Peran Adversity Quotient dalam Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa pada Pembelajaran Problem Based Learning

Authors

  • Zakia Fika Cahyaningrum Universitas Negeri Semarang Author
  • Zaenuri Zaenuri Universitas Negeri Semarang Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/99pk4917

Keywords:

Adversity Quotient, Pemecahan Masalah Matematis, Problem Based Learning

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran abad ke-21, namun berbagai studi menunjukkan bahwa kemampuan tersebut masih relatif rendah. Hal ini menunjukkan perlunya kajian terhadap faktor-faktor yang memengaruhi, khususnya kemampuan siswa dalam menghadapi kesulitan belajar. Salah satu faktor yang relevan adalah adversity quotient, yaitu kemampuan individu dalam bertahan dan menyelesaikan masalah saat menghadapi tantangan (Stoltz, 2000). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran adversity quotient dalam kemampuan pemecahan masalah matematis siswa serta mengkaji kontribusi model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh dari artikel ilmiah nasional dan internasional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dengan kriteria seleksi tertentu, sedangkan analisis data menggunakan deskriptif kualitatif melalui tahapan identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis naratif (Sugiyono, 2021). Hasil penelitian menunjukkan bahwa adversity quotient berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Siswa dengan adversity quotient tinggi lebih mampu memahami masalah, menyusun strategi, dan menyelesaikan masalah secara sistematis (Sutisna et al., 2023). Selain itu, Problem Based Learning efektif meningkatkan keterlibatan dan kemampuan berpikir kritis siswa (Savery, 2015). Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya integrasi penguatan adversity quotient dalam pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika.

References

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Sage Publications.

Fitriani, N., Sari, D., & Putra, R. (2020). Pengaruh Problem Based Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Jurnal Pendidikan Matematika, 14(2), 123–135.

Hidayat, W., Wahyudin, & Prabawanto, S. (2021). Analisis kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari adversity quotient. Jurnal Cendekia, 5(2), 987–998.

Hmelo-Silver, C. E. (2004). Problem-based learning: What and how do students learn? Educational Psychology Review, 16(3), 235–266. https://doi.org/10.1023/B:EDPR.0000034022.16470.f3

Kitchenham, B., & Charters, S. (2007). Guidelines for performing systematic literature reviews in software engineering. Keele University. https://www.elsevier.com/__data/promis_misc/525444systematicreviewsguide.pdf

Maulana, H., Rahman, A., & Putra, D. (2024). Pengaruh adversity quotient terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. PRISMA, 5(2).

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Sage.

Moher, D., et al. (2009). Preferred reporting items for systematic reviews and meta-analyses. PLoS Medicine, 6(7).

Munawwarah, S., Suryadi, D., & Nurlaelah, E. (2024). Self-regulated learning dalam pembelajaran matematika. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 13(1).

OECD. (2023). PISA 2022 results (Volume I): The state of learning and equity in education. Paris: OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/53f23881-en

Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., et al. (2021). The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71. https://doi.org/10.1136/bmj.n71

Polya, G. (1973). How to solve it: A new aspect of mathematical method. Princeton: Princeton University Press.

Putri, A., Handayani, R., & Kurniawan, B. (2021). Hubungan self-regulated learning dengan hasil belajar matematika. Jurnal Edukasi Matematika, 9(2), 101–110.

Rahmawati, D., Sari, N., & Hidayah, I. (2022). Peran adversity quotient dalam pembelajaran matematika. Jurnal Pendidikan Matematika, 16(3), 210–220.

Savery, J. R. (2015). Overview of problem-based learning: Definitions and distinctions. Interdisciplinary Journal of Problem-Based Learning, 1(1), 9–20. https://doi.org/10.7771/1541-5015.1002

Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology. Journal of Business Research, 104, 333–339.

Stoltz, P. G. (2000). Adversity Quotient: Turning Obstacles into Opportunities. John Wiley &

Sons.

Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sutisna, E., Pujiastuti, H., & Fathurrohman, M. (2023). Adversity quotient dalam kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Jurnal Nasional Pendidikan Matematika, 7(1), 192–209. https://doi.org/10.33603/jnpm.v7i1.7660

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Cambridge: Harvard University Press.

Wulandari, D. F. C., & Hardew, A. K. (2025). Adversity quotient and self-regulated learning among students. Psikoislamedia: Jurnal Psikologi, 10(1). https://doi.org/10.22373/psikoislamedia.v10i1.28544

Xiao, Y., & Watson, M. (2019). Guidance on conducting a systematic literature review. Journal of Planning Education and Research, 39(1), 93–112.

Zimmerman, B. J. (2002). Becoming a self-regulated learner: An overview. Theory Into Practice, 41(2), 64–70. https://doi.org/10.1207/s15430421tip4102_2

Published

2026-05-06

Issue

Section

Articles

How to Cite

Cahyaningrum, Z. F., & Zaenuri, Z. (2026). Peran Adversity Quotient dalam Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa pada Pembelajaran Problem Based Learning. Educational Journal, 1(4), 1097-1104. https://doi.org/10.63822/99pk4917