Pemaknaan Generasi Z pada Narasi Marriage is Scary dalam Rekomendasi Algoritma TikTok: Studi pada Alumni Universitas Malikussaleh
DOI:
https://doi.org/10.63822/pzrrr208Keywords:
Persepsi, Generasi Z, Marriage is Scary, TikTok, Kontruksi SosialAbstract
Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, menghadirkan beragam narasi mengenai kehidupan pernikahan yang dapat memengaruhi cara Generasi Z memahami dan memaknai pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis persepsi alumni Universitas Malikussaleh sebagai Generasi Z terhadap narasi ketakutan menikah (Marriage is Scary) yang ditemukan melalui algoritma TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan lima alumni yang telah bekerja, belum menikah, aktif menggunakan TikTok, dan pernah menemukan konten Marriage is Scary. Informan dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan konten mengenai kekerasan dalam rumah tangga, perselingkuhan, konflik keluarga, dan persoalan ekonomi memengaruhi cara informan memandang risiko pernikahan. Persepsi yang terbentuk bervariasi, mulai dari ketakutan dan keinginan menunda pernikahan hingga sikap lebih berhati-hati dalam memilih pasangan. Informan juga menyeleksi informasi berdasarkan relevansi, kredibilitas, pengalaman, dan kesiapan pribadi. Penelitian ini menegaskan bahwa TikTok menjadi salah satu sumber pembentukan pemahaman mengenai pernikahan, sedangkan pemaknaannya tetap dipengaruhi oleh pengalaman dan interpretasi individu.
Downloads
References
Annisa, T. R., Asyahidda, F. N., & Wilodati. (2025). “Marriage Is Scary”: A deconstructive look at Gen-Z’s perspectives on marriage (Case study of #MarriageIsScary trend on TikTok platform). Equilibrium: Jurnal Pendidikan, 13(2), 279–291. https://doi.org/10.26618/equilibrium.v13i2.18326
Arifin, M. (2025). Pengaruh media sosial TikTok terhadap perubahan perilaku sosial Generasi Z. Jurnal Komunikasi Digital, 4(1), 55–68.
Asyari, N. P., & Suksmawati, H. (2025). Tren “Marriage is Scary” di TikTok: Analisis resepsi perempuan Generasi Z. Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian, 11(2), 520–530. https://doi.org/10.52434/jk.v11i2.42714
Aulia, N., Safitri, D., & Sujarwo. (2025). Fenomena Marriage is Scary dalam konten TikTok terhadap persepsi Generasi Z tentang pernikahan. SYARIAH: Jurnal Ilmu Hukum, 2(3), 124–131. https://doi.org/10.62017/syariah.v2i3.4367
Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Indonesia 2024. https://www.bps.go.id/id/publication/2024/02/28/c1bacde03256343b2bf769b0/statistik-indonesia-2024.html
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks: SAGE Publications.
Friska, N., Arni, & Riyadi. (2025). Karakteristik Generasi Z dalam penggunaan media sosial TikTok. Jurnal Sosial Humaniora Indonesia, 5(1), 15–29.
Kussanti, D. (2022). Konstruksi realitas sosial dalam media digital. Jurnal Sosiologi Komunikasi, 10(2), 73–85.
Pamungkas, R., & Purnomo. (2024). Kurasi algoritma media sosial dan pembentukan persepsi audiens. Jurnal Media dan Masyarakat Digital, 7(1), 60–74.
Rahmawati, D. (2025). Konstruksi makna pernikahan pada kalangan Muslim Gen Z di media sosial: Studi kasus penonton konten “Marriage is Scary” di TikTok. MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial, 9(1), 82–94. https://doi.org/10.30743/mkd.v9i1.10405
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Kayla Salsabillah Sari, Muhammad Fazil, Subhani Subhani, Anismar Anismar, Muchlis Muchlis (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




