Stimulasi Motorik Halus Anak Tunadaksa melalui Kegiatan Mewarnai di SLB Negeri Bone Bolango

Authors

  • Mum’min Al Ganis Toi Universitas Negeri Gorontalo Author
  • Nunung Suryana Jamin Universitas Negeri Gorontalo Author
  • Sri Yulan Umar Universitas Negeri Gorontalo Author
  • Fiola Indah Putri Pratama Universitas Negeri Gorontalo Author
  • Siti Muhaimin Ibrahim Universitas Negeri Gorontalo Author
  • Arifin Uduala Universitas Negeri Gorontalo Author
  • Nur Apni Universitas Negeri Gorontalo Author
  • Siti Fardianti Suli Universitas Negeri Gorontalo Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/xytk3x11

Keywords:

Anak tunadaksa; motorik halus; stimulasi; kegiatan mewarnai

Abstract

Pendidikan inklusif bagi anak tunadaksa merupakan kebutuhan mendesak karena keterbatasan fisik sering berdampak pada perkembangan motorik halus, kemandirian, dan kepercayaan diri anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan stimulasi motorik halus melalui aktivitas mewarnai yang menyenangkan dan adaptif di SLB Negeri Bone Bolango. Metode yang digunakan adalah praktik langsung dengan pendekatan individual, meliputi tahap pembukaan (penciptaan suasana belajar kondusif), kegiatan inti (pembimbingan mewarnai dengan instruksi sederhana dan berulang), serta penutup (apresiasi hasil karya dan refleksi bersama). Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada kelas II dengan melibatkan anak tunadaksa berusia 8 tahun. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menggenggam alat warna, koordinasi mata-tangan, serta keberanian anak dalam memilih dan mengombinasikan warna. Selain itu, aspek kognitif, bahasa, sosial, dan emosional anak turut berkembang melalui interaksi, pemahaman instruksi, serta motivasi yang diperoleh dari pujian guru. Kendala yang ditemukan berupa konsentrasi yang mudah teralihkan dan hasil mewarnai yang belum rapi, namun dapat diatasi dengan pendampingan sabar dan latihan berkelanjutan. Kesimpulannya, kegiatan mewarnai efektif sebagai stimulasi motorik halus sekaligus sarana pembelajaran yang menyenangkan, sehingga direkomendasikan untuk terus dilaksanakan secara konsisten baik di sekolah maupun di rumah dengan dukungan guru dan orang tua.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2017). Pendidikan khusus dan layanan khusus bagi anak berkebutuhan khusus. Kemendikbud.

Kemendikbudristek. (2025). Data anak berkebutuhan khusus di Indonesia. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Nurhayati, E. (2021). Psikologi pendidikan anak usia dini. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rahmawati, N. (2020). Stimulasi motorik halus anak tunadaksa melalui permainan balok di SLB Bandung. Jurnal Pendidikan Khusus, 5(1), 45–53.

Sari, D., & Rahmawati, N. (2023). Pengaruh kegiatan mewarnai terhadap perkembangan motorik halus anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 115–123.

Published

2026-05-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

Toi, M. A. G., Suryana Jamin, N., Umar, S. Y. ., Putri Pratama, F. I. ., Muhaimin Ibrahim, S. ., Uduala, A. ., Apni, N., & Suli, S. F. . (2026). Stimulasi Motorik Halus Anak Tunadaksa melalui Kegiatan Mewarnai di SLB Negeri Bone Bolango. Aksi Kita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(3), 1152-1157. https://doi.org/10.63822/xytk3x11