Penguatan Identitas Budaya Lokal Melalui Sosialisasi Program Kamis Ber-Adat dalam Kajian Sosiologi Hukum pada Peserta Didik SMA Negeri 14 Bandar Lampung
DOI:
https://doi.org/10.63822/aq722a61Keywords:
identitas budaya lokal, Kamis Ber-Adat, Bahasa Lampung, sosiologi hukum, pelestarian budayaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan identitas budaya lokal melalui sosialisasi Program Kamis Ber-Adat dalam kajian sosiologi hukum pada peserta didik SMA Negeri 14 Bandar Lampung. Program Kamis Ber-Adat merupakan kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung yang mendorong penggunaan Bahasa Lampung dan pemakaian atribut budaya daerah sebagai upaya pelestarian budaya lokal di tengah arus globalisasi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan penyebaran angket kepada peserta didik kelas X.6 dan X.7 SMA Negeri 14 Bandar Lampung. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif melalui perhitungan frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi Program Kamis Ber-Adat memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman dan kesadaran budaya peserta didik. Sebagian besar siswa memahami tujuan program serta menyadari pentingnya Bahasa Lampung sebagai identitas budaya daerah yang perlu dilestarikan. Program ini juga berperan sebagai sarana rekayasa sosial yang membentuk kesadaran budaya melalui proses pembiasaan di lingkungan sekolah. Meskipun demikian, penggunaan Bahasa Lampung dalam kehidupan sehari-hari masih menghadapi kendala berupa rendahnya pembiasaan di lingkungan keluarga, dominasi penggunaan Bahasa Indonesia, serta pengaruh globalisasi dan media digital. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program Kamis Ber-Adat sehingga pelestarian budaya Lampung dapat berjalan secara berkelanjutan.
Downloads
References
Adilazuarda, M. F., Wijanarko, M. I., Susanto, L., Nur'aini, K., Wijaya, D., & Aji, A. F. (2025). NusaAksara: A multimodal and multilingual benchmark for preserving Indonesian indigenous scripts. arXiv.
Adiputra, D. K., Assayid, W. S., Arini, I., & Nugroho, N. (2025). Generasi Muda Pelestari Kearifan Lokal Untuk Inklusi Adat Di Era Modern. PROFICIO, 6(2), 333-339.
Alfiah, A. (2017). Strategi Pelestarian Bahasa Daerah Sebagai Aset Bangsa Melalui Pendidikan Formal Anak Usia Dini. Dalam Seminar Nasional 2017 “Kearifan Lokal dalam Pemertahanan Integrasi Bangsa Indonesia”.
Anggraini, S., Shantiya, D., Prayogi, R., & Nurlelawati, N. (2025). Upaya melestarikan budaya Lampung seruit sebagai simbol kebersamaan dalam budaya kuliner Lampung. Jurnal Selaksa Makna, 1(1), 19–32.
Ashar, D., & Handayani, R. (2025). Pelestarian bahasa daerah untuk melestarikan identitas di generasi muda. Basaya: Jurnal Bahasa, Sastra dan Budaya, 1(2), 40–43.
Asriadi, M., dkk. (2022). Revitalisasi budaya lokal dalam rangka penguatan pendidikan karakter. INTEC Journal, 1(1).
Ayiliah, S. S., & Hasan, Z. (2025). Bentuk-bentuk prosesi adat dan perannya dalam melestarikan Bahasa Lampung. Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 3(5), 789–798.
Cantika, V. M., Susilana, R., & Johan, R. C. (2025). Peran kurikulum dalam pelestarian bahasa daerah: Studi komparatif kurikulum India dan kurikulum Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 10(1), 33–64.
Fahreza, M. Y., Robbani, A., & Fahri, A. (2024). Menyatukan tradisi dan teknologi: Pelestarian budaya Lampung dalam kerangka pendidikan berkelanjutan di era SDGs. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(5), 1990–1998.
Hartanto, D. (2022). Representasi penguatan identitas budaya pada mahasiswa melalui pendidikan sosial budaya di STKIP Al Maksum Langkat. Jurnal Berbasis Sosial, 3(1), 69–79. https://jurnal.stkipalmaksum.ac.id/index.php/jbs/article/view/349
Hidayat, R., & Nurhasanah. (2022). Globalisasi dan tantangan pelestarian budaya lokal di Indonesia. Jurnal Sosial Humaniora, 13(1), 22–31.
Indrawati, M., & Sari, Y. I. (2024). Memahami Warisan Budaya dan Identitas Lokal di Indonesia. Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS, 18(1). https://doi.org/10.21067/jppi.v18i1.9902
Irmania, E. (2021). Pengaruh budaya asing terhadap generasi muda. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 23(1).
