Peran Keluarga sebagai Mikrosistem dalam Membentuk Kemandirian Anak Kajian Teori Ekologi Bronfenbrenner

Authors

  • Kaloka Adi Pranawa Universitas Muria Kudus Author
  • Rifqy Ahmad Arief Universitas Muria Kudus Author
  • Hebron Arya Muhammad Universitas Muria Kudus Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/wzh9ma31

Keywords:

anak usia dini, keluarga, kemandirian, mikrosistem, pola asuh

Abstract

Kemandirian merupakan salah satu aspek perkembangan penting pada anak usia dini yang perlu distimulasi sejak awal melalui lingkungan terdekat, terutama keluarga. Dalam perspektif teori ekologi Bronfenbrenner, keluarga dipandang sebagai mikrosistem yang berpengaruh langsung terhadap perkembangan perilaku anak, termasuk kemandirian dan regulasi emosi. Hasil asesmen awal dan pendampingan pada satu keluarga dengan anak usia 4 tahun 6 bulan menunjukkan bahwa anak telah memiliki beberapa kemampuan mandiri, seperti makan, minum, dan toilet training secara mandiri, tetapi masih mengalami kesulitan dalam memakai baju secara lengkap serta mudah menangis ketika menghadapi kegagalan dalam menyelesaikan tugas sederhana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian anak, khususnya dalam berpakaian, serta memperkuat regulasi emosi anak melalui pendampingan pola asuh pada keluarga. Kegiatan menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif pada satu keluarga inti. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Pendampingan dilaksanakan selama dua minggu dengan strategi modelling, scaffolding, validasi emosi, dan pujian berbasis usaha. Setelah pendampingan, anak mulai menunjukkan peningkatan kemandirian dalam memakai baju, yaitu mampu memasukkan kepala dan satu lengan secara mandiri, meskipun masih membutuhkan bantuan pada bagian kancing atau risleting. Anak juga mulai mampu mencoba kembali ketika mengalami kesulitan dalam bermain puzzle, dengan frekuensi menangis yang menurun. Orang tua menunjukkan perubahan dalam pola pengasuhan, yaitu lebih sabar, tidak terlalu cepat membantu, serta lebih konsisten memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba sendiri. Kesimpulan: Pendampingan keluarga sebagai mikrosistem melalui pola asuh yang suportif, konsisten, dan responsif membantu meningkatkan kemandirian dan regulasi emosi anak usia dini. Keterlibatan aktif orang tua menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan proses stimulasi tersebut

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andhriana, L. T., & Tanjung, B. J. (2021). Pengaruh pola asuh orang tua terhadap kemandirian anak usia dini. Almufi Jurnal Pendidikan (AJP), 1(3), 133–137.

Haryono. (2018). Pengaruh pola asuh orang tua terhadap kemandirian dan kemampuan regulasi emosi anak usia dini. Jurnal Penelitian Kesehatan dan Pendidikan, 1(1). Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. (2025).

Pengaruh pola asuh dan attachment terhadap kemandirian anak usia dini. Jurnal Obsesi, 9(x). https://obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/7051

Rakhma, E. (2017). Menumbuhkan kemandirian anak (H. P. Dewi, Ed.; 1st ed.). Stiletto Book.

Rizkyani, F., Adriany, V., & Syaodih, E. (2020). Kemandirian anak usia dini menurut pandangan guru dan orang tua. Edukid, 16(2), 121–129. https://doi.org/10.17509/edukid.v16i2.19805

Sunarty, K. (2016). Hubungan pola asuh orangtua dan kemandirian anak. Journal of Educational Science and Technology (EST), 2(3), 152. https://doi.org/10.26858/est.v2i3.3214

Wiyani, N. A. (2014). Bina karakter anak usia dini. Ar-Ruzz Medi

Fairuz, L., Fitabeliya, N. A., Lestari, B. W., Jannah, A. M., Natasya, D. A., Agung, I. D. G., Handayani, M., Arista, S. A., Kania, R., & Sumarni, S. (2025). Dampak Penggunaan Gadget dalam Perkembangan Motorik Halus dan Keterampilan Menulis Anak Usia 4-5 Tahun. 9(3), 735–744. https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i3.6356

Published

2026-06-27

Issue

Section

Articles

How to Cite

Pranawa, K. A. ., Arief, R. A., & Muhammad, H. A. . (2026). Peran Keluarga sebagai Mikrosistem dalam Membentuk Kemandirian Anak Kajian Teori Ekologi Bronfenbrenner. Aksi Kita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(3), 1708-1714. https://doi.org/10.63822/wzh9ma31