Pengolahan Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Genderuwo sebagai Alternatif Pengganti Pupuk Kimia di Desa Cihawuk

Authors

  • Muhammad Adhitya Nugraha Universitas Muhammadiyah Bandung Author
  • Sri Nur Khasanah Universitas Muhammadiyah Bandung Author
  • Naura Fairusy Syifa Universitas Muhammadiyah Bandung Author
  • Mochammad Farrel Firdaus Universitas Muhammadiyah Bandung Author
  • Marshanda Maura Putri Universitas Muhammadiyah Bandung Author
  • Ikmila Khoerunnisa Universitas Muhammadiyah Bandung Author
  • Fauzan Nurul Fajri Universitas Muhammadiyah Bandung Author
  • Abdurrahman Lunny Irham Universitas Muhammadiyah Bandung Author
  • Nurbilqis Laila Universitas Muhammadiyah Bandung Author
  • Anadza Putri Bilqis Universitas Muhammadiyah Bandung Author
  • Hizkia Ihza Almuhajir Universitas Muhammadiyah Bandung Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/v4m04593

Keywords:

Pupuk Genderuwo; Kotoran Sapi; Buruh Tani; Pengabdian Masyarakat; Desa Cihawuk

Abstract

Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung merupakan wilayah pegunungan dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai buruh tani yang masih banyak bergantung pada pupuk kimia dalam kegiatan bertani. Penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus berpotensi menurunkan kualitas tanah dan mencemari lingkungan, sementara di sisi lain limbah kotoran sapi dan sisa tanaman yang melimpah di desa tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok buruh tani Desa Cihawuk dalam mengolah limbah kotoran sapi menjadi pupuk semi organik yang dikenal dengan nama pupuk Genderuwo, sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2026 sebagai bagian dari program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Bandung, melalui tiga tahapan, yaitu tahap persiapan (observasi dan koordinasi dengan perangkat desa), tahap sosialisasi dan pelatihan (pemaparan materi serta demonstrasi dan praktik langsung pembuatan pupuk Genderuwo), dan tahap evaluasi (diskusi dan tanya jawab). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta, yang terdiri atas perangkat desa, kelompok buruh tani, dan tokoh masyarakat, menunjukkan antusiasme tinggi selama pelatihan, ditandai dengan keterlibatan aktif dalam praktik pembuatan pupuk serta diskusi tanya jawab. Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pengolahan limbah kotoran sapi yang sebelumnya dianggap tidak bermanfaat menjadi pupuk yang dapat mendukung produktivitas pertanian. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian petani dalam penyediaan pupuk berbahan baku lokal secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Prihandini, P.W. & Purwanto, T. (2007). Pembuatan Kompos Berbahan Kotoran Sapi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan: Bogor.

Rosniawaty, S., Sudirja, R., Ariyanti, M., Mubarok, S., & Wahyudin, A. (2021). Pengaruh bahan organik terhadap kesuburan tanah serta pertumbuhan dan fisiologi tanaman kakao muda hasil transplanting di tanah Inceptisol. Jurnal Kultivasi, 20(3), 160-167.

Powlson, D.S., & Dawson, C.J. (2021). Use of ammonium sulphate as a sulphur fertilizer: Implicationsfor ammonia volatilization. John Wiley & Sons Ltd on behalf of British Society of Soil Science, 38, 622-634.

Pemerintah Desa Cihawuk. (2026). Profil Desa Cihawuk. Desa Cihawuk | Portal Resmi Desa Cihawuk, Kertasari, Kab. Bandung. Diakses pada Tanggal 12 September 2026.

Pemerintah Kabupaten Rembang. (2024) Sarasehan Petani Milenial: Peserta Diperkenalkan Pupuk Genderuwo. Sarasehan Petani Milenial: Peserta Diperkenalkan Pupuk Genderuwo – Pemerintah Kabupaten Rembang. Diakses pada Tanggal 12 September 2026.

Budianta, D., Bessy, J.A.L.P., & Hermawan, A. (2021). Growth and Yield of Rice Planted in a Tidal Soil Under NPK in situ and Cow Manure Application. Journal of Tropical Soils, 26(2), 51-62.

Kementerian Pertanian. (2021). Petunjuk Teknis Kegiatan Pupuk Menuju Pertanian Organik. Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian: Jakarta.

Murnita & Taher, Y.A. (2021). Dampak pupuk organik dan anorganik terhadap perubahan sifat kimia tanah dan produksi tanaman padi (Oryza sativa L.). Menara Ilmu. 5(2): 56-70.

Ganestri, R.G., Asyiah, I.N., & Winarso, S. (2021). Efektivitas Pupuk Organik dan Pupuk Hayati terhadap Pemulihan Tanah Terdegradasi di Desa Sucopangepok Kabupaten Jember. Jurnal Tanah dan Iklim, 45(2), 175-185.

Published

2026-09-18

How to Cite

Nugraha, M. A., Khasanah, S. N. ., Syifa, N. F. ., Firdaus, M. F. ., Putri, M. M. ., Khoerunnisa, I. ., Fajri, F. N. ., Irham, A. L. ., Laila, N. ., Bilqis, A. P., & Almuhajir, H. I. . (2026). Pengolahan Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Genderuwo sebagai Alternatif Pengganti Pupuk Kimia di Desa Cihawuk. Aksi Kita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(5), 3178-3187. https://doi.org/10.63822/v4m04593