Isbandiyah, I., & Supriyanto. (2019). Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Lokal Tapis Lampung sebagai Upaya Memperkuat Identitas Bangsa. Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora, 2(1), 29–43. DOI: 10.31539/kaganga.v2i1.673.
Isnaini, H., & Dewi, R. S. (2021). Peran sekolah dalam pelestarian budaya daerah melalui pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(3), 287–298.
Kadiman Pakpahan, I. (2026). Batak Paripurna Perspektif: Beradat, Bertuhan, dan Bernegara. Penerbit Karya Bakti Makmur (KBM) Indonesia.
Mulyana, D., & Setiawan, A. (2024). Bahasa daerah sebagai identitas budaya masyarakat di era digital. Jurnal Ilmu Komunikasi, 22(1), 75–89.
Oktavia, M., Herpratiwi, & Dewantari, T. (2023). Pengenalan Budaya Lokal Lampung dalam Meningkatkan Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini. Ahsanta Jurnal Pendidikan.
Pemerintah Provinsi Lampung. (2025). Instruksi Gubernur Nomor 4 Tahun 2025 tentang Hari Kamis Beradat sebagai upaya memperkuat pelestarian bahasa daerah dan budaya Lampung.
Pemerintah Provinsi Lampung. (2025). Kamis beradat resmi berlaku di Lampung, bahasa daerah dan batik jadi identitas. https://share.google/w7uaq0sDaDfB9QQlK
Prasetyo, A., & Lestari, D. (2023). Pendidikan multikultural sebagai upaya pelestarian budaya lokal di sekolah. Jurnal Civic Education, 6(2), 119–130.
Putri, M.N.I., dkk. (2025). Revitalisasi tradisi lokal sebagai strategi rekayasa sosial. Jurnal Artefak, 12(2).
Putri, N., dkk. (2025). Peranan Sebuah Bahasa dalam Pembentukan Identitas Budaya Lampung di Ruang Lingkup Masyarakat. Jurnal Punyimbang, 5(2). DOI: 10.23960/punyimbang.v5i2.819.
Putri, S. W., & Wulandari, I. S. (2025). Revitalisasi Bahasa Lampung Melalui Pendidikan dan Kebudayaan. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4). DOI: 10.23969/jp.v10i04.34609.
Rifka Alkhilyatul Ma’rifat, I Made Suraharta. (2024). Implementasi Program Kamis Nyunda dalam Menumbuhkan Literasi Budaya melalui Kebijakan Penggunaan Pakaian Adat di SD Negeri Cijulang. Nusa Putra University.
Sadliah, P. I., Kurniati, A., & Adnan. (2025). Pelestarian bahasa daerah Wakatobi melalui metode bercerita di TK Wasalabose. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 27659–27665.
Salam, L. F., & Hunava, N. (2024). Menjaga Bahasa, Merawat Bangsa: Strategi Pelestarian Bahasa Daerah. Basaya: Jurnal Bahasa, Sastra dan Budaya, 1(1).
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sulaiman, F. (2025). Pendekatan budaya dalam rekayasa sosial. Journal Edutech.
Supriyono, Anggraini, T. R., Febrianti, A. N., Yasir, M., & Ashari. (2022). Peranan Mulok Bahasa Lampung dalam Upaya Pelestarian Bahasa dan Budaya Lampung di SD Negeri 1 Pelita Bandar Lampung. Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 7(1).
Syani. (2015). Manajemen pendidikan berbasis budaya lokal Lampung (Analisis eksploratif mencari basis filosofis). Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 12(1).
Triandana, A., Putra, Y. M., Fitriah, S., Ernanda, E., & Putri, A. K. (2023). Strategi pemertahanan bahasa daerah sebagai bentuk pelestarian bahasa pada generasi muda di kalangan mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Jambi. Estungkara: Jurnal Pengabdian Pendidikan Sejarah, 2(1).
Zuriah, N., & Sunaryo, H. (2018). Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. SOSIOHUMANIKA, 11(2).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Atikah Ramadhani, Edi Siswanto, Zaskia Falia Putri, Fina Tri Nur Maharani, Irma Yunita, Komang Windasari, Ratri Pramudita, Della Soraya, Adinda Salsabila Rizki Oktavia, Najua Fauzani, Nourel Islamay Diandra, Yashinta Zahra Alfitri, Raden Muhammad Setiawan, Teki Prasetyo Sulaksono (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




