Pengetahuan Masyarakat Dalam Mencegah Hama Babi di Kabupaten Muna Barat

Authors

  • Hidayah Rahman Universitas Halu Oleo Author
  • Sukmawati Sukmawati Universitas Halu Oleo Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/61vz5f04

Keywords:

pengetahuan masyarakat, hama babi, kearifan lokal, ritual pertanian, pengendalian hama terpadu

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengetahuan masyarakat dalam mencegah hama babi di Desa Nihi, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Artikel ini ditempatkan dalam diskusi tentang pengetahuan ekologi tradisional, pengendalian hama terpadu, dan konflik manusia dengan satwa liar. Hasil penelitian menunjukkan dua sistem pengetahuan yang saling melengkapi, yaitu pengetahuan tradisional dan pengetahuan praktis modern. Pengetahuan tradisional tampak melalui pemasangan ghala, ritual Kasalasa dan Kafematai, serta falia dalam berkebun. Praktik tersebut mengatur relasi petani dengan lahan, tanaman, otoritas spiritual, dan norma kolektif. Pengetahuan modern tampak melalui penggunaan dari, kapur barus, kain bekas beraroma, dan kawat duri. Cara tersebut memperkuat perlindungan tanaman melalui penghalang fisik dan aroma. Penelitian ini menegaskan bahwa pencegahan hama babi di Desa Nihi merupakan bentuk pengetahuan adaptif, karena praktik lokal tetap bermakna secara budaya dan alat modern berfungsi sebagai penguat praktis. Artikel ini berkontribusi pada kajian antropologi mengenai risiko agraris, kearifan lokal, dan pengelolaan hama berbasis budaya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adisel. (2015). Transformasi masyarakat petani dari tradisional ke modern. IPB Press.

Altieri, M. A., & Nicholls, C. I. (2004). Biodiversity and pest management in agroecosystems (2nd ed.). Haworth Press.

Badan Pusat Statistik. (2024). Keadaan angkatan kerja di Indonesia Februari 2024. Badan Pusat Statistik.

Berkes, F. (1999). Sacred ecology: Traditional ecological knowledge and resource management. Taylor & Francis.

Bobek, B., Chrzan, A., Furtek, J., Kłyś, M., Merta, D., & Wojciuch-Płoskonka, M. (2025). Patterns of agricultural crop damage by wild boar (Sus scrofa) in South-Western Poland. Animals, 15(23), 3500. https://doi.org/10.3390/ani15233500

Chaves, P., Schaafsma, M., Dabo, D., Lomba, J. Z., Mane, F., de Lima, R. F., Palmeirim, J. M., Rocha, R., Seck, S., Biai, J., Timóteo, S., Meyer, C. F. J., & Rainho, A. (2024). Friend or foe? Attitudes of rice farmers toward wild animals in West Africa. Ecology and Society, 29(4), 24. https://doi.org/10.5751/ES-15486-290424

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2024). Integrated Pest Management (IPM). FAO.

Galley, W., & Anthony, B. P. (2024). Beyond crop-raiding: Unravelling the broader impacts of human-wildlife conflict on rural communities. Environmental Management, 74, 590-608. https://doi.org/10.1007/s00267-024-02018-9

Habiyaremye, A., & Korina, L. (2021). Indigenous knowledge systems in ecological pest control and post-harvest rice conservation techniques: Sustainability lessons from Baduy communities. Sustainability, 13(16), 9148. https://doi.org/10.3390/su13169148

Jaya, K., Ratnawati, Sudewi, S., & Sayani. (2023). Influences on farmer behavior in integrated pest management: IPM knowledge, local wisdom, and motivation in Palu City. International Journal of Design & Nature and Ecodynamics, 18(4), 983-988. https://doi.org/10.18280/ijdne.180426

Koentjaraningrat. (1984). Kebudayaan Jawa. Balai Pustaka.

Lathifah, S. S., Widodo, A., Kaniawati, I., & Sriyati, S. (2024). Local wisdom in agriculture of Urug Indigenous Village as an alternative biology learning resource. KnE Social Sciences, 322-332.

Miettinen, E., Pellikka, J., Kunnasranta, M., & Huitu, O. (2024). Agricultural damage following the recent expansion of wild boar (Sus scrofa): Farmer perceptions and preconditions. International Journal of Pest Management, 1-12. https://doi.org/10.1080/09670874.2024.2313966

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Pratama, M. Y., Azhar, & Jamaluddin. (2019). Rancang bangun prototype sistem pengaman hama babi pada perkebunan berbasis Internet of Things. Jurnal TEKTRO, 3(1), 48-57.

Setiawan, P. (2022). Purwarupa sistem deteksi babi hutan pada pertanian jagung menggunakan metode deteksi objek berbasis Internet of Things [Skripsi, Universitas Komputer Indonesia].

Suherman, A. R., & Junaeda, S. (2024). Tradisi Akkammi' Batara' di Tritiro Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 3(6), 902-913.

Suryaningsi, T. (2017). Falia dalam sistem perladangan orang Muna. Walasuji: Jurnal Sejarah dan Budaya, 8(2), 381-394.

Tampakis, S., Papageorgiou, A. C., Karanikola, P., & Arabatzis, G. (2023). Managing the conflict of human-wildlife coexistence: A community-based approach. Land, 12(4), 832. https://doi.org/10.3390/land12040832

Yang, G., Peng, C., Yang, X., Guo, Q., & Su, H. (2024). Habitat suitability and crop damage risk caused by wild boar in Guizhou Plateau, China. Journal of Wildlife Management, 88, e22542. https://doi.org/10.1002/jwmg.22542

Zhou, W., Arcot, Y., Medina, R. F., Bernal, J., Cisneros-Zevallos, L., & Akbulut, M. E. S. (2024). Integrated pest management: An update on the sustainability approach to crop protection. ACS Omega, 9(40), 41130-41147. https://doi.org/10.1021/acsomega.4c06628

Published

2026-07-07

How to Cite

Rahman, H., & Sukmawati, S. (2026). Pengetahuan Masyarakat Dalam Mencegah Hama Babi di Kabupaten Muna Barat. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(3), 2554-2562. https://doi.org/10.63822/61vz5f04