Ciluah : Interpretasi dari Fenomena Silang Peran Gender Laki-Laki Feminim dan Perempuan Maskulin

Authors

  • Celsa Novia Biwis Institut Seni Indonesia Padangpanjang Author
  • Oktavianus Oktavianus Institut Seni Indonesia Padangpanjang Author
  • Emri Emri Institut Seni Indonesia Padangpanjang Author
  • Fattahul Anugraha Institut Seni Indonesia Padangpanjang Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/q5dxkz53

Keywords:

Feminim, Maskulin, Peran Gender, Karya Tari

Abstract

Karya tari Ciluah terinspirasi dari fenomena sosial di Nagari Mandiangin, Kabupaten Pasaman Barat, yang memperlihatkan pergeseran dan perpaduan sifat maskulin dan feminim dalam kehidupan masyarakat. Karya ini mengangkat dua tokoh dengan karakter yang bertolak belakang, yaitu laki-laki berkarakter feminin yang bekerja sebagai biduan orgen dengan penampilan dan ekspresi yang lembut, serta perempuan maskulin seperti Ibu Maria yang mencari lokan di sungai untuk membantu perekonomian keluarga. Aktivitas yang penuh risiko dan tuntutan hidup membentuk keberanian, ketangguhan, dan disiplin pada sosok perempuan tersebut. Fenomena tersebut kemudian diinterpretasikan ke dalam karya tari bertema sosial dengan tipe garap abstrak. Melalui eksplorasi gerak, ekspresi, dan suasana pertunjukan, Ciluah menggambarkan keberanian, kelembutan, perjuangan, serta kompleksitas peran gender yang terbentuk oleh lingkungan, pekerjaan, dan kondisi kehidupan masyarakat. Karya ini disusun dalam tiga struktur garap suasana dan telah dipentaskan di Gedung Pertunjukan Hoeridjah Adam, Institut Seni Indonesia Padangpanjang.

References

Agus Purnomo (Peran Gender, Tteori nature dan teori nurture tahun).

Alma Hawkins, (Buku Mencipta Lewat Tari).

Alma Hawkins (2003:62)

Arif Budiman (Batas, 2023)

Denny Mayosta (2013, Denai)

Dewi Susanti (2015, Gundah Kanca) 7-11)

Dr. Mansour Fakih (Analasis Gender, 2010:

Edi Sedyawati (Pertumbuhan dalam konteks Seni Pertunjukan, gaya merujuk pada cara penyajian khusus yang dibedakan berdasarkan perbedaan dalam struktur atau format, 1981: 4).

Elizabeth R. Hayes (Koreografi kelompok, 1964:62)

Endang Susilowati (Seni Budaya, Seni Tari, Jakarta, Kemendikbud 2020)

Judith Buthler (Teori Queer, Konsep Performativitas, 1990)

Mahanum (2021)

Michlows, Kevin Arts and Stage, Terjemahan Dani Yudhadja, Seni dan Panggung , Jakarta: Pustaka pelajar 2020. P. 25

Robby Hidayat (Kreatifitas Koreografi, Malang, Surya Pena Gemilang, P. 132, 2013)

Robby Hidayat (Op, Cit, P, 103)

Robby Hidayat (Ibid P88)

R. W Connel (Konsep Maskulinitas Hegemonik)

Wayan D. Bia, (Tari Komunal, Jakarta: Lembaga Pendidikan Seni Nusantara 2006, P. 178)

Y. Sumandiyo Hadi (Penari

Y. Sumandiyo Hadi (Eksplorasi, 1990: 34)

Y. Sumandiyo Hadi (Improvisasi, 2012: 76)

Y. Sumandiyo Hadi (Pembentukan, 2012: 78)

Y. Sumandiyo Hadi (Judul Tari, 2020: 141)

Y. Sumandiyo Hadi (Koreografi Bentuk Teknik dan Isi. Yogyakarta Cipta Media, 2012, P. 61)

Published

2026-06-08

Issue

Section

Articles

How to Cite

Biwis, C. N., Oktavianus, O., Emri, E., & Anugraha, F. . (2026). Ciluah : Interpretasi dari Fenomena Silang Peran Gender Laki-Laki Feminim dan Perempuan Maskulin. Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(4), 7545-7552. https://doi.org/10.63822/q5dxkz53

Most read articles by the same author(s)