Panduan Bertahan dari Maag & GERD di Usia Remaja

Authors

  • M. Bachtiar Safrudin Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Author
  • Hesty Eka Ardianty Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Author
  • Rachma Octavianti Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Author
  • Herlina Herlina Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Author
  • Rahmah Dani Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Author
  • Nagiyatus Sholihah Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Author
  • Dharma Desti Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Author
  • Astrid Suci Avilla Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Author
  • Yasinta Eka Nur Utami Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Author
  • Azka Murwandi Kholid Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Author
  • Septilia Nasfah Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Author
  • Hera Erwanda Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/a4q9m569

Keywords:

Gastritis, GERD, Gaya Hidup Remaja, Stres Akademik, Gut-Brain Axis

Abstract

Penyakit Gastritis (Maag) dan GERD kini menjadi ancaman nyata yang menyerang kelompok usia remaja 14–19 tahun akibat tuntutan gaya hidup modern dan tekanan psikologis di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres akademik dan kebiasaan pola makan instan dengan tingkat keparahan gejala Maag serta GERD pada populasi remaja usia sekolah. Menggunakan rancangan kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional, penelitian ini melibatkan sampel remaja akhir di kawasan sekolah menengah perkotaan yang diambil melalui teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan secara digital menggunakan kuesioner terstruktur yang mengadopsi instrumen baku Gastroesophageal Reflux Disease Questionnaire (GERD-Q) dan Perceived Stress Scale (PSS-10). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan linier yang signifikan antara tingginya beban stres akademik dengan lonjakan produksi asam lambung melalui aktivasi sumbu otak-usus (gut-brain axis). Selain itu, kebiasaan melewatkan sarapan, tingginya asupan kafein (es kopi), paparan asap rokok/vape, serta kebiasaan langsung berbaring setelah makan malam terbukti secara mekanis memperparah iritasi dinding lambung dan melonggarkan katup Lower Esophageal Sphincter (LES). Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penanganan gangguan pencernaan remaja harus bergeser dari ketergantungan obat antasida jangka pendek menuju intervensi perilaku holistik, yang meliputi manajemen regulasi stres sekolah dan modifikasi gaya hidup mandiri berbasis gravitasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Hasanah, U. (2025). Psikologi Kesehatan Remaja: Implikasi Regulasi Emosi terhadap Kesehatan Lambung. Jurnal Psikologi Klinis Indonesia, 12(1), 45-58.

Kurniawan, A. (2024). Analisis Sumbu Otak-Usus (Gut-Brain Axis) pada Pelajar Menengah Atas dengan Tekanan Akademik Tinggi. Jurnal Kedokteran Komunitas, 8(2), 112-125.

Nugroho, R., & Wijaya, S. (2023). Pola Konsumsi Kafein dan Gaya Hidup Cepat: Faktor Risiko GERD pada Remaja Perkotaan. Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat, 19(3), 201-215.

Putri, A. R., & Ramadhan, F. (2021). Prevalensi dan Karakteristik Klinis Gastritis Kronis pada Kelompok Usia Produktif. Jurnal Epidemiologi Indonesia, 5(2), 89-97.

Safrudin, M. B., Sitorus, R., & lndrawati, L. (2021). Model Edukasi Kesehatan Berbasis Komunitas dalam Meningkatkan Pengetahuan Remaja Terhadap Pencegahan Penyakit Kronis. Jurnal Keperawatan Komunitas, 9(2), 142-151.

Safrudin, M. B., & Wijayanti, D. (2022). Hubungan Tingkat Stres Lingkungan Sekolah dengan Pola Somatisasi Saluran Pencernaan pada Usia Remaja Akhir. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, 18(1), 34-45.

Safrudin, M. B., Utami, T., & Setiawan, A. (2023). Pengaruh Interventions Modifikasi Gaya Hidup Mandiri Terhadap Penurunan Kekambuhan Gejala Asam Lambung pada Agregat Remaja. Jurnal Keperawatan Indonesia, 26(2), 115-128.

Safrudin, M. B., & Rahmawati, E. (2024). Hubungan Modifikasi Gaya Hidup Mandiri dan Manajemen Stres Sekolah Terhadap Tingkat Keparahan Gejala GERD pada Remaja. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 16(2), 134-148.

Safrudin, M. B., Pratama, W., & Lestari, S. (2025). Pemanfaatan Media Edukasi Digital dalam Mengubah Perilaku Pencegahan Gastritis Akibat Tren Kopi Kekinian pada Pelajar. Jurnal Pendidikan Kesehatan Komunitas, 11(3), 210-223.

Sari, D. P., Utomo, B., & Lestari, M. (2024). Validasi Instrumen Gastroesophageal Reflux Disease Questionnaire (GERD-Q) Modifikasi untuk Populasi Usia Sekolah. Jurnal Metodologi Penelitian Kesehatan, 10(1), 23-36.

Siregar, H., & Lestari, P. (2023). Pengaruh Konsumsi Obat Anti-Inflamasi Non-Steroid (NSAID) dan Pola Makan Instan Terhadap Penipisan Mukosa Lambung Remaja. Folia Medica Indonesiana, 59(4), 310-322.

Utami, S. (2022). Efektivitas Terapi Perilaku Holistik dan Pengaturan Posisi Tidur Berbasis Gravitasi pada Penderita Refluks Asam. Jurnal Keperawatan Klinis, 14(3), 175-189.

Widiastuti, L., & Saputra, T. (2022). Pergeseran Tren Epidemiologi Penyakit Saluran Pencernaan Atas pada Kelompok Usia Muda di Indonesia. Jurnal Kesehatan Indonesia, 44(2), 78-86.

Published

2026-06-19

Issue

Section

Articles

How to Cite

Safrudin, M. B. ., Ardianty, H. E. ., Octavianti, R. ., Herlina, H., Dani, R. ., Sholihah, N. ., Desti, D., Avilla, A. S. ., Utami, Y. E. N. ., Kholid, A. M., Nasfah, S., & Erwanda, H. . (2026). Panduan Bertahan dari Maag & GERD di Usia Remaja. Aksi Kita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(3), 1460-1465. https://doi.org/10.63822/a4q9m569