Pelestarian Budaya Lokal Melalui Pembuatan Itak Bersama Ibu-Ibu di Desa Tanjung Baringin, Kecamatan Huristak

Authors

  • Risa Wulan Sari STAIN Mandailing Natal Author
  • Yuni Sarah STAIN Mandailing Natal Author
  • Tika Amelia Sari STAIN Mandailing Natal Author
  • Mekar Harahap STAIN Mandailing Natal Author
  • Pardamean Siregar STAIN Mandailing Natal Author
  • Mutiara Sari STAIN Mandailing Natal Author
  • Diana Diana STAIN Mandailing Natal Author
  • Abdur Rahman Nasution STAIN Mandailing Natal Author
  • Juleha Lubis STAIN Mandailing Natal Author
  • Latipah Hannum STAIN Mandailing Natal Author
  • Desi Hafifah STAIN Mandailing Natal Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/av16gs53

Keywords:

pelestarian budaya, itak poul-poul, kearifan lokal

Abstract

Pelestarian budaya lokal tidak hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui praktik sehari-hari yang memungkinkan pengetahuan tradisional terus dipelajari dan dipraktikkan oleh masyarakat. Artikel ini membahas kegiatan pembuatan itak bersama ibu-ibu di Desa Tanjung Baringin, Kecamatan Huristak, sebagai bentuk pelestarian kuliner tradisional dan kearifan lokal. Itak, khususnya itak poul-poul, merupakan penganan tradisional yang memiliki ciri khas pada proses pembentukan menggunakan kepalan tangan serta berkaitan dengan berbagai kegiatan sosial dan adat masyarakat Mandailing. Itak Poul-Poul tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dari Sumatera Utara melalui penetapan tahun 2018. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis dokumentasi kegiatan dan telaah pustaka. Dokumentasi menunjukkan keterlibatan bersama para ibu dalam menyiapkan bahan, mengolah adonan, membentuk penganan, serta menggunakan daun sebagai bagian dari proses penyajian/pengemasan. Kegiatan tersebut memperlihatkan nilai gotong royong, transfer pengetahuan antargenerasi, kebersamaan, ketekunan, dan penghargaan terhadap identitas budaya. Perempuan memiliki posisi penting karena menjadi pelaku yang menjaga keterampilan kuliner sekaligus mengajarkannya kepada generasi berikutnya. Pelestarian dapat diperkuat melalui dokumentasi resep dan proses, kegiatan belajar bersama, pengenalan kepada generasi muda, serta pemanfaatan media digital secara bijak tanpa menghilangkan ciri khas tradisional.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, J. Z., Huriani, Y., & Zulaiha, E. (2023). Perempuan Berdaya: Memperkuat Peran Perempuan dalam Budaya Tradisional. Socio Politica: Jurnal Ilmiah Jurusan Sosiologi, 13(2), 67–76. https://doi.org/10.15575/socio-politica.v13i2.26847

Aritenang, A. F., Iskandar, Z. S., Safitri, P., Drianda, R. P., & Zohrah, L. (2021). Assessing Participatory Practices in a Cultural Preservation Workshop of the Sriwijaya Museum. Journal of Regional and City Planning, 32(2), 165–178. https://doi.org/10.5614/jpwk.2021.32.2.5

Ginting, F. P. P., & Saragih, A. (2025). Membumikan Pancasila melalui Kearifan Lokal: Perempuan Penjaga Hutan Perempuan di Kampung Enggros, Papua. Langgas: Jurnal Studi Pembangunan, 4(2), 106–115. https://doi.org/10.32734/ljsp.v4i2.22406

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Itak Poul-Poul. Data Warisan Budaya Takbenda Indonesia, SK No. 264/M/2018.

Manurung, S. V., Sitompul, C. C., Ritonga, P. L., Situmorang, A., & Harahap, S. H. (2024). Utilization of Toba Batak Traditional Culinary as Teaching Material for BIPA Learning Based on Local Wisdom. Holistic Science, 4(2), 260–266. https://doi.org/10.56495/hs.v4i2.629

Nasution, M. (2018). Itak, Penganan Khas Mandailing yang Sarat Makna. Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Setiawan, R. (2019). Memaknai Kuliner Tradisional di Nusantara: Sebuah Tinjauan Etis. Respons: Jurnal Etika Sosial, 21(1). https://doi.org/10.25170/respons.v21i01.527

Simarmata, M., Gulo, N. Y. P., Ingtyas, F. T., & Ginting, L. (2024). Peran Perempuan dalam Inovasi Kuliner Berbasis Kearifan Lokal di Industri Kreatif: Sebuah Meta Analisis. Jurnal Humaniora Multidisipliner, 8(12).

Suharson, A. (2024). Regenerasi Pengrajin Gerabah Perempuan di Pundong, Kasongan, dan Bayat dalam Mempertahankan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Budaya Jawa. Panggung, 34(1), 28–45. https://doi.org/10.26742/panggung.v34i1.2812

Vuspitasari, B. K., & Ewid, A. (2020). Peran Kearifan Lokal Kuma dalam Mendukung Ekonomi Keluarga Perempuan Dayak Banyadu. Sosiohumaniora, 22(1).

Zambri, Rahma, T., Maryanti, Ningsih, A. A., Ishak, K., Selamat, M. I., Junery, M. F., Umami, R., & Fatoni, I. B. (2026). Pelatihan Pengolahan Kuliner Tradisional Berbasis Kearifan Lokal untuk Pemberdayaan Ekonomi. KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1).

Published

2026-09-19

How to Cite

Sari, R. W., Sarah, Y. ., Sari, T. A. ., Harahap, M., Siregar, P. ., Sari, M., Diana, D., Nasution, A. R. ., Lubis, J. ., Hannum, L. ., & Hafifah, D. . (2026). Pelestarian Budaya Lokal Melalui Pembuatan Itak Bersama Ibu-Ibu di Desa Tanjung Baringin, Kecamatan Huristak. Aksi Kita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(5), 3188-3198. https://doi.org/10.63822/av16gs53