Tinjauan Yuridis Perlindungan Konsumen atas Keterlambatan Pengiriman Barang oleh Jasa Ekspedisi

Authors

  • Akhmad Faris Dzulhaq Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Author
  • Aturkian Laia Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/22kppw93

Keywords:

consumer protection; delivery delay; expedition service; default; business actor liability

Abstract

The growth of e-commerce in Indonesia has increased shipping volumes alongside consumer complaints regarding delivery delays. This legal-doctrinal study aims to analyze the legal relationship between consumers and shipping services, legal protection, and the construction of corporate liability for delivery delays. Utilizing statutory and conceptual approaches, the analysis relies on the Civil Code, Commercial Code, Consumer Protection Act, and Postal Act. The results indicate that the legal relationship stems from a consensual contract of carriage via standard clauses, weakening consumer bargaining power. Delivery delays without force majeure constitute a breach of contract, triggering compensation rights under Article 19 of the Consumer Protection Act. The carrier’s liability follows the fault-based principle (fault liability) with specific limitations that must not negate fundamental consumer rights. Dispute resolution is accessible through non-litigation or litigation channels. This study recommends strengthening supervision over standard shipping clauses and harmonizing regulations for damages caused by delivery delays.

 

References

Ibrahim, J. (2005). Teori dan metodologi penelitian hukum normatif. Bayumedia Publishing.

Indonesia. (1847). Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (Wetboek van Koophandel).

Indonesia. (1847). Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek).

Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3821.

Indonesia. (2001). Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 90 Tahun 2001 tentang Pembentukan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen.

Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5025.

Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2009 tentang Pos. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 146, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5065.

Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2020 tentang Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen.

Juwitasari, N., Sediati, D. S. R., Junaidi, M., & Soegianto, S. (2021). Perlindungan dan pertanggungjawaban hukum terhadap konsumen dalam perjanjian pengiriman barang melalui ekspedisi. Jurnal Fundamental Justice, 2(1), 1–15. https://doi.org/10.30872/jfj.v2i1.1245

Kristiyanti, C. T. S. (2008). Hukum perlindungan konsumen. Sinar Grafika.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2021). Putusan Nomor 175K/Pdt.Sus-BPSK/2021.

Marzuki, P. M. (2005). Penelitian hukum. Kencana Prenada Media Group.

Miru, A. (2011). Prinsip-prinsip perlindungan hukum bagi konsumen di Indonesia. RajaGrafindo Persada.

Muhammad, A. K. (1992). Hukum perikatan. Citra Aditya Bakti.

Musyafah, A. A., Khasna, H. W., & Turisno, B. E. (2018). Perlindungan konsumen jasa pengiriman barang dalam hal terjadi keterlambatan pengiriman barang. Jurnal Law Reform, 14(2), 152–160. https://doi.org/10.14710/lr.v14i2.20869

Nasution, A. Z. (2015). Hukum perlindungan konsumen: Suatu pengantar. Diadit Media.

Nofellisa. (2021). Tanggung jawab hukum pelaku usaha jasa pengiriman barang terhadap konsumen. Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 8(7), 2403–2412. https://doi.org/10.31604/jips.v8i7.2021.2403-2412

Putra, P. E. G. D., & Rudy, D. G. (2019). Tanggung jawab penyedia jasa PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) atas keterlambatan barang ditinjau dari hukum perlindungan konsumen. Kertha Semaya: Journal Ilmu Hukum, 7(8), 1–15. https://doi.org/10.24843/KS.2019.v07.i08.p06

Redaksi ACTA Law Journal. (2022). Penyelesaian sengketa konsumen antara konsumen dengan perusahaan jasa pengiriman barang (Analisa putusan Mahkamah Agung Nomor 175K/Pdt.Sus-BPSK/2021). ACTA Law Journal, 1(2), 112–126. https://doi.org/10.32734/alj.v1i2.9234

Redaksi Ajudikasi. (2018). Penyelesaian sengketa konsumen melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. AJUDIKASI: Jurnal Ilmu Hukum, 2(1), 21–42. https://doi.org/10.30656/ajudikasi.v2i1.662

Redaksi Journal Scientific of Mandalika. (2023). Tinjauan aspek hukum perlindungan konsumen pada pengiriman paket barang melalui jasa kurir di indonesia. Journal Scientific of Mandalika (JSM), 4(5), 450–459. https://doi.org/10.56562/jsm.v4i5.112

Redaksi JULR Universitas Semarang. (2021). Perlindungan konsumen terhadap pengguna jasa ekspedisi. Jurnal USM Law Review, 4(2), 688–703. https://doi.org/10.26623/julr.v4i2.4278

Redaksi Jurnal Notarius Undip. (2022). Perlindungan hukum konsumen pengguna jasa ekspedisi. Jurnal Notarius, 15(1), 234–245. https://doi.org/10.14710/nts.v15i1.45892

Sidharta. (2006). Hukum perlindungan konsumen Indonesia (Edisi Revisi). Grasindo.

Soekanto, S., & Mamudji, S. (1998). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Rajawali Press.

Subekti, R., & Tjitrosudibio, R. (1983). Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Pradnya Paramita.

Yanto, O. (2019). Tinjauan yuridis tanggung jawab PT. Pos Indonesia terhadap pengiriman barang konsumen. Media Keadilan: Jurnal Ilmu Hukum, 10(2), 188–201. https://doi.org/10.31764/mk.v10i2.1432

Published

2026-07-15

Issue

Section

Articles

How to Cite

Dzulhaq, A. F., & Laia, A. (2026). Tinjauan Yuridis Perlindungan Konsumen atas Keterlambatan Pengiriman Barang oleh Jasa Ekspedisi. Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(4), 8144-8155. https://doi.org/10.63822/22kppw93

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 > >>