Tinjauan Sosiologi Hukum terhadap Implementasi Program Kamis Ber-Adat di SMA Negeri 14 Bandar Lampung
DOI:
https://doi.org/10.63822/mhgdzz63Keywords:
Program Kamis Ber-Adat, sosiologi hukum, pelestarian budaya, Bahasa Lampung, kesadaran budayaAbstract
Penelitian ini membahas implementasi Program Kamis Ber-Adat di SMA Negeri 14 Bandar Lampung dalam perspektif sosiologi hukum sebagai upaya pelestarian budaya Lampung di tengah arus globalisasi dan modernisasi. Program ini dilaksanakan melalui pembiasaan penggunaan Bahasa Lampung, penggunaan pakaian adat, serta penanaman nilai-nilai budaya lokal di lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosialisasi, penyebaran angket, dan studi literatur. Data diperoleh melalui kegiatan sosialisasi “Ruang Jejama Kamis Ber-Adat”, observasi, angket kepada peserta didik kelas X.6 dan X.7, serta kajian terhadap berbagai sumber pustaka dan regulasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Kamis Ber-Adat mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran budaya peserta didik terhadap pentingnya Bahasa Lampung sebagai identitas budaya daerah. Peserta didik memberikan respons positif terhadap pelaksanaan program dan mulai memahami pentingnya menjaga budaya lokal. Meskipun demikian, implementasi penggunaan Bahasa Lampung dalam kehidupan sehari-hari masih belum optimal karena dipengaruhi dominasi Bahasa Indonesia, kurangnya pembiasaan di lingkungan keluarga, serta rendahnya rasa percaya diri peserta didik dalam menggunakan bahasa daerah. Dalam perspektif sosiologi hukum, program ini menunjukkan fungsi hukum sebagai sarana rekayasa sosial untuk membentuk kebiasaan masyarakat dalam menjaga budaya lokal. Keberhasilan program memerlukan dukungan berkelanjutan dari sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah agar pelestarian budaya Lampung dapat berjalan secara efektif dan berkesinambungan.
Downloads
References
Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Makassar: Syakir Media Press.
Adhilia, L. T. F., Wiwin, W., Aris, A., Jufri, S., Syahril, M. A. F., & Yasmin, M. (2025). Pembangunan Hukum Pada Aspek Budaya Hukum Masyarakat. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(1), 3630-3642.
Adilazuarda, M. F., Wijanarko, M. I., Susanto, L., Nur’aini, K., Wijaya, D., & Aji, A. F. (2025). NusaAksara: A multimodal and multilingual benchmark for preserving Indonesian indigenous scripts. arXiv.
Alfiah, A. (2017). Strategi Pelestarian Bahasa Daerah Sebagai Aset Bangsa Melalui Pendidikan Formal Anak Usia Dini. Dalam Seminar Nasional 2017 “Kearifan Lokal dalam Pemertahanan Integrasi Bangsa Indonesia”.
Ashar, A., & Handayani, S. (2025). Dampak globalisasi terhadap pelestarian bahasa daerah di Indonesia. Jurnal Sosiologi Budaya, 12(1), 45–62.
Ashar, D., & Handayani, R. (2025). Pelestarian bahasa daerah untuk melestarikan identitas di generasi muda. Basaya: Jurnal Bahasa, Sastra dan Budaya, 1(2), 40–43.
Batubara, S. M. (2025). Peran pendidikan kebudayaan dalam pelestarian kearifan lokal di sekolah: Tinjauan pustaka. Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, Dan Sosial Humaniora, 3(1), 260-270.
Cantika, C., Susilana, R., & Johan, J. (2025). Integrasi budaya lokal dalam pendidikan sebagai upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahasa daerah. Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 10(2), 112–125.
Cantika, V. M., Susilana, R., & Johan, R. C. (2025). Peran kurikulum dalam pelestarian bahasa daerah: Studi komparatif kurikulum India dan kurikulum Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 10(1), 33–64.
Darmika, I. (2016). Budaya Hukum (Legal Culture) dan pengaruhnya terhadap penegakan hukum di Indonesia. to-ra, 2(3), 429-436.
