Optimalisasi Proses Pengeringan Ikan melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Standardisasi Produksi pada Poklahsar Camar Laut
DOI:
https://doi.org/10.63822/wn634a88Keywords:
higiene; kehilangan pascapanen; pengeringan ikan; standardisasi produksi; teknologi tepat gunaAbstract
Poklahsar Camar Laut di Desa Suak Indrapuri, Aceh Barat, mengolah ikan asin, teri kering, rebon kering, dan terasi. Proses produksinya masih bergantung pada penjemuran terbuka sehingga rentan terhadap hujan, kelembapan tinggi, ketidakseragaman mutu, dan kehilangan pascapanen. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan pengeringan ikan melalui teknologi tepat guna serta memperkuat standardisasi produksi. Pendekatan partisipatif kolaboratif diterapkan kepada sepuluh anggota melalui empat tahap, yaitu identifikasi masalah dan sosialisasi, penerapan serta pelatihan pengoperasian oven pengering berbahan bakar LPG dengan kontrol suhu otomatis, penyusunan dan penerapan prosedur operasional standar produksi dan higiene, serta pendampingan dan evaluasi. Kegiatan menghasilkan kesepakatan perbaikan produksi, panduan operasional pengeringan terkendali, serta prosedur sanitasi, higiene, dan pengemasan. Teknologi yang diterapkan menyediakan proses pengeringan yang lebih terlindung dan mudah dikendalikan, sedangkan prosedur operasional membantu anggota menata produksi secara lebih konsisten dan mengurangi risiko kontaminasi. Pendampingan jangka pendek juga menunjukkan perlunya pencatatan suhu, pemeliharaan alat, penggunaan daftar periksa produksi, serta pengukuran lanjutan terhadap kadar air, efisiensi pengeringan, umur simpan, dan manfaat ekonomi. Integrasi teknologi tepat guna dan standardisasi proses menjadi dasar praktis untuk mengurangi ketergantungan terhadap cuaca dan memperkuat keberlanjutan usaha pengolahan ikan skala kelompok.
Downloads
References
Ariani, M., Tarigan, H., & Suryana, A. (2021). Tinjauan kritis terhadap pemborosan pangan: Besaran, penyebab, dampak, dan strategi kebijakan. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 39(2), 135–146. https://doi.org/10.21082/fae.v39n2.2021.135-146
Bintang, Y. M., Pongoh, J., & Onibala, H. (2013). Konstruksi dan kapasitas alat pengering ikan tenaga surya sistem bongkar-pasang. Media Teknologi Hasil Perikanan, 1(2), 40–43. https://doi.org/10.35800/mthp.1.2.2013.1632
Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Barat. (2025). Produksi perikanan tangkap menurut kecamatan dan subsektor di Kabupaten Aceh Barat tahun 2019–2024. Open Data Aceh Barat. https://data.acehbaratkab.go.id/dataset/data-produksi-perikanan-tangkap/resource/b70b5c42-4aa4-458e-af27-5a115e2b05a4
Handoyo, M. A. P., & Asri, M. P. (2023). Study on food loss and food waste: Conditions, impact and solutions for handling them. AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian, 10(2), 247–258.
Hasanah, U., Khairi, I., Akbardiansyah, A., Ukhty, N., Rozi, A., & Insani, S. A. (2023). Basic feasibility of fish processing MSMEs in Aceh Singkil Regency: Microbial contamination and composition analysis. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 26(3), 486–496. https://doi.org/10.17844/jphpi.v26i3.46013
Imelda, K., Silaban, B., & Sormin, R. B. D. (2018). Mutu teri (Stolephorus sp.) kering Pulau Buru yang dikeringkan menggunakan alat pengering surya tertutup. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 21(3), 543–548.
Suprihatin, & Romli, M. (2009). Pendekatan produksi bersih dalam industri pengolahan ikan: Studi kasus industri penepungan ikan. Jurnal Kelautan Nasional, 2(Edisi Khusus), 131–143.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nabila Ukhty, Yasrizal Yasrizal, Muhammad Arif, Siti Melda, Sulaiman Sulaiman (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




