Jam Karet vs Budaya Tepat Waktu: Adaptasi Karyawan Indonesia dalam Lingkungan Kerja Internasional (Studi Kasus: Pekerja Indonesia di Jepang)

Authors

  • Naswa Ine Arteta Universitas Negeri Surabaya Author
  • Fatimah Az-Zahroh Nur Salsabila Universitas Negeri Surabaya Author
  • Keysha Ramadhani Andrijanto Universitas Negeri Surabaya Author
  • Rhayhan Maulana Ali Akhbar Universitas Negeri Surabaya Author
  • Mahabillah K.R.H.P Universitas Negeri Surabaya Author
  • Handy Ardiansyah Universitas Negeri Surabaya Author
  • Fresha Kharisma Universitas Negeri Surabaya Author
  • Hafid Kholidi Hadi Universitas Negeri Surabaya Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/2pvkg826

Keywords:

jam karet, budaya tepat waktu, adaptasi budaya, profesionalisme, pekerja Indonesia

Abstract

Budaya “jam karet” masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, baik dalam aktivitas sosial maupun dunia kerja. Kebiasaan tersebut berbeda dengan budaya tepat waktu di Jepang yang sangat menjunjung tinggi disiplin, keteraturan, dan penghargaan terhadap waktu. Perbedaan budaya ini menjadi tantangan bagi pekerja Indonesia yang bekerja di Jepang karena mereka dituntut untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang cepat, terstruktur, dan profesional. Lingkungan kerja di Jepang menempatkan ketepatan waktu sebagai bentuk tanggung jawab dan penghormatan terhadap pekerjaan serta orang lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan informan yang memiliki pengalaman bekerja di Jepang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adaptasi terhadap budaya tepat waktu berlangsung secara bertahap melalui pembiasaan, lingkungan kerja, dan kesadaran individu terhadap pentingnya disiplin waktu. Selain itu, rasa bangga terhadap pekerjaan juga memengaruhi terbentuknya perilaku disiplin dan profesionalisme. Budaya kerja Jepang mampu membentuk kebiasaan menghargai waktu sehingga pekerja menjadi lebih teratur, bertanggung jawab, dan profesional. Oleh karena itu, perubahan dari budaya “jam karet” menuju budaya disiplin memerlukan kesadaran individu serta dukungan lingkungan kerja yang konsisten dalam menerapkan nilai-nilai profesionalisme.

References

Liliweri, A. (2017). Komunikasi Antarbudaya. Jakarta: Kencana.

Samovar, L. A., Porter, R. E., & McDaniel, E. R. (2017). Communication Between Cultures (9th ed.). Boston: Cengage Learning.

Schein, E. H. (2010). Organizational Culture and Leadership (4th ed.).Jossey-Bass.

Hofstede, G. (2011). Dimensionalizing Cultures: The Hofstede Model in Context. Online Readings in Psychology and Culture, 2(1), 1–26.

Hasibuan, M. S. P. (2016). Manajemen sumber daya manusia (Edisi revisi). Bumi Aksara..

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational behavior (17th ed.). Pearson Education.

Sukaimi, S., & Said, M. H. (2018). Budaya disiplin kerja: Sebuah sketsa kerja orang-orang Jepang. Jurnal Madania, 8(2), 241–255.

Mochklas, M., Panggayudi, D. S., & Soenarto. (2019). The work culture of South Korean companies in Indonesia. Humanities & Social Sciences Reviews, 7(4), 603–608.

Sari, I. P. (2025). Japanese work culture from Hofstede’s perspective: An analysis of workers’ experiences through social media channels. Penelitian Ilmu Pengetahuan Sosial, 2(2), 146–160.

Schein, E. H. (2010). Organizational culture and leadership (4th ed.). Jossey-Bass.

Hofstede, G. (2011). Dimensionalizing cultures: The Hofstede model in context. Online Readings in Psychology and Culture, 2(1), 1–26.

Okazaki, T. (2012). Punctuality: Japanese business culture, railway service and coordination problem. International Journal of Economics and Finance Studies, 4(2), 277–286.

Ramdhani, N., Auliya, M., & Ermida, I. (2018). Budaya organisasi, disiplin kerja, dan kinerja karyawan: Studi pada perusahaan manufaktur di Indonesia. Jurnal Psikologi, 45(1), 1–15.

Hofstede, G. (2018). Culture’s Consequences: Comparing Values, Behaviors, Institutions and Organizations Across Nations. Sage Publications.Soekarso & Putong, I. (2015). Kepemimpinan: Kajian teoritis dan praktis. Penerbit Erlangga.

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational behavior (17th ed.). Pearson Education.

Ramdhani, N., Auliya, M., & Ermida, I. (2018). Budaya organisasi, disiplin kerja, dan kinerja karyawan: Studi pada perusahaan manufaktur di Indonesia. Jurnal Psikologi, 45(1), 1–15.

Schein, E. H. (2010). Organizational Culture and Leadership (4th ed.). Jossey-Bass.

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational Behavior (17th ed.). Pearson Education.

Ramdhani, N., Auliya, M., & Ermida, I. (2018). Budaya organisasi, disiplin kerja, dan kinerja karyawan. Jurnal Psikologi, 45(1), 1–15.

Published

2026-05-27

How to Cite

Arteta, N. I. ., Nur Salsabila, F. A.-Z. ., Andrijanto, K. R. ., Akhbar, R. M. A., K.R.H.P, M. ., Ardiansyah, H., Kharisma, F., & Hadi, H. K. (2026). Jam Karet vs Budaya Tepat Waktu: Adaptasi Karyawan Indonesia dalam Lingkungan Kerja Internasional (Studi Kasus: Pekerja Indonesia di Jepang). Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Manajemen Indonesia, 2(1), 624-632. https://doi.org/10.63822/2pvkg826