Pemetaan Tingkat Kerawanan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kecamatan Marabahan Kabupaten Barito Kuala
DOI:
https://doi.org/10.63822/azvec548Keywords:
Kebakaran hutan dan lahan , Sistem Informasi Geografis , Pemetaan, Kerawanan, MarabahanAbstract
Kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu bencana yang sering melanda Kabupaten Barito Kuala, terutama di Kecamatan Marabahan, yang memiliki kondisi lahan dataran rendah dan gambut yang membuatnya rentan terbakar saat musim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kerentanan terhadap kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala. Metodologi yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pembobotan, penilaian, dan overlay di dalam Sistem Informasi Geografis. Parameter yang dianalisis mencakup curah hujan, suhu, penggunaan lahan, dan kepadatan hotspot yang masing-masing diberikan bobot sesuai dengan dampaknya terhadap kejadian kebakaran. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerentanan kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Marabahan didominasi oleh kategori sangat rentan dengan luasan 87,34 km² atau 46,49% dari total area, diikuti oleh kategori tidak rentan seluas 72,91 km² (38,81%), sangat tidak rentan seluas 18,35 km² (9,77%), cukup rentan seluas 8,41 km² (4,48%), dan kategori sedang seluas 0,85 km² (0,45%). Walaupun penggunaan lahan didominasi oleh kebun kelapa sawit yang diklasifikasikan sebagai sangat tidak rentan terhadap kebakaran, pengurangan curah hujan, peningkatan suhu udara, dan tingginya konsentrasi hotspot pada musim kering menyebabkan peningkatan risiko kebakaran. Peta kerentanan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan mitigasi, pencegahan, serta pengelolaan kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Marabahan.
Downloads
References
Adinugroho, Wahyu Catur, I Suryadiputra, Bambang Hero Saharjo, dan Labueni Siboro. 2004. 3 Jurnal Ius Constituendum Panduan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut.
Aflahah, Elania, Rini Hidayati, Rahmat Hidayat, dan Furqon Alfahmi. 2019. “Pendugaan hotspot sebagai indikator kebakaran hutan di Kalimantan berdasarkan faktor iklim.” Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan 9(2): 405–18.
Ajr, Ezza Qodriatullah, dan Fitri Dwirani. 2019. “MENENTUKAN STASIUN HUJAN DAN CURAH HUJAN DENGAN METODE POLYGON THIESSEN DAERAH KABUPATEN LEBAK.” Jurnalis 2(2): 139–46.
Bana, Sahindomi dkk. 2022. “ANALISIS TINGKAT KERAWANAN KEBAKARAN HUTAN DI KAWASAN TAMAN HUTAN RAYA (TAHURA) NIPA-NIPA KOTA KENDARI.” Jurnal Wasian 9(1): 13–29.
Chrisnawati, Giatika. 2008. “Analisa Sebaran Titik Panas dan Suhu Permukaan Daratan sebagai Penduga Terjadinya Kebakaran Hutan Menggunakan Sensor Satelit NOAA/AVHRR Dan EOS Aqua-terra/MODIS.” Skripsi Universitas Indonesia.
Edi, Agus Sarwo, dan Agnesia Putri Kurnianingtyas. 2020. “Pemetaan Kebakaran Hutan Dan Lahan Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan Menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Geografis.” Jurnal Planologi 17(2): 232.
Fanny Astria, Mery Subito, dan Deny Wiria Nugraha. 2014. “Rancang Bangun Alat Ukur Ph Dan Suhu Berbasis Short Message Service (Sms) Gateway.” Mektrik 1(1): 47–55.
Herdian, Aldi, Aryanto Boreel, dan Ronny Loppies. 2021. “Tingkat Kerawanan Kebakaran Hutan Dan Lahan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Sig) Di Kota Ambon (Studi Kasus Di Jazirah Leitimur Selatan).” Jurnal Hutan Pulau-Pulau Kecil 5(1): 1–13.
Kumalawati, Rosalina, Nasruddin, dan Elisabeth. 2019. “Strategi Penanganan Hotspot Untuk Mencegah Kebakaran Di Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan.” Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah 4(April): 351–56.
Latue, Philia Christi, dan Heinrich Rakuasa. 2023. “Analisis Spasial Perubahan Tutupan Lahan Di Das Wae Batugantong, Kota Ambon.” Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan 10(1): 149–55.
Lestari, Eka Rahma Citra. 2010. “Hubungan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau terhadap kualitas udara dan resiko kesehatan masyarakat di Kota Pekanbaru.” Universitas Indonesia: i–90.
Maulia, Siti Tiara, Sundari Utami, Melisa, dan Muhammad Ichan. 2023. “Dampak Polusi Udara Akibat Kebakaran Hutan Dan Lahan Serta Upaya Pengurangannya Untuk Mempertahankan Ketahanan Energi.” Jurnal Ketahanan Nasional 29(3): 384–400.
Nursoleha, Puji, Eva Banowati, dan Satyanta Parman. 2014. “Zonasi Tingkat Kerawanan Kebakaran Hutan Di Taman Nasional Gunung Ciremai (Tngc) Berbasis Sistem Informasi Geografis (Sig).” Geo-Image 3(1): 1–6.
Pualilin, Yuliandri, Amir Tjoneng, dan Abdullah. 2019. “Zonation Mapping of Forest and Land Fire Areas in Gowa District.” Jurnal Agrotek 3(1): 89–97.
Rakuasa, Heinrich, Melianus Salakory, dan Marhelin Chostansa Mehdil. 2022. “Prediction of land cover change in the Wae Batu Merah watershed, Ambon City using Cellular Automata Markov Chain.” Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) 6(2): 59–75.
Rasyid, Fachmi. 2014. “Permasalahan dan Dampak Kebakaran Hutan.” Jurnal Lingkar Widyaiswara 1(4): 47–59. www.juliwi.com.
Rozi, Fachrur, Aji Ali Akbar, dan Ulli Kadaria. 2020. “Hubungan Sebaran Titik Panas (Hotspot) Terhadap Kesehatan Masyarakat Kota Pontianak.” Jurnal TEKNIK-SIPIL 20(2).
Saputra, Muhammad Riza, Deasy Arisanty, dan Sidharta Adyatma. 2021. “Tingkat Kerawanan Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan.” Jambura Geoscience Review 3(2): 57–64.
Sari, Evi Nopita, Naomi Nessyana Debataraja, dan Miftahul Huda. 2022. “Pemetaan Tingkat Kerawanan Kebakaran Hutan Kalimantan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG).” 11(5): 697–704.
Syahridannur, Muhammad Aidil Akbar, Rosalina Kumalawati, dan Muhammad Efendi. 2026. “Pemetaan Tingkat Kerawanan Banjir di Kecamatan Awayan Kabupaten Balangan.” 2(3): 1284–97.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Amelia Mira Rosanti Yulianto, Selamat Riadi, Arif Rahman Nugroho, Wisnu Putra Danarto (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




