Dampak Perubahan Sosial Terhadap Solidaritas Sosial Petani dalam Masyarakat Dayak Ribun di Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau

Authors

  • Yosi Velani Universitas Tanjungpura Author
  • Mukhlis Mukhlis Universitas Tanjungpura Author
  • Sudirman Sudirman Universitas Tanjungpura Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/d2km3839

Keywords:

Perubahan Sosial; Solidaritas Sosial; Petani; Dayak Ribun; Modernisasi Pertanian; Kecamatan Kembayan.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan solidaritas sosial petani Dayak Ribun, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya, serta mengkaji dampak perubahan sosial terhadap solidaritas sosial masyarakat Dayak Ribun di Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis penelitian menggunakan teori solidaritas sosial Émile Durkheim yang membedakan solidaritas mekanik dan solidaritas organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solidaritas sosial masyarakat Dayak Ribun masih tergolong kuat dan tercermin dalam kegiatan gotong royong, kerja sama pertanian, kegiatan adat, serta hubungan kekerabatan yang erat. Namun, perkembangan teknologi pertanian, meningkatnya penggunaan tenaga kerja upahan, dan perubahan orientasi ekonomi telah mendorong munculnya solidaritas organik. Masyarakat Dayak Ribun saat ini berada pada fase transisi sosial, di mana solidaritas mekanik dan solidaritas organik berkembang secara bersamaan. Faktor-faktor yang memengaruhi solidaritas sosial meliputi budaya dan adat istiadat, hubungan kekerabatan, kondisi ekonomi, perkembangan teknologi pertanian, serta perbedaan pandangan antar generasi. Perubahan sosial memberikan dampak positif berupa meningkatnya produktivitas pertanian, diversifikasi mata pencaharian, dan bertambahnya pengetahuan masyarakat. Di sisi lain, perubahan tersebut juga menyebabkan berkurangnya intensitas gotong royong dan meningkatnya hubungan kerja berbasis upah. Meskipun demikian, nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan adat istiadat masih tetap dipertahankan sebagai modal sosial masyarakat Dayak Ribun.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Hidir, A., & Malik, R. (2024). Teori sosiologi modern. Yayasan Tri Edukasi Ilmiah.

Leli, K., Juliansyah, V., & Efriani. (2023). Transformasi sosial ekonomi masyarakat Dayak Iban dalam era industrialisasi perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Sanggau. Jurnal Analisa Sosiologi, 12(3), 651–670. https://doi.org/10.20961/jas.v12i3.71292

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2011). Metodologi penelitian kualitatif (Ed. revisi, Cet. 29). Remaja Rosdakarya.

Nisa, R. F., & Situmorang, L. (2024). Solidaritas sosial masyarakat petani di Kampung Merancang Ilir Kecamatan Gunung Tabur Kabupaten Berau. eJournal Pembangunan Sosial, 12(3), 282–293. https://ejournal.ps.fisip-unmul.ac.id/site/?p=1831

Pasya, G. K. (2011). Gotong royong dalam kehidupan masyarakat. Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.17509/sosietas.v1i1.1106

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Published

2026-09-07

How to Cite

Velani, Y., Mukhlis, M., & Sudirman, S. (2026). Dampak Perubahan Sosial Terhadap Solidaritas Sosial Petani dalam Masyarakat Dayak Ribun di Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(3), 3787-3796. https://doi.org/10.63822/d2km3839