Struktur Dramatik dan Penokohan dalam Naskah Drama "Bila Malam Bertambah Malam"

Authors

  • Jesinta Adelia P.A Universitas HKBP Nomensen Medan Author
  • Helen Devina Gulo Universitas HKBP Nomensen Medan Author
  • Prawesti Pakpahan Universitas HKBP Nomensen Medan Author
  • Christina Br Lubis Universitas HKBP Nomensen Medan Author
  • Tiur Nainggolan Universitas HKBP Nomensen Medan Author
  • Ely Mutiara Rumapea Universitas HKBP Nomensen Medan Author
  • Ardina Therecia Br Sitepu Universitas HKBP Nomensen Medan Author
  • Vina Meriana Br Sianipar Universitas HKBP Nomensen Medan Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/saf71d94

Keywords:

struktur dramatik, penokohan, drama, kritik sosial, sistem kasta

Abstract

Penelitian ini membahas struktur dramatik dan penokohan dalam naskah drama Bila Malam Bertambah Malam karya Putu Wijaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan struktur dramatik yang meliputi eksposisi, komplikasi, klimaks, dan resolusi, serta menganalisis karakter tokoh-tokoh dalam drama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan strukturalisme. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat terhadap dialog, alur, serta unsur intrinsik dalam naskah drama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur dramatik dalam drama tersusun secara runtut dan efektif sehingga mampu membangun konflik sosial dan psikologis secara mendalam. Penokohan dalam drama digambarkan secara kuat melalui karakter Gusti Biang, Wayan, Ngurah, dan Nyoman yang memiliki sifat dan pandangan hidup yang saling bertentangan. Konflik yang terjadi dalam drama memperlihatkan adanya benturan antara tradisi, sistem kasta, dan nilai kemanusiaan. Melalui struktur dramatik dan penokohan yang kuat, Putu Wijaya berhasil menyampaikan kritik sosial terhadap sistem kasta yang kaku dalam masyarakat serta menggambarkan dampaknya terhadap kehidupan manusia.

References

Endraswara, Suwardi. 2005. Metode dan Teori Pengajaran Sastra. Yogyakarta: Buana Pustaka.

Esser, Wolfgang. 2007. Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Grasindo.

Harymawan, RMA. 1988. Dramaturgi. Bandung: Rosda Karya.

Khairil, Anwar. 2010. Kajian Prosa Fiksi. Jakarta: Gramedia.

Moulton, Richard G. 2003. The Modern Study of Literature. New York: Macmillan.

Nurgiyantoro, Burhan. 2015. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Ratna, Nyoman Kutha. 2004. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Riani, dkk. 2016. “Analisis Penokohan dalam Naskah Drama.” Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 4(2): 45–53.

Suyoto, Bakdi. 2006. Drama dan Teori Pementasan. Yogyakarta: Media Pressindo.

Waluyo, Herman J. 2006. Drama: Teori dan Pengajarannya. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya.

Putu Wijaya. 2004. Bila Malam Bertambah Malam. Jakarta: Pustaka Jaya.

Published

2026-05-18

Issue

Section

Articles

How to Cite

Adelia P.A , J. ., Devina Gulo, H. ., Pakpahan, P. ., Br Lubis , C. ., Nainggolan, T. ., Rumapea, E. M. ., Therecia Br Sitepu, A., & Meriana Br Sianipar, V. . (2026). Struktur Dramatik dan Penokohan dalam Naskah Drama "Bila Malam Bertambah Malam". Educational Journal, 1(4), 1253-1263. https://doi.org/10.63822/saf71d94