Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk atas Narasi #KaburAjaDulu dalam Video Youtube Pandji Pragiwaksono
DOI:
https://doi.org/10.63822/hapzn572Keywords:
analisis wacana kritis, Van Dijk, #KaburAjaDulu, hegemoni, digital capitalism, YouTubeAbstract
Penelitian ini mengkaji bagaimana wacana #KaburAjaDulu dikonstruksi pada level teks dan konteks sosial dalam video YouTube “Kabur Aja Dulu” karya Pandji Pragiwaksono. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan model Analisis Wacana Kritis (AWK) Teun A. Van Dijk yang diperkaya Teori Hegemoni Antonio Gramsci dan konsep digital capitalism, penelitian ini menganalisis struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro video tersebut, serta konteks sosial-politik yang melingkupinya. Data primer berupa transkrip verbatim video berdurasi 38 menit, dilengkapi data sekunder berupa komentar penonton dan pemberitaan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level teks, wacana dibangun melalui skema tiga tahap, yakni pembingkaian historis, kritik sistemik, dan penetapan tanggung jawab kepada negara dengan didukung pilihan linguistik strategis seperti kata ganti inklusif-konfrontatif dan metafora jalan raya yang berulang. Pada level konteks sosial, wacana ini terbukti menjadi medan kontestasi nyata, dibuktikan oleh data migrasi empiris, bantahan langsung dari pejabat publik, dan resonansi kuat di kalangan penonton. Melalui kerangka Gramsci, video ini bekerja sebagai praktik kontra-hegemoni digital dengan Pandji berposisi sebagai intelektual organik. Namun, pertumbuhan subscriber dan performa konten pasca-unggahan menunjukkan bahwa posisi kritisnya sekaligus tertanam dalam logika digital capitalism, di mana keuntungan ekonomi dan wacana kritis bukan dua hal yang saling meniadakan, melainkan terjalin secara struktural bagi kreator konten digital.
Downloads
References
Badan Pusat Statistik. (2025). Tingkat Pengangguran Terbuka Berdasarkan Tingkat Pendidikan. Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTE3OSMy/tingkat-pengangguran-terbuka-berdasarkan-tingkat-pendidikan.html
Christina Purwanti, I., Suandi, I. N., Sudiana, I. N., & Dewantara, I. P. M. (2025). Critical Discourse Analysis (CDA) Using Teun A. van Dijk’s Model on the “Kabur Aja Dulu” Hashtag in the Kompas.com News Channel. International Journal of Multilingual Education and Applied Linguistics, 2(2), 65–72. https://doi.org/10.61132/ijmeal.v2i2.337
CNN Indonesia. (2025a). Nusron Sebut Tren #KaburAjaDulu Tanda Warga Tak Cinta Tanah Air. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20250218064008-32-1199395/nusron-sebut-tren-kaburajadulu-tanda-warga-tak-cinta-tanah-air
CNN Indonesia. (2025b). Raffi Ahmad Ingin Ganti Hashtag KaburAjaDulu, Netizen Geram. https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20250221072354-234-1200810/raffi-ahmad-ingin-ganti-hashtag-kaburajadulu-netizen-geram
De Putri, S., & Toni, A. (2024). Analisis Percakapan Netizen pada Channel Youtube @TotalPolitik sebagai Media Ruang Publik Komunikasi Politik. SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya, 26(2), 151–169. https://doi.org/10.23960/sosiologi.v26i2.1389
Dijck, J. van, Poell, T., & Waal, M. de. (2018). The Platform Society: Public Values in a Connective World. Oxford University Press.
Dijk, T. A. van (Ed.). (2011). Discourse and Communication: New Approaches to the Analysis of Mass Media Discourse and Communication. W. de Gruyter. https://doi.org/10.1515/9783110852141
Fuchs, C. (2024). Critical Theory Foundations of Digital Capitalism: A Critical Political Economy Perspective. tripleC: Communication, Capitalism & Critique, 22(1), 148–196. https://doi.org/10.31269/triplec.v22i1.1454
Goldhaber, M. H. (1997). The Attention Economy and the Net. First Monday. https://doi.org/10.5210/fm.v2i4.519
Gramsci, A. (1971). Selections from the Prison Notebooks.
Ismail, I. H. (2024). Pendekatan Kualitatif.
Kompas.com. (2023). Dirjen Imigrasi: 3.912 WNI Potensial Jadi WN Singapura Sepanjang 2019–2022. Kompas.com.
Koswara, A., & Herlina, L. (2025). #KaburAjaDulu: Analisis Fenomena Media Sosial sebagai Ekspresi Kekecewaan Masyarakat terhadap Kondisi Ekonomi, Sosial, dan Keadilan di Indonesia di X. Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital, 99–110. https://doi.org/10.29313/jrjmd.v5i1.6934
Pranata, R., & Riyanta, S. (2025). Digital Activism in the Echo of #KaburAjaDulu on Social Media. https://doi.org/10.55324/iss.v4i4.928
Ryazinharwa, H., Ummu, L., Zen, F. F., Safitri, D. N., & Mansyur, H. (2025). Analisis Isi Berita #KaburAjaDulu di Media Online CNBC Indonesia. Open Access, 8(4). https://doi.org/10.9963/xmr1b960
Tempo.co. (2025). Serba-Serbi #KaburAjaDulu. https://www.tempo.co/infografik/infografik/serba-serbi-kaburajadulu-1208354
The Conversation. (2025). Tren #KaburAjaDulu: Peringatan bagi Pemerintah sebelum Kehilangan Generasi Berkualitas. https://theconversation.com/tren-kaburajadulu-peringatan-bagi-pemerintah-sebelum-kehilangan-generasi-berkualitas-250277
We Are Social, & Meltwater. (2025). Digital 2026: Top Digital and Social Media Trends in Indonesia. https://wearesocial.com/id/blog/2025/11/digital-2026-top-digital-and-social-media-trends-in-indonesia
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Adia Ismaya Febryanti, Fransiscus Xaverius Sri Sadewo (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




