Karya Tari Galuik Dantiang Piriang di Era Digital: Kajian Eksistensi

Authors

  • Elfira Rosa Nasution Institut Seni Indonesia Padangpanjang Author
  • Yesriva Nursyam Institut Seni Indonesia Padangpanjang Author
  • Eva Riyanti Institut Seni Indonesia Padangpanjang Author
  • Auliana Mukhti Maghfirah Institut Seni Indonesia Padangpanjang Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/8wtbkq87

Keywords:

Galuik Dantiang Piriang Dance, Existence, Digitalization

Abstract

This study analyzes how the current digital era significantly influences the way the Galuik Dantiang Piriang dance is recognized, valued, and sustained; it aims to understand how this dance continues to thrive in the digital age. A qualitative research method was employed. Drawing on Jean-Paul Sartre’s theory that "existence precedes essence" meaning something acquires meaning through its actual existence and continued presence via actions and lived processes the study reveals that the dance is flourishing both on digital platforms and within the community, as technological advancements facilitate its continued development and preservation.

References

Burhan, Bungin. (2001). Metodologi Penelitian Sosial. Surabaya: Airlangga University.

Creswell, J. W. (2015). Education Research “Planning Conducting, and Evaluating Quantitative Research. Boston: Pearson.

Daryusti. 2010. Lingkaran Local Genius dan Pemikiran Seni Budaya. Yogyakarta: Multi Grafindo.

David Hermansyah, N. H. (2024). “Strategi Perlindungan dan Pemeliharaan Tari Tradisional dalam era digital” Gesture Jurnal Seni Tari, Vol. 13, No. 1

Dwi. K. A. D. (2023). “Tiktok dan Generasi Z dalam Pelestarian Budaya Bali peran Generasi Z dalam Mengoptimalkan Teknologi sebagai Media Pelestarian Budaya dan Lingkungan dalam mewujudkan Indonesia EMAS”. Jurnal Prosiding Pekan Ilmiah Belajar, Vol. 3.

Hadi, Y. S. 2007. Kajian Teks dan Konteks. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher Haryono, S. (2012). Konsep Dasar Bagi Seorang Penari. Jurnal ISI Surakarta, 11(1), 28-36.

Hidayat, Robby. 2001. Koreografi dan Kreatifitas. Yogyakarta: Kendil Media Pustaka Seni Indonesia.

Indrayuda. (2013). Tari Sebagai Budaya dan Pengetahuan. UNP Press.

Nasution. 2003. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif Bandung. Tarsito Library Fis Uny. Ac. Id/Opac/Index. Php.

Putri, Riski Dwi. E. P. N, K. Kharismatika, R. N. Muthmainah, K. A. 2024. Identitas Budaya dalam era digital. El-Mutjama: jurnal pengabdian Masyarakat. Vol 4 No 4, 2000 – 2011.

Piliang, Yasraf Amir. (2004) Dunia yang dilipat Tamasya Melampaui Batas- batas Kebudayaan. Yogyakarta. Jalasutra.

Sartre, J.-P. (2007). Existentialism is a humanism (C. Macomber, Trans.). Yale University Press.

Saebani, A. &. (2009). Metode Penelitian Kualitatif, Bnadung: Pustaka Setia, 2008.

Sugiyono. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung. ALFABETA.

Suparyanto dan Rosad. 2020. Ruang Pertunjukan Teater. Suparyanto dan Rosad (2015, 5(3), 248-253

Wibowo, Ponco Triatmojo (2025). Pengaruh Konten Tari pada Media Sosial Tiktok terhadap Perkembangan dan Eksistensi Seni Tari di Era Digital. Jurnal Kultur Vol. 4 No. 1 110-118.

Published

2026-07-01

Issue

Section

Articles

How to Cite

Rosa Nasution, E., Nursyam, Y. ., Riyanti, E., & Maghfirah, A. M. . (2026). Karya Tari Galuik Dantiang Piriang di Era Digital: Kajian Eksistensi. Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(4), 7074-7079. https://doi.org/10.63822/8wtbkq87