Kebebasan Berpikir dan Tanggungjawab Moral Dalam Pendidikan: Tinjauan Filsafat Ilmu dan Etika Kristen

Authors

  • Vonny Tjutjung STT Kharisma-Bandung Author
  • Victor Deak STT Kharisma-Bandung Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/5a2sq879

Keywords:

Kebebasan berpikir, Tanggung jawab moral, Pendidikan, Filsafat ilmu , Etika kristen

Abstract

Pendidikan modern kerap menempatkan kebebasan berpikir sebagai nilai tertinggi yang harus dijunjung tanpa batas, sementara dimensi tanggung jawab moral sering terpinggirkan dalam wacana akademik. Tulisan ini mengkaji relasi antara kebebasan berpikir dan tanggung jawab moral dalam konteks pendidikan melalui dua lensa: filsafat ilmu dan etika Kristen. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research), tulisan ini menelusuri bagaimana epistemologi Barat mulai dari rasionalisme, empirisme, hingga postmodernisme memaknai kebebasan intelektual, dan membandingkannya dengan pandangan etika Kristen yang menempatkan kebebasan manusia dalam kerangka tanggung jawab di hadapan Allah (coram Deo). Hasil kajian menunjukkan bahwa kebebasan berpikir yang otentik tidak bertentangan dengan tanggung jawab moral, melainkan justru menemukan maknanya yang penuh ketika keduanya berjalan beriringan. Filsafat ilmu menegaskan bahwa aktivitas berpikir ilmiah selalu terikat pada norma-norma epistemik dan etis tertentu, sementara etika Kristen menawarkan fondasi ontologis bagi tanggung jawab tersebut, yaitu manusia sebagai gambar Allah (imago Dei) yang dipanggil untuk berpikir secara benar dan bertanggung jawab. Tulisan ini merekomendasikan agar pendidikan khususnya pendidikan Kristen mengembangkan model pembelajaran yang memupuk kebebasan berpikir kritis sekaligus menanamkan kesadaran akan tanggung jawab moral peserta didik terhadap Tuhan, sesama, dan ciptaan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alkitab Terjemahan Baru. (1974). Lembaga Alkitab Indonesia.

Bavinck, H. (2004). Reformed Dogmatics, Volume 2: God and Creation (J. Bolt, Ed.; J. Vriend, Trans.). Baker Academic. (Karya asli diterbitkan 1908)

Kant, I. (1785). Grundlegung zur Metaphysik der Sitten [Groundwork of the Metaphysics of Morals]. Johann Friedrich Hartknoch.

Kant, I. (1784). Beantwortung der Frage: Was ist Aufklärung? [An Answer to the Question: What is Enlightenment?]. Berlinische Monatsschrift.

Kuhn, T. S. (1962). The Structure of Scientific Revolutions. University of Chicago Press. Lyotard, J.-F. (1979). La Condition postmoderne: Rapport sur le savoir [The Postmodern

Condition: A Report on Knowledge]. Les Éditions de Minuit.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed.). Sage Publications.

Niebuhr, R. (1941). The Nature and Destiny of Man: A Christian Interpretation. Charles Scribner's Sons.

Popper, K. R. (1959). The Logic of Scientific Discovery. Hutchinson & Co. (Karya asli diterbitkan 1934 sebagai Logik der Forschung)

Van Til, C. (1969). A Christian Theory of Knowledge. Presbyterian and Reformed Publishing Company.

Published

2026-08-09

How to Cite

Tjutjung, V., & Deak, V. (2026). Kebebasan Berpikir dan Tanggungjawab Moral Dalam Pendidikan: Tinjauan Filsafat Ilmu dan Etika Kristen. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(3), 3297-3302. https://doi.org/10.63822/5a2sq879