Edukasi dan Demonstrasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga sebagai Upaya Pencegahan Faktor Risiko Hipertensi

Authors

  • T. M. Rafsanjani Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Teuku Umar. Author
  • Shinta Maghfirah Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Teuku Umar Author
  • Resda Wati Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Teuku Umar. Author
  • Purnama Sari Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Teuku Umar. Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/dyg5vy15

Keywords:

Hipertensi , Tanaman Obat Keluarga , Edukasi Kesehatan , Pemberdayaan Masyarakat

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan penguatan upaya promotif dan preventif berbasis masyarakat. Kegiatan Praktik Belajar Lapangan II ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengenali, memanfaatkan, dan mengolah Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai salah satu upaya pendukung pencegahan faktor risiko hipertensi di Gampong Gunung Ketek, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif-partisipatif melalui tahapan koordinasi, persiapan media dan bahan, edukasi, demonstrasi pembuatan minuman herbal, serta monitoring dan evaluasi. Pengkajian awal dilakukan melalui screening dan kunjungan rumah terhadap 39 orang, dengan hasil 23 orang (59,0%) termasuk kelompok hipertensi dan 16 orang (41,0%) tidak hipertensi. Penetapan prioritas menggunakan metode Hanlon menunjukkan keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali serta mengolah TOGA menjadi minuman herbal memperoleh skor tertinggi, yaitu 162. Intervensi diikuti 15 orang masyarakat dan menggunakan bahan berupa daun belimbing wuluh, buah timun, daun seledri, dan daun sirsak, disertai brosur sebagai media pendukung. Hasil monitoring menunjukkan kegiatan dapat terlaksana sesuai kondisi masyarakat; peserta memperoleh informasi tambahan, mengikuti demonstrasi, dan aktif bertanya mengenai bahan serta tahapan pengolahan. Namun, karena tidak dilakukan pre-test dan post-test, perubahan pengetahuan tidak dapat dinyatakan secara kuantitatif. Kegiatan menunjukkan bahwa edukasi yang dipadukan dengan demonstrasi dapat menjadi pendekatan promotif dan preventif untuk memperkenalkan pemanfaatan sumber daya lokal, dengan tetap menempatkan TOGA sebagai pendukung pemeliharaan kesehatan, bukan pengganti pemeriksaan dan pengobatan medis.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • T. M. Rafsanjani, Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Teuku Umar.

    Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Teuku Umar.

  • Resda Wati, Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Teuku Umar.

    Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Teuku Umar.

  • Purnama Sari, Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Teuku Umar.

    Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Teuku Umar.

References

Amansyah, M., & Ibrahim, I. A. (2022). Pemanfaatan tanaman obat keluarga untuk mencegah penyakit hipertensi dan diare. Sociality: Journal of Public Health Service, 1(1), 21–26. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/sjphs/article/view/30315

Fadhil, M. F., Ulfah, G. V. F., Sary, R. A., Khalida, Z., & Setiawan, M. I. (2024). Penyuluhan dan pembuatan pondok Tanaman Obat Keluarga di RT 06 Desa Bunglai Provinsi Kalimantan Selatan sebagai upaya pencegahan dan pengobatan hipertensi. Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 117–124. https://doi.org/10.54082/ijpm.393

Haikal, H., & Kusumawati, A. H. (2024). Pemanfaatan dan penanaman tanaman TOGA untuk mengatasi masalah kesehatan hipertensi di Kelurahan Kalibanteng Kidul Semarang Barat. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 4(3), 713–716. https://doi.org/10.54082/jamsi.1189

Ihwana, D., Aranury, Z., Lagu, A. M. H., Rachmat, A. F., & Muzakinah, S. (2026). Utilization of Family Medicinal Plants (TOGA) for Hypertension Prevention in Botopontia Hamlet. Unified Health Critical Research Journal, 2(1), 28–32. https://doi.org/10.24252/ucr.v2i1.65608

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Kurniawan, A. H., Safrina, U., Yusmaniar, Y., Kurnia, N., & Ahniar, N. H. (2021). Edukasi pemanfaatan TOGA dengan metode hidroponik untuk penanggulangan hipertensi pada masyarakat wilayah Kelurahan Johar Baru. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 5(3), 877–889. https://doi.org/10.31764/jmm.v5i3.9489

Pujianti, N., Azwari, A. R. S., Bakhriansyah, M., Labatie, E., Firdaus, M. F., Azzahra, R. N., et al. (2026). TOGA HATI: Improving community knowledge and behavior for hypertension prevention. Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang, 11(1), 98–105. https://doi.org/10.26905/abdimas.v11i1.116436

Samnulia, S. F., & Suhaera. (2019). Pencegahan dan pengendalian hipertensi dan asam urat ringan melalui Tanaman Obat Keluarga (TOGA). JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat), 3(2). https://doi.org/10.30595/jppm.v3i2.4472

Sasari, Z. A., Sumarmi, S., Tri Wijayanti, Y., & Asmi, A. (2024). Physical activity as an effort to prevent hypertension in the elderly. Jurnal Edukasi Ilmiah Kesehatan, 2(1), 26–32. https://doi.org/10.61099/junedik.v1i.237

Suardi, Y., Muzakkir, M., & Abrar, E. A. (2025). Pengaruh rebusan daun sirsak terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Citta Kabupaten Soppeng. JIMPK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan, 5(3), 20–25. https://doi.org/10.35892/jimpk.v5i3.1943

Tri Wijayanti, Y., Sumiyati, S., Tira, D. S., & Saputra, M. K. F. (2024). Health education for the community in the prevention of hypertension and stroke. Jurnal Pengabdian Masyarakat Edukasi Indonesia, 1(3), 77–84. https://doi.org/10.61099/jpmei.v1i3.53

Tussahlela, L. A., Amin, H. D. E., Rahmat, S., Omboro, R. O., Ramdaniah, P., Yuliana, D., & Apriani, L. (2024). Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga untuk kesehatan masyarakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia, 1(2), 34–38. https://doi.org/10.63004/jpmwpc.v1i2.413

Widyarani, L., & Kustanti, C. (2024). Penatalaksanaan pengendalian hipertensi dengan penggunaan dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Jurnal Peduli Masyarakat, 6(4), 1943–1954. https://doi.org/10.37287/jpm.v6i4.3845

World Health Organization. (2025a). Global report on hypertension 2025: High stakes: Turning evidence into action. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240115569

World Health Organization. (2025b). Hypertension. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension

Yudhanar, Y. G., Aisyah, P. D. S., Rohman, A. A. (2024). Peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengendalian hipertensi: Program edukasi dan intervensi kesehatan. Indonesian Journal of Community Empowerment, 6(2), 263–267. https://doi.org/10.35473/ijce.v6i2.3551

Published

2026-09-30

How to Cite

Rafsanjani, T. M. ., Maghfirah, S., Wati, R., & Sari, P. (2026). Edukasi dan Demonstrasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga sebagai Upaya Pencegahan Faktor Risiko Hipertensi. Aksi Kita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(5), 3640-3647. https://doi.org/10.63822/dyg5vy15