Pelatihan Literasi Keuangan Digital bagi Guru Ekonomi dalam Menyusun Kurikulum Ekonomi Digital yang Relevan dengan Industri di Kabupaten Minahasa

Authors

  • Allen A. Ch. Manongko Universitas Negeri Manado, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/7bmsp680

Keywords:

Literasi Keuangan Digital, Guru Ekonomi, Collaborative Curriculum Design, Astacita, Minahasa.

Abstract

Transformasi ekonomi digital di Kabupaten Minahasa berkembang sangat pesat melalui adopsi e-commerce dan sistem pembayaran non-tunai (QRIS), namun belum diimbangi oleh sektor pendidikan formal. Kurikulum ekonomi tingkat menengah masih didominasi teori konvensional sehingga memicu kesenjangan kompetensi dan meningkatkan kerentanan siswa terhadap risiko siber seperti pinjaman online ilegal, investasi bodong, dan phishing. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kognitif guru ekonomi mengenai ekosistem fintech serta mendampingi penyusunan perangkat pembelajaran kontekstual menggunakan metode Collaborative Curriculum Design. Mitra program ini adalah Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi Kabupaten Minahasa. Metode pelaksanaan didasarkan pada pendekatan Participatory Technological Development (PTD) yang meliputi tahapan Focus Group Discussion (FGD), In-House Training (IHT), dan On-the-Job Mentoring. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman kognitif mitra terkait regulasi OJK dan proteksi data finansial. Selain itu, pengabdian ini menghasilkan Luaran Wajib berupa artikel ilmiah di jurnal terakreditasi serta Luaran Tambahan berupa modul ajar ekonomi digital ber-HKI yang terintegrasi kearifan lokal Minahasa. Akselerasi ini secara taktis mendukung pencapaian visi nasional Astacita dalam memperkuat SDM berkualitas dan pemerataan ekonomi digital dari wilayah pinggiran.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2014). The Economic Importance of Financial Literacy: Theory and Evidence. Journal of Economic Literature, 52(1), 5-44.

World Bank. (2022). Digital Finance and Inclusion Report: Navigating Fintech Risks and Opportunities for Youth. Washington DC: World Bank Group.

Voogt, J., Pieters, J., & Handelzalts, A. (2016). Teacher Collaboration in Curriculum Design: Theoretical Framework and Contextual Factors. Journal of Curriculum Studies, 48(6), 711-732.

Otoritas Jasa Keuangan. (2024). Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) 2021-2025: Akselerasi Inklusi dan Perlindungan Konsumen di Era Digital. Jakarta: OJK.

Sukmawati, S., & Rahmawati, F. (2025). Mengintegrasikan Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Ekonomi di Era Digital: Studi Kasus Pengabdian Masyarakat Terintegrasi. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia, 7(2), 145-158.

Kemendiktisaintek. (2026). Panduan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Melalui BIMA Edisi XIII. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.

Sekretariat Negara RI. (2024). Visi Astacita: Menuju Indonesia Emas 2045 dan Transformasi Ekonomi Berkeadilan. Jakarta: Kemensetneg.

Published

2026-07-14

How to Cite

Manongko, A. A. C. (2026). Pelatihan Literasi Keuangan Digital bagi Guru Ekonomi dalam Menyusun Kurikulum Ekonomi Digital yang Relevan dengan Industri di Kabupaten Minahasa. Aksi Kita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(4), 2025-2034. https://doi.org/10.63822/7bmsp680