Pemahaman Mahasiswa Terhadap Radikalisme di Era Digital: Analisis Peran Media Sosial Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi
DOI:
https://doi.org/10.63822/gnfcgz60Keywords:
radikalisme, mahasiswa, media sosial, berpikir kritis, literasi digitalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemahaman mahasiswa mengenai radikalisme, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta mengkaji peran media sosial dalam membentuk persepsi tersebut. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan mahasiswa dari empat perguruan tinggi di Jabodetabek (UI, UNAS, POLIMEDIA, dan UIN Jakarta). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memandang radikalisme tidak hanya sebagai kekerasan fisik, melainkan sebagai ideologi ekstrem, intoleran, fanatisme berlebihan, dan pemaksaan kehendak. Faktor internal seperti pemahaman agama yang dangkal juga dapat memicu radikalisme, sementara kemampuan berpikir kritis menjadi bentuk pertahanan utama. Secara eksternal, lingkungan keluarga dan teman sebaya berfungsi sebagai agen pencegah yang efektif. Di dunia digital, media sosial sangat memengaruhi cara pandang mahasiswa karena sistem algoritma yang terus menampilkan konten serupa dan adanya pengaruh opini dari para influencer. Namun, kapasitas intelektual dan kemampuan menyaring informasi yang baik membuat mahasiswa tetap berhati-hati dengan selalu memeriksa kebenaran berita sebelum menarik kesimpulan.
Downloads
References
Anin, T., Kamlasi, A. Y., Kollo, F. L., Dubu, T. G., Selan, E. M., & Riwu, D. (2025). Peran Media Sosial dalam Mencegah Bahaya Radikalisme di Kalangan Generasi Muda. Jurnal Pendidikan IPS, 15(4), 1469–1476. https://doi.org/10.37630/jpi.v15i4.3667
Sufyan, S., Wahidin, K., & Maulana, M. A. (2022). Pendekatan non-penal dalam upaya deradikalisme di lingkungan kampus. Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran, 10(1), 1–11. https://doi.org/10.24269/dpp.v10i1.6220
Hadziq, A. (2019). Nasionalisme organisasi mahasiswa Islam dalam menangkal radikalisme di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 4(1), 50–59. https://doi.org/10.25299/al-thariqah.2019.vol4(1).2791
Saputra, M. N. A., Mubin, M. N., Abrori, A. M., & Handayani, R. (2021). Deradikalisasi paham radikal di Indonesia: Penguatan kurikulum pendidikan Islam berbasis moderasi. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 6(2), 282–296. https://doi.org/10.25299/al-thariqah.2021.vol6(2).6109
Zubair, M., Alqadri, B., & Artina, F. (2022). Kesadaran mahasiswa terhadap penyebaran paham radikalisme melalui media literasi online. Supremasi: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya, 17(1), 1–12. https://doi.org/10.26858/supremasi.v17i1.33263
Fanindy, M. N., & Mupida, S. (2021). Pergeseran literasi pada generasi milenial akibat penyebaran radikalisme di media sosial. Millah: Journal of Religious Studies, 20(2), 269–296. https://doi.org/10.20885/millah.vol20.iss2.art1
Bastian, O. A., Rahmat, H. K., Basri, A. S. H., Rajab, D. D. A., & Nurjannah, N. (2021). Urgensi Literasi Digital dalam Menangkal Radikalisme pada Generasi Millenial di Era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 23(1), 126–133. https://doi.org/10.26623/jdsb.v23i1.3082
Cinelli, M., De Francisci Morales, G., Galeazzi, A., Quattrociocchi, W., & Starnini, M. (2021). The echo chamber effect on social media. Proceedings of the National Academy of Sciences, 118(9).
Gaspersz, R., Pelamonia, M., Izaak, D., & Yoris, J. (2025). Peran Influencer Media Sosial dalam Membentuk Opini Publik: Systematic Literature Review pada Studi Kasus di Indonesia. Jurnal Badati, 6(2), 253–266. https://doi.org/10.38012/jb.v6i2.1437
Leuape, E. (2023). Radikalisme dan Ikhtiar Kapabilitas Literasi Informasi pada Persepsi Kelompok Mahasiswa. Jurnal Communio: Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi, 12(1), 44–58.
Raza, A. M., Aulia, N., & Sopian, S. (2025). The Echo Chamber Effect: Analisis Sosiologis Peran Algoritma Media Sosial dalam Pembentukan Solidaritas dan Polarisasi Kelompok di Indonesia. Jurnal Bincang Komunikasi, 3(1), 39–52.
Budijanto, O. W., & Rahmanto, T. Y. (2021). Pencegahan paham radikalisme melalui optimalisasi pendidikan hak asasi manusia di Indonesia. Jurnal HAM, 12(1), 57–74.
Lestari, S. A. (2021). Pengaruh mata kuliah pendidikan Pancasila dan pendidikan kewarganegaraan terhadap sikap ideologi Pancasila mahasiswa. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 6(2), 445–454.
Anwar, K. (2014). Pemikiran radikalisme Islam: Akar teologis dan solusi konseptual. Jurnal Ilmiah Islam Futura, 14(1), 100–118.
Bargh, J. A., & McKenna, K. Y. A. (2004). The internet and social life. Annual Review of Psychology, 55, 573–590.
Halpern, D. F. (2014). Thought and knowledge: An introduction to critical thinking (5th ed.). Routledge.
Rokhmad, A. (2012). Radikalisme Islam dan upaya deradikalisasi paham radikal. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 20(1), 79–114.
Suryadi, D., & Wijaya, K. (2024). Peran literasi digital dan karakter kebangsaan dalam menangkal narasi intoleransi di perguruan tinggi. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 12(3), 210–225.
Hakim, L. (2018). Peran pendidikan dalam mencegah radikalisme di kalangan generasi muda. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(2), 155–166.-----------------
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Afathiyah Putri, Nasywa Rahadatul Aisy, Orci Alex Sandra Taneo, Daffa Muhammad, Erlangga Putra Pradipta, Cristian Nainggolan, Muhammad Raka Noviandra, Mochdar Soleman (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