Eun, B. (2010). From learning to development: A sociocultural approach to instruction. Cambridge Journal of Education, 40(4), 401–418. https://doi.org/10.1080/0305764X.2010.526593
Fadli, M. R. (2021). Implementasi pendidikan karakter berbasis sosiokultural di sekolah menengah atas. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(2), 134–145.
Fathurrahman, Pulungan, S. H., & Munastiwi, E. (2020). Urgensi implementasi pendidikan karakter dalam menjawab dekadensi moral siswa SMA. Tarbawiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 4(2), 148–167. https://doi.org/10.32332/tarbawiyah.v4i2.2320
Fazriyanti, V., Nisa, K., & Amrullah, L. W. Z. (2024). Implementasi Program Sabtu Budaya dalam Penguatan Nilai Pendidikan Karakter Mandiri dan Integritas Siswa SD Negeri 2 Semayan. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(4).
Fuaddiana, A. D., & Fathonah, S. (2025). Penghayatan Nilai Budaya melalui Pakaian Adat Gagrak pada Tradisi Kamis Pon di PAUD Yogyakarta. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(1).
Hidayat, R., & Nurhasanah. (2022). Globalisasi dan tantangan pelestarian budaya lokal di Indonesia. Jurnal Sosial Humaniora, 13(1), 22–31.
Isnaini, H., & Dewi, R. S. (2021). Peran sekolah dalam pelestarian budaya daerah melalui pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(3), 287–298.
John-Steiner, V. (1996). Sociocultural approaches to learning and development: A Vygotskian framework. Educational Psychologist, 31, 191–206. http://dx.doi.org/10.1207/s15326985ep3103&4_4
Juliawan, I. N., & Widana, I. N. A. (2020). Wawasan sosiokultural terhadap peningkatan mutu siswa dalam pendidikan karakter. PINTU: Pusat Penjaminan Mutu, 1(1), 46–52.
Karsiwan, K., Retnosari, L., Lisdiana, A., & Hamer, W. (2023). Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal di Lampung. Social Pedagogy: Journal of Social Science Education, 4(1).
Lickona, T. (1992). Educating for character: How our school can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Lonto, A. L. (2015). Pengembangan model pendidikan karakter berbasis nilai sosio-kultural pada siswa SMA di Minahasa. Mimbar: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 31(2), 319–327. https://doi.org/10.29313/mimbar.v31i2.1416
Mulyana, D., & Setiawan, A. (2024). Bahasa daerah sebagai identitas budaya masyarakat di era digital. Jurnal Ilmu Komunikasi, 22(1), 75–89.
Mulyana, D., & Setiawan, B. (2024). Perubahan orientasi budaya generasi muda terhadap penggunaan bahasa daerah di era digital. Jurnal Komunikasi dan Budaya, 8(4), 201–218.
Mumpuni, A. (2018). Integrasi nilai karakter dalam buku pelajaran: Analisis konten buku teks kurikulum 2013. Deepublish.
Panoyo, Riyanto, Y., & Handayaningrum, W. (2019). Manajemen penguatan pendidikan karakter pada sekolah menengah atas. Jurnal Halaqa, 3(2), 23–43. https://doi.org/10.21070/halaqa.v3i2.2714
Pemerintah Provinsi Lampung (2025). Instruksi Gubernur Nomor 4 Tahun 2025 tentang Hari Kamis Beradat sebagai Upaya Memperkuat Pelestarian Bahasa Daerah dan Budaya Lampung. Lampung: Pemerintah Provinsi Lampung.
Pemerintah Provinsi Lampung. (2025). Kamis beradat resmi berlaku di Lampung, bahasa daerah dan batik jadi identitas. https://share.google/w7uaq0sDaDfB9QQlK
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.
Permatasari, I., Munandar, H., Putri Belawati Pandiangan, A., & Wulandari, P. (2025). Penerapan Pembelajaran Bahasa Daerah dalam Meningkatkan Karakter dan Identitas Budaya Siswa di SDN 011 Sangatta Utara. At-Taksis: Jurnal Pendidikan Dasar PGMI STAI Sangatta, 3(1), 11–22.
Prasetyo, A., & Lestari, D. (2023). Pendidikan multikultural sebagai upaya pelestarian budaya lokal di sekolah. Jurnal Civic Education, 6(2), 119–130.
