Hall.

Britannica Dictionary. (n.d.). Society. Dalam Britannica dictionary. Diakses 17 Januari 2026, dari https://www.britannica.com/dictionary/society

Budiono, E. (2025, Juli 14). Kisah PMI ilegal di Malaysia jadi catatan penting. Indonesia.go.id. https://indonesia.go.id/kategori/editorial/9689/kisah-pmi-ilegal-di-malaysia-jadi-catatan-penting?lang=1

Bupati Donggala. (2019). Peraturan Bupati Donggala Nomor 34 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif.

Butler, K. D. (2001). Defining diaspora, refining a discourse. Diaspora, 10(2).

Cambridge Dictionary. (n.d.). Ireguler. Dalam Cambridge dictionary. Diakses 17 Januari 2026, dari https://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/ireguler.

Cambridge Dictionary. (n.d.). Organization. Dalam Cambridge dictionary. Diakses 17 Januari 2026, dari https://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/organization.

Cambridge Dictionary. (n.d.). Undocumented. Dalam Cambridge dictionary. Diakses 2 Agustus 2025, dari https://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/undocumented.

Contemporary Global Legal Justice. (n.d.). Nationality & citizenship. https://cglj.org/human-rights-law/thematic-research-guides/nationality-citizenship/.

Dewanto, P. A. (2024). Indonesian migrant workers in Malaysia: Constructing hybrid transnational communities. [Nama Jurnal/Penerbit].

EBSCO Research Starters. (2021). Children of undocumented immigrants. https://www.ebsco.com/research-starters/sociology/children-undocumented-immigrants.

Efendi, T., & Rahmi, A. (2024). Pemenuhan hak pendidikan bagi anak pekerja migran Indonesia di Klang Lama, Malaysia. Maslahah: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1).

Friedman, M. (1962). Capitalism and freedom. University of Chicago Press.

Grant, S. (2005). International migration and human rights. Global Commission on International Migration.

Haas, H. de, & Fokkema, T. (2011). The effects of integration and transnational ties on international return migration intentions. Demographic Research, 25, 755–782. https://doi.org/10.4054/DemRes.2011.25.24.

Hamonangan, I. (2020). Pasar, tata kelola dan hubungan transnasional di era globalisasi dan implikasinya terhadap ketahanan politik dunia. Jurnal Ketahanan Nasional, 26(1), 55. https://doi.org/10.22146/jkn.52695.

Harahap, S. N. H., & Nurhilmiyah, N. (2024). Status kewarganegaraan pelajar keturunan Indonesia di sanggar bimbingan Kampung Bharu, Malaysia. El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(3), 1787–1798. https://doi.org/10.47467/elmujtama.v4i3.2068.

Harahap, S. N. H., & Nurhilmiyah. (2024). Status kewarganegaraan pelajar keturunan Indonesia di sanggar bimbingan Kampung Bharu, Malaysia. El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(3). https://doi.org/10.47467/elmujtama.v4i3.2068.

Hayek, F. (1944). The road to serfdom. Routledge.

Human Rights Commission of Malaysia (SUHAKAM). (2021). Annual report 2020. SUHAKAM.

Human Rights Watch. (2024, Maret 5). Malaysia: Abusive detention of migrants, refugees. https://www.hrw.org/news/2024/03/05/malaysia-abusive-detention-migrants-refugees.

Immigrants Rising. (2025). Defining ‘undocumented’: Frequently asked questions. https://immigrantsrising.org/resource/defining-undocumented.

International Labour Office. (2004). Towards a fair deal for migrant workers in the global economy (Report IV, International Labour Conference, 92nd Session). International Labour Office.

International Labour Organization. (2015). Migration in South-East Asia: Migration, irregular status and deportation. ILO Regional Office for Asia and the Pacific.

International Organization for Migration. (2025). Malaysia mission overview. https://www.iom.int/countries/malaysia.

International Organization for Migration. (n.d.). Ireguler migration and identity: More than just documents. https://lac.iom.int/en/blogs/ireguler-migration-and-identity-more-just-documents.

International Rescue Committee. (2025, Mei 15). Migrants, asylum seekers, IDPs, refugees and immigrants: What’s the difference? https://www.rescue.org/article/migrants-asylum-seekers-refugees-and-immigrants-whats-difference.

Irwan, Mahfuzi, & Yulfina, A. (2022). Kurikulum anak jalanan sebagai bekal pendidikan alternatif. Jurnal Education for All: Media Informasi Ilmiah Bidang Pendidikan Luar Sekolah, 11(2), 20. https://doi.org/10.24114/jefa.v11i2.51705.

Jannti, P. B., Aisyati, B. A. A., Khotimah, A. K., & Salsabila, F. A. (2023). Pentingnya pendidikan bagi stateless children di Sanggar Bimbingan Permai. Proceeding Seminar Mahasiswa Nasional Mahasiswa Sosiologi, 1(2).

