Tari Katera Sebagai Bentuk Ungkapan Budaya Masyarakat Kota Bengkulu
DOI:
https://doi.org/10.63822/n163sh18Keywords:
Tari Katera, Ungkapan Budaya, Masyarakat Kota BengkuluAbstract
Penelitian ini membahas Tari Katera sebagai bentuk ungkapan budaya masyarakat Kota Bengkulu. Tari Katera merupakan tari kreasi yang diciptakan oleh Iswanto pada tahun 1991 sebagai hasil pengembangan dari Tari Saputangan Bengkulu. Tari ini berkembang dalam kehidupan masyarakat Kota Bengkulu dan sering ditampilkan dalam acara adat perkawinan, khususnya pada acara bimbang gedang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Tari Katera sebagai bentuk ungkapan budaya masyarakat Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Katera memiliki bentuk pertunjukan yang terdiri atas unsur gerak, penari, musik, busana, rias, properti, dan tempat pertunjukan. Sebagai bentuk ungkapan budaya masyarakat Kota Bengkulu, Tari Katera mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, keharmonisan, kegembiraan, dan identitas budaya masyarakat. Kehadiran Tari Katera dalam upacara perkawinan adat menunjukkan hubungan yang erat antara seni dan kehidupan masyarakat. Selain itu, Tari Katera memiliki fungsi sebagai bagian dari upacara adat, fungsi nilai budaya, fungsi identitas budaya, dan fungsi hiburan bagi masyarakat Kota Bengkulu.
References
Akram, R. S., Idris, M., Ilham, M., & Gani, N. S. (2024). Makna Simbolik Tari Salonreng Sebagai Ekspresi Budaya Pada Masyarakat Desa Ara Kabupaten Bulukumba. Jurnal Universitas Muslim Indonesia.
Elfedt, L. (1997). Bentuk dan Pengaturan Laku dalam Tari. (Terjemahan). Jakarta: Depdikbud.
Hadi, S. (2007). Sosiologi Tari: Sebuah Pengantar Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher. La Meri. (1975). Komposisi Tari: Elemen-Elemen Dasar. (Terjemahan Soedarsono). Yogyakarta: Akademi
Seni Tari Indonesia.
Nailasalma. (2019). Tari Topeng Tunggal Karya Mak Kinang Dalam Ekspresi Budaya Betawi Di Kelurahan Cisalak Kota Depok. Skripsi. Yogyakarta: Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Sedyawati, E. (2008). Keindonesiaan dalam Budaya: Buku I. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.
Sembiring, J. A. B., Perangin Angin, J. E., & Barus, H. P. (2025). Analisis Makna Dalam Tari Merak Sebagai Ekspresi Budaya Sunda. Jurnal Universitas Katolik Santo Thomas.
Simarmata, V. W., Manullang, Y. M., & Sembiring, J. A. B. (2025). Analisis Makna Dalam Tari Jaipong Sebagai Ekspresi Budaya Sunda. Jurnal Universitas Katolik Santo Thomas.
Soedarsono. (1977). Tari-Tarian Indonesia I. Jakarta: Proyek Pengembangan Media Kebudayaan Ditjen Kebudayaan Depdikbud.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Manajemen. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kua-litatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nada Naqiah Rahmadini, Yesriva Nursyam , Yan Stevenson, Ninon Syofia (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



