Modernisasi UMKM Tenun melalui Inkubasi Produk: Inovasi, Digitalisasi, dan Penguatan Daya Saing Lokal
DOI:
https://doi.org/10.63822/zffgnq27Keywords:
Inkubasi bisnis, Tenun Bima, UMKM, Digitalisasi, Rabadompu Barat, Pemberdayaan Ekonomi.Abstract
Kelurahan Rabadompu Barat di Kota Bima memiliki potensi kearifan lokal yang kuat melalui industri tenun tradisional, namun menghadapi tantangan struktural yang signifikan dalam modernisasi ekonomi. Sebagian besar UMKM tenun masih terjebak dalam model bisnis konvensional, rendahnya diversifikasi produk, serta terbatasnya literasi digital dan manajerial. Penelitian pengabdian ini bertujuan untuk mentransformasi pelaku UMKM melalui program inkubasi bisnis intensif yang mengintegrasikan aspek produksi, manajemen, dan pemasaran digital. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang terdiri dari empat tahapan: observasi, pelatihan intensif (workshop desain dan manajemen), pendampingan (post-incubation), serta evaluasi dan monitoring[cite: 2, 3]. Hasil pengabdian menunjukkan adanya transformasi signifikan, di antaranya: terciptanya 10 model produk turunan tenun inovatif yang bernilai jual tinggi, tertibnya pelaporan keuangan bagi seluruh UMKM mitra, peningkatan literasi digital melalui penggunaan media sosial dan marketplace, serta terpenuhinya legalitas usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB). Selain itu, terbentuknya komunitas perajin menciptakan ekosistem peer-learning yang berkelanjutan. Program ini terbukti berhasil meningkatkan pendapatan perajin dan efisiensi manajemen usaha. Kesimpulannya, inkubasi terstruktur merupakan strategi efektif dalam memberdayakan UMKM kriya lokal untuk bersaing di pasar modern tanpa meninggalkan identitas budaya. Keberlanjutan program sangat bergantung pada kolaborasi dengan sektor pariwisata dan dukungan pemerintah daerah.
Downloads
References
Adiputra, I. M. D. A. (2021). Manajemen Pemasaran UMKM di Era Digital. Yogyakarta: Deepublish.
Anggraini, D., & Suryana, A. (2022). Peran Inkubator Bisnis dalam Meningkatkan Kinerja Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 15(2), 210–225.
Badan Pusat Statistik Kota Bima. (2025). Analisis Profil Ekonomi Kreatif di Kota Bima. Bima: BPS Kota Bima.
Creswell, J. W. (2023). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Sage Publications.
Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB. (2024). Laporan Tahunan Pemberdayaan UMKM Berbasis Kearifan Lokal. Mataram: Dinas Koperasi NTB.
Haryanti, I. (2025). Strategi Pemasaran Digital bagi UMKM Sektor Kriya: Tantangan dan Solusi. Jurnal Manajemen Pemasaran, 12(1), 50–65.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2022). Marketing Management (16th ed.). Pearson Education.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nugroho, A. (2023). Diversifikasi Produk sebagai Strategi Bertahan UMKM di Tengah Persaingan Global. Jurnal Riset Bisnis, 7(3), 120–135.
Pratama, A., & Sari, D. (2024). Digitalisasi Pemasaran dan Dampaknya terhadap Omzet Penjualan Produk Tenun Tradisional. Jurnal Inovasi Bisnis, 9(2), 88–102.
Rahman, F. (2022). Ekonomi Sirkular dan Keberlanjutan Usaha Mikro. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Rustandi, H. (2023). Pendampingan UMKM melalui Pendekatan Participatory Action Research. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(1), 22–35.
Setiawan, B. (2024). Legalitas Usaha dan Dampaknya terhadap Akses Permodalan UMKM. Jurnal Hukum Bisnis, 11(4), 300–315.
Wahyuni, S. (2023). Strategi Branding Produk Budaya Lokal. Malang: Literasi Nusantara.
Yulianti, E. (2022). Literasi Keuangan dan Manajemen Keuangan bagi Pelaku UMKM. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 10(1), 15–30.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Intisari Haryanti, Puji Muniarty, Ovriyadin Ovriyadin, Mawar Hidayanti, Defri Priyatna (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




