Evaluasi Kebijakan Desentralisasi Fiskal Terhadap Kemandirian Keuangan Daerah di Riau
DOI:
https://doi.org/10.63822/rhg1a357Keywords:
Desentralisasi fiskal, Kemandirian keuangan daerah, Pendapatan Asli Daerah, Dana Transfer, Provinsi RiauAbstract
Penelitian ini mengevaluasi kebijakan desentralisasi fiskal dan implikasinya terhadap kemandirian keuangan daerah di Provinsi Riau periode 2017–2025. Menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif berbasis rasio Derajat Desentralisasi Fiskal (DDF) — diukur melalui perbandingan PAD terhadap total pendapatan daerah — penelitian mengidentifikasi tiga fase struktural: fase ketergantungan fiskal (2017–2020) dengan rata-rata share PAD 41,24%; fase transisi dan penguatan kapasitas (2021–2024) dengan puncak share PAD 58,54% di 2023; serta fase ketidakstabilan struktural (2025) ketika PAD turun drastis 21,86% ke share 51,19%. Temuan mengkonfirmasi tiga paradoks sekaligus: paradoks desentralisasi, kutukan sumber daya alam, dan flypaper effect. Penelitian merekomendasikan diversifikasi basis pajak non-SDA, akselerasi reformasi perpajakan digital, reorientasi belanja daerah ke investasi produktif, dan pembangunan sistem peringatan dini fiskal.
Downloads
References
Afrizal, R. M., & Khoirunurrofik, K. (2022). Examining flypaper effect in Indonesia: Evidence after transferring urban-rural land and building tax to local governments. Jurnal Bina Praja, 14(3), 465–478.
Agustina, F., Pramono, A. J., Akbar, B., & Alma'arif, A. (2022). Factors determining low regional financial independence: Financial autonomy and degree of decentralization. Jurnal Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara, 8(1), 117–130.
Akadun, A. (2024). Analysis of pseudo-decentralization and financial dependency in the implementation of regional autonomy in Sumedang Regency of Indonesia. Journal of Local Government Issues, 7(1), 1–15.
Alfaridzy, F. G., & I. (2026). Pengaruh pendapatan asli daerah, dana transfer ke daerah dan belanja modal terhadap kemandirian keuangan daerah pada kabupaten/kota di Sumatera periode 2020–2024. Jurnal Akuntansi Keuangan dan Bisnis, 4(1), 137–140.
A.R., S., Aryani, Y. A., Utami, D., Firmansyah, & Periansya. (2022). Tingkat kemandirian keuangan daerah dengan desentralisasi fiskal sebagai variabel moderating kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Jurnal Riset Terapan Akuntansi, 6(1), 89–101.
Astiza, I. D., Daulay, A. N., & Tambunan, K. (2024). Analisis kemandirian fiskal Kota Pematang Siantar di era otonomi daerah. Jurnal Ekonomi dan Ekuitas, 6(1), 181–198.
Ayu, W. T. D. N., Gede, K. D. L., & Gd, N. H. W. I. (2024). Analisis flypaper effect dan implikasinya terhadap kemandirian fiskal daerah: Efek moderasi upaya pajak. JUARA: Jurnal Riset Akuntansi, 14(1), 1–19.
Azis, A., Tampubolon, D., & Desweni, S. P. (2022). Analisis pengaruh desentralisasi fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi daerah di 12 kabupaten/kota Provinsi Riau tahun 2012–2020. EKOPEM: Jurnal Ekonomi Pembangunan, 7(2), 41–52.
Bakri, M. R., Bagiada, P. P., Yogantari, N. L. R., & Marlina, L. S. (2024). Accountability and fiscal transfer: The perfect duo for enhancing the regional economy. Jurnal Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara, 10(2), 1–18.
Christia, A. M., & Ispriyarso, B. (2019). Desentralisasi fiskal dan otonomi daerah di Indonesia. Law Reform, 15(1), 149–163.
Fitri, M., Yuliana, L., & Utami, D. R. (2021). Dampak pandemi COVID-19 terhadap pendapatan daerah dan strategi pemulihannya. Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan, 21(1), 15–24.
Handraini, H., Frinaldi, A., Magriasti, L., & Naldi, H. (2024). Konsep desentralisasi dan otonomi daerah dalam meningkatkan kinerja pemerintahan desa di Indonesia. Professional: Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik, 11(2), 1–14.
