Analisis Kualitatif Sistem Distribusi Logistik di Wilayah 3T Indonesia: Kajian Literatur

Authors

  • Aura Siratul Aulia Universitas Logistik & Bisnis Internasional Author
  • Luthfi Kamila Tsani Universitas Logistik & Bisnis Internasional Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/g00dy252

Keywords:

distribusi logistik, wilayah 3T, gap riset, analisis kualitatif, tata kelola rantai pasok, kesenjangan digital, stabilitas harga

Abstract

Kajian literatur ini menganalisis secara kritis sistem distribusi logistik di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) Indonesia melalui pendekatan kualitatif yang berbasis gap (gap-driven). Dengan menelusuri tujuh penelitian utama yang terbit antara 2010 hingga 2026, kajian ini mengidentifikasi adanya titik buta epistemologis yang sistematis dan terus berulang: penelitian kuantitatif telah berhasil mengukur determinan teknis efisiensi distribusi, seperti kondisi jalan, jenis transportasi, pemodelan rute berbasis gravitasi, dan volatilitas harga (Adam et al., 2021; Akbardin et al., 2023; Inke et al., 2025), namun tidak satu pun yang menjelaskan mekanisme informal, sosial, dan institusional yang sesungguhnya menentukan keberhasilan atau kegagalan sistem distribusi di lapangan. Temuan menunjukkan bahwa inisiatif digitalisasi pemerintah, seperti Program Tol Laut yang didukung platform SITOLAUT dan SILOGNAS, terbukti menurunkan disparitas harga di wilayah 3T, namun tetap bergantung secara struktural pada subsidi akibat rendahnya muatan balik yang kronis, hanya 5–10% dari kapasitas kapal (Fachrudin et al., 2025). Pada saat yang sama, evaluasi kebijakan distribusi pangan di Gorontalo Utara mengungkap dikotomi yang kritis: akses fisik terhadap pangan dinilai tinggi (rata-rata 4,2) sementara stabilitas harga (rata-rata 2,4) dan keterjangkauan (rata-rata 2,5) dinilai rendah, dengan stabilitas harga muncul sebagai prediktor paling dominan terhadap kepuasan publik (β = 0,452) (Ngabito et al., 2026). Kajian ini berargumen bahwa kesenjangan yang konsisten muncul di seluruh penelitian, yaitu absennya perspektif emik komunitas tentang mekanisme distribusi informal, menjadi justifikasi utama bagi penelitian kualitatif tentang distribusi logistik wilayah 3T. Model Integrasi Tiga Pilar (MIT-3T) diusulkan sebagai kerangka analitis bagi penelitian kualitatif selanjutnya.

References

Adam., Herbowo, D., & Puliwarna, T. (2021). Pengaruh Lokasi dan Sarana Transportasi terhadap Distribusi Logistik di Wilayah Koarmada III. Manajerial, 20(1), 107–119.

Akbardin, J., Wulansari, D. N., Dewi, V. N. K., & Alhamda, N. A. (2023). Analisis Sistem Distribusi Pergerakan Komoditas Perikanan di Wilayah Nusa Tenggara Barat. Jurnal Transportasi, 23(3), 229–239.

Fachrudin, D. H., Rubianti, Z. T., Hendrik, S. A. W., Marpaung, Y., Siregar, M. N., & Yuliana. (2025). Peran Sistem dan Teknologi Informasi dalam Manajemen Logistik untuk Menjangkau Kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Inovasi dan Kreativitas dalam Ekonomi, 8(12), 35–45.

Febriyanto, A., & Darmawan, D. (2024). Determinan Pembangunan Desa Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Indonesia. EKOMA: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, 3(4), 1693–1708.

Firmanda, J. I., Sitepu, F., Puspitacandri, A., & Huda, S. (2025). Analisis Kegiatan Bongkar Muat KM. X di Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik, 4(1), 706–726.

Habibullah, R. S. (2024). Peran Teknologi Informasi Komunikasi dalam Manajemen Rantai Pasok: Systematic Literature Review. Journal of Business Management, 2(1), 1–10.

Inke., Hamka., & Fadly, I. (2025). Analisis Efisiensi Distribusi Logistik Menggunakan Moda Transportasi di Kota Parepare. Jurnal Teknik SILITEK, 5(3), 1610–1616.

Kendek, M., Rachman, S., Satria, I. D., & Sudarmin. (2023). Analisis Pengembangan Rute Tol Laut dengan Skema Hub and Spoke dalam Mendukung Distribusi Logistik di Papua Barat. Jurnal Patria Bahari, 3(2), 22–28.

Mamulak, N. M. R. (2020). Kesiapan Usaha Mikro Kecil Menengah Tenun Ikat dalam Pemanfaatan Inovasi Teknologi E-Commerce di Kota Kupang. Jurnal Inovasi Kebijakan, 5(1), 1–11.

Nayla, A., Azis, R. A., Arrafi, M. R., & Afifah, D. F. (2025). Menelaah Kewenangan Daerah dalam Distribusi Beras: Studi Tata Kelola di Kabupaten Bandung Barat. Jurnal Tata Kelola Pemerintahan, (dokumen tidak diterbitkan).

Ngabito, F. M., Prahara, S., Ariawan., Uloli, M. F., & Paramani, D. (2026). Evaluasi Kebijakan Distribusi Pangan dan Stabilitas Harga di Kabupaten Gorontalo Utara: Pendekatan Kuantitatif-Kualitatif. SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, 5(2), 155–167.

Oktavia, S. (2023). Peran Teknologi dalam Meningkatkan Efisiensi Operasional Perusahaan Logistik. Jurnal Central Publisher, 1(9), 1049–1056.

Purba, D. C., Sinaga, C., Lisari, S. P., & Pangestoeti, W. (2025). Evaluasi Kebijakan Tol Laut terhadap Harga Sembako di Kepulauan Anambas dan Natuna. JMEB: Jurnal Management, Ekonomi dan Bisnis, 3(1), 1–10.

Renaldi, F. S., & Pangeran, K. (2026). Pharmaceutical Services for Underdeveloped, Frontier, and Outermost (3T) Areas Related to HIV Disease Programs Based on the Integration of Differentiated Service Delivery (DSD) Models: A Systematic Review. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 9(1), 115–133.

Published

2026-07-07

How to Cite

Aulia, A. S. ., & Tsani, L. K. (2026). Analisis Kualitatif Sistem Distribusi Logistik di Wilayah 3T Indonesia: Kajian Literatur. Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Manajemen Indonesia, 2(2), 1754-1765. https://doi.org/10.63822/g00dy252