JPNN.com. (2022, Agustus 24). PM Sabri apresiasi kontribusi PMI bagi perekonomian Malaysia. https://www.jpnn.com/news/pm-sabri-apresiasi-kontribusi-pmi-bagi-perekonomian-malaysia.

Kamus Besar Bahasa Indonesia Online. (n.d.). Paspor. Dalam KBBI daring. Diakses 17 Januari 2026, dari https://kbbi.web.id/paspor.

Karding, A. K. (2025, Juni 20). 70 Jalur tikus di Kalbar tembus Malaysia, KemenP2MI dan Forkopimda satukan langkah pencegahan. BP2MI. https://www.bp2mi.go.id/berita-detail/70-jalur-tikus-di-kalbar-tembus-malaysia-kemenp2mi-dan-forkopimda-satukan-langkah-pencegahan.

Karim, M. U. H. F. (2024). Human rights challenges of irregular migrant laborers’ dependent children in Thailand’s construction sectors: An empirical analysis. Journal of Human Rights and Peace Studies, 10(1), 125-150.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI. (2025). Modul pendidikan nonformal. https://emodul.kemdikbud.go.id/.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia Penang. (2020). Laporan kinerja KJRI Penang tahun 2020. KJRI Penang.

KPU. (2021). Data agregat WNI yang tercatat di Perwakilan RI. [Nama Dokumen/Laporan].

Krammer, A. (2024). Universal Declaration of Human Rights, United Nations, 1948. Dalam War crimes, genocide, and the law (hlm. 184–189). https://doi.org/10.5040/9798216033578.0008.

Lambi, R. A. S. (2022). Analisis Peraturan Daerah No. 9 Tahun 2014 tentang Pembinaan Anak Jalanan, Gelandangan, Pengemis, dan Pengamen dalam tinjauan Siyasah Dusturiyah (Studi Kasus di Kecamatan Kadia Kota Kendari) [Diploma thesis, Institut Agama Islam Negeri Kendari]. IAIN Kendari Repository. https://digilib.iainkendari.ac.id/229/3/BAB%20II.pdf.

Laws of Malaysia. (2006). Immigration Act 1959/63 [Act 155]. The Commissioner of Law Revision, Malaysia.

Levitt, P., & Schiller, N. G. (2004). Conceptualizing simultaneity: A transnational social field perspective on society. International Migration Review, 38(3), 1002–1039.

Loganathan, T., Chan, Z. X., Hassan, F., Ong, Z. L., & Majid, H. A. (2022). Undocumented: An examination of legal identity and education provision for undocumented children in Malaysia. PLOS ONE, 17(2), e0263404. (Catatan: Gemini melengkapi data jurnal dari Loganathan et al. agar sesuai format).

Loganathan, T., Chinna, K., Bulgiba, A., & Mani, K. K. (2022). Undocumented migrants: An examination of legal, health, and social vulnerabilities in Malaysia. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(21), 14298. https://doi.org/10.3390/ijerph192114298.

MacPherson, S. (1989). The Convention on the Rights of the Child. Social Policy & Administration, 23(1), 99–101. https://doi.org/10.1111/j.1467-9515.1989.tb00500.x.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2012). Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 tentang Kedudukan Anak di Luar Kawin.

Mas’oed, M. (1990). Ilmu Hubungan Internasional: Disiplin dan metodologi. LP3S.

McCusker, K., & Gunaydin, S. (2015). Research using qualitative, quantitative or mixed methods and choice based on the research. Perfusion, 30(7), 537–542.

Menjívar, C., Agadjanian, V., & Oh, B. (2022). The contradictions of liminal legality: Economic attainment and civic engagement of central american immigrants on temporary protected status. Social Problems, 69(3), 678–698. https://doi.org/10.1093/socpro/spaa052.

Menteri Negara PPPA RI. (2011). Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 07 Tahun 2011.

Ministry of Education Malaysia. (2013). The Malaysia Education Blueprint 2013–2025. Kementerian Pendidikan Malaysia.

Missbach, A., & Palmer, W. (2024). Facilitated but unauthorised return: The role of smugglers in return migration and clandestine border crossings between Malaysia and Indonesia. Journal of Ethnic and Migration Studies, 50(10), 2649–2666. doi:10.1080/1369183X.2022.2156329

NWIRP. (2025). Illegal vs. undocumented: A NWIRP board member’s perspective. https://www.nwirp.org/illegal-vs-undocumented-a-nwirp-board-members-perspective.

Pamuntjak, L. (2019, November 1). Reflections on CRC Article 28. UNICEF Indonesia. https://www.unicef.org/indonesia/stories/reflections-crc-article-28.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan. (2024, Oktober 15). Pendidikan kesetaraan: Menjangkau yang tidak terjangkau. https://www.pesisirselatankab.go.id/rberita/detail/pendidikan-kesetaraan-menjangkau-yang-tidak-terjangkau.

Pemerintah Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Pemerintah Republik Indonesia. (2006). Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.

Pemerintah Republik Indonesia. (2010). Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.