Hasanah, N., & Syah, E. (2025). Desentralisasi dan tantangan otonomi daerah: Analisis kebijakan dengan pendekatan mixed-method. Perkara: Jurnal Ilmu Hukum dan Politik, 3(1), 769–787.
Kaesil, F., & Rosidah, I. (2023). Reformasi pajak daerah dan optimalisasi PAD pascapandemi: Studi kasus provinsi-provinsi di Sumatera. Jurnal Kebijakan Ekonomi dan Keuangan, 2(2), 88–101.
Marantika, A., & Fitri, S. E. (2025). Digital tax governance in optimizing local own-source revenue: Evidence from Kampar Regency, Indonesia. Dinasti International Journal of Economics, Finance & Accounting, 6(3), 1–15.
Nanga, M., & Hudang, A. K. (2023). Dampak desentralisasi fiskal terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi daerah di Indonesia. Jurnal Minfo Polgan, 12(2), 2206–2217.
Nasruddin, Kurniati, N., Syaumudinsyah, & Iswan. (2025). Analisis penilaian kinerja keuangan daerah pada pemerintah daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Journal Ilmiah Rinjani, 13(1), 17–27.
Natsir, M. K. K. (2025). Analisis otonomi daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. Jurnal Hukum dan Sosial Politik, 3(1), 1–15.
Nugroho, A. (2017). Kemandirian keuangan daerah dalam perspektif desentralisasi fiskal. Jurnal Ekonomi Daerah, 9(1), 15–29.
Nugroho, A., & Candrawati, R. (2025). Evaluasi desentralisasi fiskal pada daerah pemekaran di Indonesia. Jurnal Kebijakan Publik, 27(1), 1–16.
Oates, W. E. (1972). Fiscal federalism. Harcourt Brace Jovanovich.
Onofrei, M., Cigu, E., Bostan, I., Oprea, F., & Vatamanu, A. F. (2022). Local government fiscal capacity and economic development: Evidence from Romania. Journal of Risk and Financial Management, 15(5), 203.
Pasholihah, F. A., & Anwar, A. (2023). Desentralisasi fiskal dan kemiskinan regional di Jawa Timur. Jurnal Kebijakan Ekonomi dan Keuangan, 2(1), 55–70.
Pemerintah Provinsi Riau. (2024). Diversifikasi ekonomi Riau: Perkebunan dan pulp and paper jadi andalan baru. Pusat Informasi Publik Provinsi Riau. https://ppid.riau.go.id/berita/20398
Purba, R. S., & Wulandari, D. (2022). Kontribusi sektor perkebunan kelapa sawit terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau. Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Daerah, 14(1), 45–58.
Shoba, A. N., & Fidiana. (2022). Kemandirian keuangan daerah berdasarkan pendapatan asli daerah, dana bagi hasil, pertumbuhan ekonomi. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, 11(5), 1–16.
Simanjuntak, B., Syah, R. F., Permatasari, C., Azanda, S. H., & Fahrani, N. S. (2023). The impact of fiscal balance funds toward human development in Riau Province. Jurnal Bina Praja, 15(1), 1–14.
Situmorang, D. J., & Riyanti, R. S. (2023). Kondisi makroekonomi Indonesia pasca pandemi COVID-19 dan prospek di masa mendatang. Jurnal Ilmiah MEA, 7(2), 1–18.
Sulhia. (2025). Analisis kemandirian keuangan daerah Provinsi Bali tahun 2022–2024. Jurnal Akuntansi, Keuangan, Pajak dan Informasi (JAKPI), 5(2), 1–15.
Susanto, H. (2023). Ketergantungan sumber daya alam dan fluktuasi ekonomi daerah penghasil migas di Indonesia. Jurnal Ekonomi Regional dan Sumber Daya Alam, 11(3), 203–218.
Susilowati, M. W. K., Christie, A. A. M., Hastuti, P. R., & Matitaputty, S. J. (2021). Dampak desentralisasi fiskal terhadap efisiensi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Jurnal Manajemen Kewirausahaan, 19(1), 1–12.
Wahyudi, H., & Palupi, W. A. (2023). Natural resources curse in Indonesia. International Journal of Energy Economics and Policy, 13(2), 349–356.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 B. Isyandi, Dahlan Tampubolon, Ufira Isbah, Bagas Pratama, M. Gea Claudya (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


