Smart Finance for Coffeepreneur: Penguatan Literasi Keuangan UMKM Kopi Kahayya
DOI:
https://doi.org/10.63822/bsfxwz29Keywords:
Literasi Keuangan, Coffeepreneur, UMKM, Pembukuan Digital, Desa WisataAbstract
Desa Wisata Kahayya, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba merupakan salah satu desa wisata unggulan di Provinsi Sulawesi Selatan yang dikenal sebagai sentra produksi kopi Arabika sekaligus destinasi wisata alam. Pengakuan sebagai 300 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2021 menjadi peluang besar bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis pariwisata. Namun demikian, hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kopi masih menghadapi berbagai kendala, antara lain rendahnya literasi keuangan, belum adanya pencatatan keuangan yang sistematis, pencampuran keuangan pribadi dan usaha, serta terbatasnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan usaha. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kemampuan pelaku usaha dalam mengambil keputusan bisnis, mengukur kinerja usaha, serta mengakses sumber pembiayaan formal. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas literasi keuangan pelaku UMKM kopi melalui model Smart Finance for Coffeepreneur, yaitu pendekatan pendampingan yang mengintegrasikan edukasi literasi keuangan, pelatihan pembukuan digital berbasis Microsoft Excel, praktik penyusunan laporan keuangan sederhana, serta pendampingan implementasi pencatatan keuangan usaha. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) yang meliputi tahap identifikasi kebutuhan, pelatihan, praktik, pendampingan, dan evaluasi menggunakan pre-test serta post-test. Mitra kegiatan adalah pelaku UMKM kopi yang tergabung dalam jejaring Pokdarwis Kahayya Hills. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pengelolaan keuangan usaha, kemampuan melakukan pencatatan transaksi secara sistematis, penyusunan laporan laba rugi sederhana, serta meningkatnya kesadaran untuk memisahkan keuangan pribadi dan usaha. Selain itu, peserta mampu memanfaatkan template pembukuan digital berbasis Microsoft Excel sebagai media pencatatan keuangan yang mudah digunakan. Program Smart Finance for Coffeepreneur menjadi salah satu model pemberdayaan yang dapat direplikasi dalam penguatan kapasitas UMKM desa wisata berbasis komoditas lokal.
Downloads
References
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Jejaring Desa Wisata [Internet]. [cited 2026 Mar 11]. Desa Wisata Kahayya. Available from: https://jadesta.kemenpar.go.id/desa/kahayya
Kompas Cyber Media. KOMPAS.com [Internet]. 2022 [cited 2026 Mar 11]. Sekjen Asosiasi UMKM: 70-80 Persen UMKM Indonesia Belum Melek Digital. Available from:
https://umkm.kompas.com/read/2022/11/29/121100483/sekjen-asosiasi-umkm--70-80-
persen-umkm-indonesia-belum-melek-digital
Novianti, N., Ivan, J., Afia, T. M. N., & Wardani, C. C. W. (2023). Penguatan Keuangan UMKM Melalui Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 4(5), 44–53. https://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/jpkm/article/view/2092
Octovian, R., Rachman, F., & Hendra, D. (2026). Penguatan literasi keuangan dan pengelolaan kas UMKM melalui edukasi perencanaan keuangan. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat, 7(2), 585-593. https://riset.unisma.ac.id/index.php/JP2M/article/view/25064
Rahmiyanti, S., & Arianto, B. (2023). Pendampingan Literasi Keuangan Digital Bagi UMKM Digital Di Kelurahan Tembong Kota Serang. PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 1(3), 158–167. https://doi.org/10.47776/praxis.v1i3.621
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sri Astuti Nasir, Indri Iswardhani, Rostina, Nur Fadilah Ayu Sandira, Nulthazam Sarah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