Pemerintah Republik Indonesia. (2019). Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2019 tentang Hak Penyandang Disabilitas.

Perserikatan Bangsa-Bangsa. (1990). Konvensi Internasional tentang Perlindungan Hak-Hak Seluruh Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya.

Pinson, H., & Arnot, M. (2024). When the universal right to education meets the liminal legality of migrant children. Citizenship Studies, 28(8), 818–837. doi:10.1080/13621025.2025.2480027

PKBM Pemimpin Anak Bangsa. (2020). Kurikulum tingkat satuan pendidikan program Paket C (Setara SMA).

Platform for International Cooperation on Undocumented Migrants (PICUM). (2020). FAQ: Undocumented children. https://picum.org/wp-content/uploads/2021/03/FAQs-Migration-policies-detention-and-returns.pdf.

Portes, A. (1999). Conclusion: Towards a new world – The origins and effects of transnational activities. Ethnic and Racial Studies, 22(2), 463–477.

Portes, A., Guarnizo, L. E., & Landolt, P. (1999). The study of transnationalism: Pitfalls and promise of an emergent research field. Ethnic and Racial Studies, 22(2), 217–237.

PUSDATIN BP2MI. (2024). LAPTAH Laporan Publikasi Data PMI 2024. BP2MI.

Razali, R. M., Duraisingam, T. J., & Lee, N. N. X. (2022). Digitalisation of birth registration system in Malaysia: Boon or bane for the hard-to-reach and marginalised? Journal of Migration and Health, 6, 100137. https://doi.org/10.1016/j.jmh.2022.100137.

Reevany Bustami, M., dkk. (2021). Are you happy working in Malaysia? Indonesian migrant workers’ experiences in neighboring Penang Island of the Nusantara Malay Archipelago. Turkish Journal of Computer and Mathematics Education, 12(9), 3002–3016.

Revita, dkk. (2023). Peran Sanggar Bimbingan Ami dalam memberikan pendidikan kepada anak pekerja migran tanpa dokumen di Penang, Malaysia. Jurnal Pendidikan Migran, 7(1).

Sanggar Bimbingan PERMAI Penang. (2025). Pertubuhan masyarakat Indonesia (PERMAI) Penang. https://permai.my.id.

Saragih, I., & Warto. (2025). Model pendidikan non-formal berbasis komunitas Sanggar Bimbingan Permai untuk pendidikan anak imigran Indonesia di Penang, Malaysia. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan, 4(3).

Save the Children Indonesia. (2022, Mei 13). Praktik baik layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) di Kabupaten Sumba Barat. https://savethechildren.or.id/artikel/praktik-baik-paud-hi-sumba-barat.

Shain, Y. (1989). The frontier of loyalty: Political exiles in the age of the nation-state. Wesleyan University Press.

Sofaer, S. (1999). Qualitative methods: What are they and why use them? Health Services Research, 34(5, pt. 2), 1101–1118.

Syamsir, T. (2014). Organisasi & manajemen. Alfabeta.

Teghtsoonian, K. (2020). Neoliberalism and education: Rearticulating the role of the non-state in social protection. Global Social Policy, 20(1), 3–22.

UNESCO. (2025). The right to education. https://www.unesco.org/en/right-to-education.

UNICEF Indonesia. (n.d.). #SetiapAnakBerhak. https://www.unicef.org/indonesia/id/setiap-anak-berhak.

UNICEF. (2025). Child migration and displacement. https://data.unicef.org/topic/child-migration-and-displacement/migration/.

UNICEF. (2025). Convention on the Rights of the Child. https://www.unicef.org/child-rights-convention/convention-text.

United Nations High Commissioner for Refugees. (n.d.). UNHCR glossary of terms. https://www.unhcr.org/glossary.

United Nations Information Service. (n.d.). Secretary-General’s address on the role of the United Nations. https://unis.unvienna.org/unis/en/pressrels/1999/sg2478.html.

United Nations. (2025). International migrant stock 2024: Key facts and figures. www.un.org/development/

Universitas Pendidikan Indonesia. (n.d.). Pentingnya pendidikan untuk masa depan. https://dit-mawa.upi.edu/pentingnya-pendidikan-untuk-masa-depan.

Viviansari, D. B. (2019). Tanggung jawab negara terhadap hak pendidikan anak migran dalam perspektif hak asasi manusia. Jurnal Hukum dan HAM, 4(1).

Yuliawati, E. (2024). Health communication literacy in promoting the healthy community movement among Indonesian migrant workers in Penang – Malaysia. ICCD, 6(1), 161–167. https://doi.org/10.33068/iccd.v6i1.746.

Published

2026-03-23

How to Cite

Margaretha Hutasoit, N., & Jamaan, A. (2026). Pendidikan Alternatif bagi Anak Pekerja Migran Ireguler Indonesia oleh Organisasi Permai Pulau Penang, Malaysia. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(1), 1085-1093. https://doi.org/10.63822/cmsw8g76