Putri, SW, & Wulandari, IS (2025). Revitalisasi Bahasa Lampung melalui Pendidikan dan Kebudayaan. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar , 10 (04), 353-362.
Rifka Alkhilyatul Ma’rifat, I Made Suraharta. (2024). Implementasi Program Kamis Nyunda dalam Menumbuhkan Literasi Budaya melalui Kebijakan Penggunaan Pakaian Adat di SD Negeri Cijulang. Nusa Putra University.
Rohman, M., & Mukhibat. (2017). Internalisasi nilai-nilai sosio-kultural berbasis etno-religi di MAN Yogyakarta 3. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 12(1), 31–56. https://doi.org/10.21043/edukasia.v12i1.1771
Rosad, A. M. (2019). Implementasi pendidikan karakter melalui kegiatan pembelajaran di lingkungan sekolah. Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan, 5(02), 173–190. http://dx.doi.org/10.32678/tarbawi.v5i02.2074
Sadliah, P. I., Kurniati, A., & Adnan. (2025). Pelestarian bahasa daerah Wakatobi melalui metode bercerita di TK Wasalabose. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 27659–27665.
Sadliah, S., Kurniati, K., & Adnan, A. (2025). Pembelajaran berbasis budaya lokal untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam penggunaan bahasa daerah. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah, 7(1), 33–48.
Sagita, H., Achyari, A., & Prayogi, R. (2025). Pelestarian Budaya Lampung di Era Globalisasi: Antara Tradisi dan Modernitas. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah, 10(4), 1783–1790.
Saputra, M. A., Wulandari, W., Wahyuni, A., & Pratama, R. A. (2025). Tradisi Besale: Pengobatan Suku Anak Dalam dan Implikasinya dalam Pembelajaran Sejarah. Jurnal Social Pedagogy, 6(1), 59–66.
Supranoto. (2015). Implementasi pendidikan karakter bangsa dalam pembelajaran SMA. Jurnal Program Studi Pendidikan Ekonomi, 3(1), 56–69. http://dx.doi.org/10.24127/ja.v3i1.141
Tiara, M., & Yarni, N. (2019). Pendidikan karakter berwawasan sosiokultural di SMA Kota Padang. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 2(1), 297–302.
Triandana, A., Putra, Y. M., Fitriah, S., Ernanda, E., & Putri, A. K. (2023). Strategi pemertahanan bahasa daerah sebagai bentuk pelestarian bahasa pada generasi muda di kalangan mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Jambi. Estungkara: Jurnal Pengabdian Pendidikan Sejarah, 2(1).
Triandana, A., Putra, Y. M., Fitriah, S., Ernanda, E., & Putri, A. K. (2023). Strategi pemertahanan bahasa daerah sebagai bentuk pelestarian bahasa pada generasi muda di kalangan mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Jambi. Estungkara: Jurnal Pengabdian Pendidikan Sejarah, 2(1).
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Vania Maharani Cantika, Rusman Susilana, dan Rudi Cahyana Johan (2025). Peran Kurikulum dalam Pelestarian Bahasa Daerah: Studi Komparatif Kurikulum India dan Kurikulum Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Volume 10 Nomor 1, hlm. 33–64.
Wardani, L. P. (2025). Integrasi Strategi Pendidikan Budaya dan Penguatan Karakter Bangsa Melalui Optimalisasi Peran Kegiatan Ekstrakurikuler. Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter, 3(5), 40-49.
Widayanti, P. W. (2026). Hukum sebagai Instrumen Rekayasa Sosial dalam Pembentukan Legal consciousness melalui Penerapan ETLE. Equality: Journal of Law and Justice, 3(1), 103-116.
Zaman, B. (2019). Urgensi pendidikan karakter yang sesuai dengan falsafah bangsa Indonesia. Al Ghazali, 2(1), 16–31.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sabrina Birri Sintia, Susilo Susilo, Rizka Nurlita, Rita Fatma Syafira, Anisia Rianti Tamara, Riska Meilisa, Ichwan Karunia, Hendi Efrianto Harianja, Prita Laura, Mira Puji Astuti, Femas Erlangga Dwi Saputra, Nabia Dilla Derma Pratiwi, Putut Ari Sadewo (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




