Sosialisasi Program Gerakan Makan Sayur Anak Sehat sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Trucuk
DOI:
https://doi.org/10.63822/qhem2g19Keywords:
Stunting, GEMAS, Edukasi Gizi, Posyandu, Pengabdian kepada MasyarakatAbstract
Stunting masih menjadi masalah gizi kronis yang serius di Indonesia, termasuk di Desa Trucuk, Kabupaten Klaten, dengan 18 balita stunting tercatat oleh bidan desa per Juni 2026. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya konsumsi sayur pada balita akibat tingginya konsumsi camilan manis dan berlemak serta perilaku picky eater. Tim pengabdi menginisiasi program GEMAS (Gerakan Makan Sayur Anak Sehat) pada 8 dan 14 Juli 2026 di Posyandu Melati dan Posyandu Dahlia, bertujuan meningkatkan pengetahuan orang tua dan kader posyandu mengenai pentingnya sayur bagi tumbuh kembang anak sekaligus mengenalkan camilan sehat berupa nugget sayur. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui siklus Participatory Action Research (PAR) melalui observasi, sosialisasi interaktif, dan demonstrasi memasak. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang gizi seimbang dan pencegahan stunting, antusiasme tinggi saat sesi pencicipan, serta niat mempraktikkan resep secara mandiri di rumah, mendukung kebiasaan pencegahan stunting berkelanjutan di Desa Trucuk.
Downloads
References
Aini, Z., & Syam, N. (2026). Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Gizi dan Perilaku Picky Eater Anak dengan Kejadian Stunting pada Balita 1-5 Tahun. Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia, 5(02), 138-142. https://doi.org/10.70304/jmsi.v5i02.125
Green, J., & Tones, K. (2010). Health promotion: Planning and strategies (2nd ed.). SAGE Publications.
Kementerian Kesehatan RI. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Kemenkes RI.
Khafsoh, N. A., & Riani, N. (2024). Implementation of Participatory Action Research (PAR) in community service program. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 237–253. https://doi.org/10.32815/jpm.v5i1.2034
Nirmalasari, N. O. (2020). Stunting pada anak: Penyebab dan faktor risiko stunting di Indonesia. QAWWAM: Journal for gender mainstreaming, 14(1), 19-28. https://doi.org/10.20414/qawwam.v14i1.2372
Oktavia, C., Ekawaty, F., & Aryanty, N. (2023). Efektivitas edukasi gizi terhadap pengetahuan dan perilaku ibu tentang pemberian makanan bergizi pada balita di Posyandu Kenanga Kelurahan Cempaka Putih Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi. Jurnal Ners, 7(2), 1561–1566. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/16795
Pebruanti, P. (2022). Hubungan Picky Eating Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Prasekolah di TKA Nurul Huda Tumaritis Kabupaten Bogor. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia, 6(1), 1-11. https://doi.org/10.52020/jkwgi.v6i1.3181
Pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan dan sikap ibu dalam pemenuhan nutrisi balita stunting. (2026, Juni). ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/352518333
Rahmadhita, K. (2020). Permasalahan stunting dan pencegahannya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9(1), 225-229. doi:10.35816/jiskh.v11i1.253.
Rayyana, C. (2023). Perilaku Picky Eater Pada Anak Prasekolah. (2024). Public Health Journal, 1(2). https://doi.org/10.62710/8dxt7p20
Sekretariat Wakil Presiden RI. (n.d.). Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting). stunting.go.id. https://stunting.go.id/en/stranas-p2k-en/
Setiani, Y., Astuti, I. T., & Susanto, H. (2026). Gambaran Dampak Picky Eater pada Anak Usia Remaja. Journal of Health, Medical, and Psychological Studies, 1(3), 215-223. https://doi.org/10.65310/dgv3wv31
World Health Organization. (2014). Global nutrition targets 2025: Stunting policy brief.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Agustri Rahayu, Salsabilla Izza Fanida, Mar’ah Na’immaturrohmah, Syakila Qomaludi, Jene Rika Eviliana, Muhammat Nur Kholis, Wanda Putri Bintara, Nur Huda Febriyanti, Ashri Abu Dzar Hartotok, Amanda Rachma Yunissa, Berliani Dwi Utomo (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




