Teologi Perdamaian dalam Masyarakat Majemuk: Analisis Konflik dan Model Dialog Antar Agama di Indonesia

Authors

  • Petrus Subekti STT Kharisma Author
  • Victor Deak STT Kharisma Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/d222c809

Keywords:

Teologi Perdamaian, masyarakat majemuk, Konflik Antargama, Dialog Antaragama, Kerukunan

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat keberagaman yang tinggi dalam aspek agama, suku, budaya, dan bahasa. Kondisi ini dapat menjadi kekuatan sosial, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teologi perdamaian dalam lima agama, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha, serta mengidentifikasi model dialog antaragama yang relevan dalam masyarakat majemuk di Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara terhadap tokoh agama dan studi literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh agama memiliki nilai-nilai teologis yang mendukung perdamaian, seperti kasih, pengampunan, keadilan, belas kasih, toleransi, penghormatan terhadap martabat manusia, dan pengendalian diri. Penelitian juga menemukan bahwa konflik yang terjadi dalam masyarakat majemuk umumnya tidak bersumber dari ajaran agama itu sendiri, melainkan dipengaruhi oleh prasangka, fanatisme, kesalahpahaman, kesenjangan sosial, serta kepentingan politik tertentu. Selain itu, dialog antaragama dipandang sebagai model yang efektif untuk membangun saling pengertian, memperkuat kerja sama sosial, dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman. Dengan demikian, teologi perdamaian dan dialog antaragama memiliki peran strategis dalam memperkuat persatuan dan kehidupan harmonis di Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al Mufida, A., Juliani, E., Rambe, M. S., Ariska, N., Siregar, N. A., & Uci, U. (2025). Konflik Sosial Berbasis Agama: Penyebab, Dinamika, dan Solusinya. MUDABBIR Journal Research and Education Studies, 5(2), 4345–4358.

Arifianto, Y. A. (2024). Teologi kontekstual untuk perdamaian: Merespons konflik sosial dan agama dalam masyarakat multikultural di era kemajuan teknologi digital. Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual Dan Pelayanan Kristiani, 4(2), 110–120.

Haitomi, F., Sari, M., & Isamuddin, N. F. A. B. N. (2022). Moderasi Beragama dalam Perspektif Kementerian Agama Republik Indonesia: Konsep dan Implementasi. Al-Wasatiyah: Journal of Religious Moderation, 1(1), 66–83.

Heriyanto, Y. Y. (2025). Moderasi Beragama Dalam Perspektif Etika Kristen: Menemukan Titik Temu Dalam Perbedaan. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(3), 3843–3857.

Kaha, S. C. (2020). Dialog Sebagai Kesadaran Relasional Antar Agama: Respons Teologis Atas Pudarnya Semangat Toleransi Kristen-Islam Di Indonesia. Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen Dan Musik Gereja, 4(2), 132–148.

Leso, Y. V. (2026). Dialog Antaragama Sebagai Strategi Membangun Kerukunan Umat Beragama Di Indonesia. Jurnal Ilmu Pendidikan Pancasila, Kewarganegaraan, Dan Hukum, 3(1), 27–35.

Loho, M. I., & Wagiu, M. M. (2022). Penguatan moderasi beragama melalui dialog antar umat beragama. DEDICATIO: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 78–87.

Magnis-Suseno, F. (2008). Etika Kebangsaan, Etika Kemanusiaan. 79 Tahun Sesudah Sumpah Pemuda.

Malau, T. W. (2024). Dialog antaragama dan kontribusi tokoh agama dalam penyelesaian konflik dan implementasinya untuk memperkuat toleransi. Jurnal Magistra, 2(1), 1–18.

Mayasaroh, K. (2020). Toleransi Strategi Dalam Membangun Kerukunan Antarumat Beragama Di Indonesia. Al-Afkar, Journal For Islamic Studies, 77–88.

Muawaroh, M. L. (2018). PENDIDIKAN MORAL SEBAGAI INTERAKSI SOSIAL: Paradigma Islam dan Buddha Dalam Menciptakan Perdamaian. Al-Ibrah: Jurnal Pendidikan Dan Keilmuan Islam, 3(2), 145–177.

Mujiburrahman, R. I., & Kamaruzzaman, R. S. P. (2026). Teladan sang Menteri. Gramedia Pustaka Utama.

Natalia, A. (2016). Faktor-faktor penyebab radikalisme dalam beragama (kajian sosiologi terhadap pluralisme agama di Indonesia).

Prasetiawati, E. (2017). Urgensi pendidikan multikultur untuk menumbuhkan nilai toleransi agama di Indonesia. Tapis: Jurnal Penelitian Ilmiah, 1(02), 272–303.

Rahardjo, K. (2010). Spiritualitas kristiani dan penyembuhan psikososial.

Rahmah, W. (2023). DIALOG ANTARAGAMA PERSPEKTIF AL-QUR’AN: Aktualisasi Islam Kosmopolitan Dalam Meredam Konflik Agama Di Indonesia. Jurnal Moderasi, 3(2), 72–91.

Ronaldo, P., & Riyanto, F. X. E. A. (2025). Relasionalitas Dialogal Jembatan untuk Membangun Komunikasi di Tengah Pluralitas Agama Masyarakat Indonesia: Dialogue Relationality Bridges to Building Communication Amidst the Religious Plurality of Indonesian Society. Jurnal Filsafat Indonesia, 8(1), 133–140.

Saumantri, T. (2023). Teologi Perdamaian Dan Kerukunan Antar Agama Dalam Perspektif Asghar Ali Engineer. Jurnal Pemikiran Islam, 3(2), 92–110.

Sukardiman, S. (2024). Radikalisme agama dalam persepektif Sosiologi Agama. Jurnal Inen Paer, 2(1), 232–249.

Titib, I. (2001). Teologi dan simbol-simbol dalam agama Hindu. (No Title).

WILDON, T. (2025). Urgensi Dialog Antaragama di Indonesia dalam Perspektif Ensiklik Fratelli Tutti. IFTK LEDALERO.

Zalukhu, A. (2025). Ceramah Monolog tentang “Keselamatan oleh Anugerah, Bukan oleh Perbuatan” Berdasarkan Efesus 2: 1–10 di Gereja Kristus Bojong Indah. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 138–152.

Published

2026-06-10

How to Cite

Subekti, P., & Deak, V. . (2026). Teologi Perdamaian dalam Masyarakat Majemuk: Analisis Konflik dan Model Dialog Antar Agama di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(2), 1826-1836. https://doi.org/10.63822/d222c809