Persepsi Calon Guru Bahasa Inggris terhadap Batas Etis Penggunaan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran

Authors

  • Rostiana Rostiana Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon Author
  • Septi Gumiandari Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/79sgjb79

Keywords:

Artificial Intelligence, batas etis, calon guru, integritas akademik, pembelajaran Bahasa Inggris

Abstract

Akselerasi teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan tinggi memunculkan dilema etis yang kompleks bagi mahasiswa calon pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi bentuk penggunaan AI oleh calon guru Bahasa Inggris dalam aktivitas pembelajaran; (2) menganalisis persepsi mereka terhadap batas etis penggunaan AI; (3) mengungkap dilema etis yang dialami; serta (4) mendeskripsikan pandangan mereka mengenai tanggung jawab dan integritas akademik dalam penggunaan AI. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen kuesioner berskala Likert modifikasi (1–4) yang terdiri dari 12 butir pernyataan tertutup dan satu pertanyaan terbuka. Subjek penelitian adalah 30 mahasiswa aktif program studi Pendidikan Bahasa Inggris yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan statistik deskriptif meliputi persentase frekuensi, Mean (M), Median (Mdn), Modus (Mo), dan Standar Deviasi (SD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) memanfaatkan AI dalam aktivitas akademik, dengan intensitas tertinggi pada aspek grammar checking dan penerjemahan teks (M = 3,4). Sebanyak 76,7% responden memiliki kesadaran etis tinggi bahwa tindakan copy-paste teks AI secara mentah melanggar batas etis akademik (M = 3,7). Namun, 60% responden tetap menjadikan AI sebagai jalan pintas operasional akibat tekanan beban tugas, sehingga memicu konflik kognitif dan rasa bersalah mendalam sebagai calon pendidik (M = 3,2). Aspek tanggung jawab dan integritas akademik memperoleh nilai tertinggi (M = 3,47), menunjukkan kesadaran moral yang kuat. Penelitian ini berkontribusi pada formulasi rekomendasi regulasi integratif dan panduan etika siber institusional guna memitigasi risiko habituasi plagiarisme digital di lingkungan perguruan tinggi.

References

Afifah, A. (2024). Kejujuran akademik dalam pemanfaatan artificial intelligence: Studi atas karya ilmiah mahasiswa S2 PAI UIN Walisongo Semarang [Tesis, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang]. Walisongo Repository. https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/29577

Busthomi, Y., & A'dlom, S. (2022). Syarat-syarat profesi keguruan menurut perspektif pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 305–318. https://doi.org/10.37286/ojs.v8i2.167

Cohen, L., Manion, L., & Morrison, K. (2018). Research methods in education (8th ed.). Routledge.

Cotton, D. R. E., Cotton, P. A., & Shipway, J. R. (2024). Chatting and cheating: Ensuring academic integrity in the era of ChatGPT. Innovations in Education and Teaching International, 61(2), 228–239. https://doi.org/10.1080/14703297.2023.2190148

Fina, M., & Gumiandari, S. (2025). Empati pengajar dan psychological safety mahasiswa dalam pembelajaran: Implikasinya terhadap student engagement. Jurnal Ilmiah Pendidikan Siber, 4(2), 112–129.

Paramitha, F. P., Fauzi, I., & Zawawi, M. I. (2025). Implementasi nilai-nilai etika profesi guru dalam pembentukan karakter peserta didik. Jurnal Sadewa: Publikasi Ilmu Pendidikan, Pembelajaran dan Ilmu Sosial, 3(4), 203–213. https://doi.org/10.61132/sadewa.v3i4.2503

Pebrian, Y., & Farhat, M. F. (2023). Pemanfaatan artificial intelligence dalam dunia pendidikan. Abdi Jurnal Publikasi, 2(2), 84–87.

Prathama, R., Ramadhan, M. R., & Perdana, N. J. (2024). Eksplorasi penggunaan ChatGPT dalam perguruan tinggi berdasarkan perspektif etika akademik. Jurnal Serina Sains, Teknik dan Kedokteran, 2(1), 161–176. https://doi.org/10.24912/jsstk.v2i1.33547

Rachman, A., Samanlangi, A. I., & Purnomo, H. (2024). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. CV Saba Jaya Publisher.

Rifky, S. (2024). Dampak penggunaan artificial intelligence bagi pendidikan tinggi. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 2(1), 37–42. https://doi.org/10.31004/ijmst.v2i1.287

Siregar, S. (2017). Statistik deskriptif untuk penelitian: Dilengkapi perhitungan manual dan aplikasi SPSS versi 17. Rajawali Pers.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Wilis, A., Iqbal, R., & Rahmatika Kesuma, A. (2026). Persepsi mahasiswa terhadap etika penggunaan ChatGPT di UIN Raden Intan Lampung. Jurnal Pustaka AI, 6(1), 68–70. https://doi.org/10.55382/jurnalpustakaai.v6i1.1773

Wiratama, I. K. (2021). Pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pendidikan: Tantangan dan etika. Jurnal Teknologi Pendidikan, 24(1), 15–25.

Published

2026-07-28

Issue

Section

Articles

How to Cite

Rostiana, R., & Gumiandari, S. . (2026). Persepsi Calon Guru Bahasa Inggris terhadap Batas Etis Penggunaan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran. Educational Journal, 1(4), 2611-2622. https://doi.org/10.63822/79sgjb79