Signifikansi Sejarah dalam Penanaman Nasionalisme bagi Peserta Didik

Authors

  • Ana Safitri Universitas Madani Indonesia Author
  • Awaludin Jamil Universitas Madani Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/r4f74d05

Keywords:

Pembelajaran, Sejarah, Jiwa Nasionalisme

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat kembali pembelajaran sejarah dapat mempengaruhi terbentuknya jiwa nasionalisme di kalangan siswa/mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan dalam melakukan penelitian adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemajemukan yang dimiliki bangsa Indonesia sebagai kondisi objektif, terutama berkaitan dengan etnis, agama, budaya, dan bahasa tampaknya memang sangat rentan dan potensial akan menjadi penyebab terjadinya disintegrasi bangsa. Konsep tentang sejarahmencakup pengembangan nilai-nilai di sekolah yang perhatian dan penekanannya berbeda-beda sesuai tingkat semangat dosen dan kondisi fisik serta iklim sosial dari sekolah/kampus. Konsep sejarahdalam pembelajaran sejarah tersebut bertujuan membangun kembali ikatan kebangsaan (rebuilding the nation) yang merupakan problem rebuilding the humanities, society, and culture.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ariel Heryanto, Ed. 1996. Nasionalisme Refleksi Krisis Kaum Ilmuwan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ballantine, H. Jeane. 1983. The Sociology of Education A Systemathic Analysis. New Jersey: Intence Hall Inc.

Banathy, Bella H. 1992. A Systems View of Education: Concepts and Principles for Effective Practice. Englewood Cliffs: Educational Technology Publications.

Djoko Suryo. 2002. “Pendidikan Sebagai Upaya Membangun Sikap Kebangsaan Melalui Nilai-Nilai Pluralitas Budaya Bangsa”. Makalah. Disampaikan dalam Seminar Perubahan Kurikulum Sejarah 25 Juli 2002. Surakarta: UNS.

Geertz, Clifford. Terj. Fransisco Budi Hardiman. 1994. Politik Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.

Gunning, Dennis. 1978. The Teaching of History. London: Cronhelm.

Kohn, Hans. Terj. Sumantri Mertodipuro. 1984. Nasionalisme Arti dan Sejarahnya. Jakarta: Erlangga.

Nana Sudjana. 1996. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Oliva, Peter F. (tt). Developing the Curriculum. Boston: Little Brown Company.

Ornstein, Allan C., & Levine U. Daniel. (tt). An Introduction to The Foundations of Education. Boston: Houhton Mifflin Company.

Perry, Marvin. (tt). Arnold Toynbee and The Crisis of The West. America: University Press of America.

Soedijarto. 1998. “Pembelajaran Sejarah Sebagai Wahana Pendidikan Nilai dan Sikap”. Makalah. Disampaikan dalam simposium Pembelajaran Sejarah di Jakarta: September 1998.

Soedjatmoko. 1976. “Kesadaran Sejarah dalam Pembangunan”. Prisma No. 7. Jakarta.

Syafii Maarif, Ahmad. 1995. “Historiografi dan Pembelajaran Sejarah”. Makalah. Padang: FPIPS IKIP Padang.

Published

2026-08-11

How to Cite

Safitri, A. ., & Jamil , A. (2026). Signifikansi Sejarah dalam Penanaman Nasionalisme bagi Peserta Didik. Aksi Kita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(4), 2553-2559. https://doi.org/10.63822/r4f74d05