Analisis Wacana Perlawanan Digital Pada Gerakan #AllEyesOnPapua dalam Kolom Komentar TikTok

Authors

  • Dhiya Ul Aulia Universitas Malikussaleh Author
  • Deddy Satria Universitas Malikussaleh Author
  • Awaluddin Arifin Universitas Malikussaleh Author
  • Dwi Fitri Universitas Malikussaleh Author
  • Syarifah Chairunnisak Universitas Malikussaleh Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/mq118p26

Keywords:

#AllEyesOnPapua, Digital activism, Critical discourse, Comment section, TikTok

Abstract

Gerakan #AllEyesOnPapua menunjukkan pemanfaatan media sosial sebagai ruang komunikasi publik untuk menyampaikan kepedulian, kritik, dan solidaritas terhadap persoalan lingkungan serta sosial di Papua. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan bahasa dalam kolom komentar TikTok dalam mengonstruksikan wacana perlawanan digital pada gerakan #AllEyesOnPapua. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model Analisis Wacana Kritis Teun A. van Dijk yang mencakup dimensi struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Data penelitian terdiri atas 73 komentar dari tiga unggahan akun TikTok, yaitu @watchdoc_id, @wisviral, dan @laurasofwan. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi, klasifikasi, penyajian, dan interpretasi. Hasil penelitian menemukan enam tema utama, yaitu perlindungan lingkungan Papua, kritik terhadap pemerintah, ajakan melakukan perlawanan digital, dukungan terhadap Papua Merdeka, kritik terhadap pembukaan hutan untuk perkebunan, serta kritik terhadap ketidakadilan sosial. Penggunaan pilihan kata tegas, ungkapan emosional, metafora, tagar, dan kalimat ajakan menjadi unsur penting dalam membangun wacana perlawanan. Temuan juga memperlihatkan bahwa pemaknaan pengguna berkaitan dengan pandangan sosial, politik, dan lingkungan terhadap persoalan Papua. Kolom komentar TikTok berperan sebagai ruang artikulasi kritik, pertukaran makna, dan pembentukan solidaritas dalam aktivisme digital.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Buana Dewi, A. N. (2024). Viralnya kampanye “All Eyes on Papua” terindikasi FoMO. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(5), 6411–6422. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i5.15664

Dharmaputri, I., & Hidayati, F. N. (2024). Konstruksi realitas wacana multikultural BBC News mengenai “All Eyes on Papua”. Communication & Social Media, 4(1). https://doi.org/10.57251/csm.v4i1.1448

Dwityas, N. A., Marta, R. F., & Briandana, R. (2023). Media sosial dan aktivisme digital perempuan: Analisis wacana #Ibutunggalmelawan di Instagram. Jurnal Komunikasi, 18(2), 109–132. https://doi.org/10.20885/komunikasi.vol18.iss2.art1

Kulau, F., & Zarkasi, I. R. (2025). Counter-discourse: Membincang gerakan deinfluencing di TikTok menggunakan kacamata aktivisme digital. Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(4). https://doi.org/10.21831/lektur.v8i4.26559

Murti, R. W., Pratama, H., & Yulianto, H. J. (2024). Impoliteness strategies in online political discourse: A case study of Indonesian netizens’ comments on TikTok. English Educational Journal, 14(3), 428–439. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eej

Rimang, S. S., Basrahwati, & Sudirman. (2025). Bahasa dan aktivisme: Analisis wacana kritis terhadap gerakan sosial di era digital. Jurnal Keilmuan dan Pengajaran, 9(2).

Sholehoddin, A., Cahyadi, D., & Kasanova, R. (2026). Wacana resistensi netizen terhadap kebijakan pendidikan dalam kolom komentar TikTok KompasTV: Analisis wacana kritis Norman Fairclough. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(2), 3314–3320. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i2.11069

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Published

2026-11-09

How to Cite

Aulia, D. U., Satria, D. ., Arifin, A., Fitri, D., & Chairunnisak, S. . (2026). Analisis Wacana Perlawanan Digital Pada Gerakan #AllEyesOnPapua dalam Kolom Komentar TikTok. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(4), 8596-8605. https://doi.org/10.63822/mq118p26