Dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap Status Gizi Siswa Sekolah Dasar: Studi Komparatif pada SD Swasta Ikal Bulog dan SD Negeri 005 Bangko Kiri Tahun Ajaran 2025/2026
DOI:
https://doi.org/10.63822/x9qdjd98Keywords:
Program Makan Bergizi Gratis, status gizi, stunting, antropometri, siswa sekolah dasarAbstract
Stunting masih menjadi masalah gizi kronis yang serius di Indonesia, dengan prevalensi nasional sebesar 21,5% pada tahun 2024, jauh di atas ambang batas yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu di bawah 14%. Sebagai upaya penanggulangan, pemerintah meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Januari 2025 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Program MBG terhadap status gizi siswa sekolah dasar serta membandingkan status gizi antara siswa penerima dan non-penerima MBG. Penelitian menggunakan desain kuantitatif komparatif dengan pendekatan cross sectional pada 44 siswa kelas IV, terdiri atas 20 siswa penerima MBG di SD Swasta IKAL BULOG dan 24 siswa non-penerima MBG di SD Negeri 005 Bangko Kiri. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri (tinggi badan, berat badan, dan indeks massa tubuh) dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, uji Chi-Square, uji t independen, serta analisis regresi dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penerimaan Program MBG dengan status gizi siswa (χ² = 0,978; p = 0,323), tidak terdapat perbedaan rata-rata IMT yang signifikan antara kelompok penerima (19,54) dan non-penerima MBG (19,45) (p = 0,934), serta model regresi hanya mampu menjelaskan 4,5% variasi status gizi siswa (R² = 0,045; p = 0,385). Temuan ini mengindikasikan bahwa dalam konteks penelitian ini, Program MBG belum menunjukkan pengaruh signifikan terhadap status gizi siswa, dan status gizi kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti pola makan keluarga, kondisi sosial ekonomi, dan akses layanan kesehatan. Penelitian lanjutan dengan cakupan sampel yang lebih luas dan variabel kontrol yang lebih komprehensif disarankan untuk memperkuat validitas temuan.
Downloads
References
Agustini, N. (2025). Dampak Program Makan Bergizi Gratis terhadap status gizi anak sekolah. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia.
Almatsier, S. (2019). Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Badan Gizi Nasional. (2025). Laporan monitoring dan evaluasi Program Makan Bergizi Gratis. Jakarta: BGN.
Hanafi, A., dkk. (2025). Implementasi Program Makan Bergizi Gratis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Jurnal Pendidikan dan Kesehatan.
Hardinsyah, & Supariasa, I. D. N. (2017). Ilmu gizi: Teori dan aplikasi. Jakarta: EGC.
Hastuti, S., dkk. (2025). Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis pada anak usia sekolah. Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang standar antropometri anak. Jakarta: Kemenkes RI.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Supariasa, I. D. N., Bakri, B., & Fajar, I. (2016). Penilaian status gizi. Jakarta: EGC.
World Health Organization. (2020). Malnutrition. Geneva: WHO.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Palma Juanta, Purnama Sari, Ravita Marsanda, Orra Yasobam Harefa (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




